Kejutan!!

2 Komentar

Aku suka kejutan. Perasaan yang meluap-luap sesaat setelah kekagetan itu berlangsung membuat semangatku pun ikut meluap. Dan menunggu, apakah lagi kejutan yang hendak disampaikan waktu padaku.

Setiap tahun, khususnya dihari-hari istimewaku, selalu ada kejutan yang mewarnai. Seperti sebuah kebiasaan. Dan aku menjadi hafal pada kejutan demi kejutan yang diberikan. Setiap tahun. Hingga aku merasa bahwa aku menginginkan kejutan lain.

Dan aku mulai merancangnya.

Mulanya dengan mengatakan bahwa aku tau, kejutan apa yang akan diberikan pada teman-temanku pada hari ulang tahunku 3 bulan lagi. Dan mereka mulai berbisik-bisik dibelakangku. Mungkin merencanakan kejutan lain yang belum terpikir olehku.

Mengatakannya juga kepada pacarku, yang belakangan seperti mulai merancang kejutan untukku. Beberapa kali telfon tidak diangkat, bahkan di-reject. Beberapa saat kemudian memelukku mesra, dan meminta maaf tentang telfon yang tidak diangkat. Hmm…kejutan sedang dirancang olehnya.

Dan hari-hariku akhirnya dimulai dengan bisik-bisik rekan kerja. Yang ketika aku bertanya, mereka hanya tersenyum canggung. Aku tau, apa yang kalian bicarakan. Bisik hatiku. Dan kemudian berlalu sambil tersenyum lebar. Ah, mereka memang menyayangiku. Terbukti, persahabatan yang terjalin ditempat kerja ini juga bisa mengikat perasaan kami. Tak hanya sebatas team work saja.

Bisik-bisik semakin berdengung dibelakangku. Ah teman, kejutan itu sebaiknya kalian bisikkan jauh dariku. Seminggu lagi, ulang tahunku. Dan aku masih belum tau, kejutan apa yang mereka rancang untuk meramaikan pertambahan usiaku. Begitupun kekasihku. Semakin dekat hari ulang tahunku, maka semakin sulit dia kuhubungi. Tapi tak apa. Aku tau, dia tak ingin merusak kejutannya untukku. Semoga kejutan kali ini, seperti yang aku harapkan. Sebentuk cincin pertunangan yang akan dia sematkan dijari manisku, tepat pada ulang tahun ke-4 hubungan kami yang tak selalu mulus. Ah, bahagianya jika itu yang benar terjadi.

Akhirnya, hari ini tiba.

Aku mengenakan pakaian terbaikku. Beruntung, kantorku tak mengharuskan karyawannya untuk mengenakan blazer atau pakaian kerja resmi. Maka, jadilah hari ini aku mengenakan gaun hitam terbaikku. Warna favoritku.

Didalam taksi aku menunggu, kejutan apa yang akan terjadi hari ini. Sepanjang jalan aku tersenyum. Pada pohon-pohon tanjung yang daunnya melambai ditiup angin pagi yang bercampur karbon. Pada asap kendaraan yang berwarna hitam-putih. Pada teriakan supir angkot dan jingle roti yang saling bersaing dengan klakson. Pada macet yang hari ini tak menggangguku sama sekali. Akan ada kejutan untukku hari ini.

Dan benar saja. Ketika aku tiba, seisi kantor menyambutku dengan petasan. Hahahaah… ternyata ini kejutannya. Petasan di pintu masuk kantor. Persis kawinan dengan adat betawi yang sering aku lihat di sinetron-sinetron di televisi. Tak itu saja, sebentuk kue tar bergambar wajahku dan lilin sejumlah 35 tahun menghiasi atasnya. Ah, usiaku. Bertambah dan membuatku bahagia karena begitu banyak orang yang menyayangiku. Perayaan berlangsung selama 45 menit. Pimpinan kantor menghadiahiku dengan jabatan baru, sebagai kepala divisi HRD. Ulang tahun yang sempurna. Ah, tapi ada yang belum membuatnya benar-benar sempurna. Berkali aku mencek ponsel-ku. Tapi belum juga ada pesan darinya. Kekasihku. Ah, barangkali dia akan menyempurnakan kejutan hari ini. Tak apa, pulang kantor nanti, aku yang akan langsung menghampiri dia dirumahnya. Aku tersenyum.

Menjelang  waktu pulang, sebuah pesan singkat masuk. Berdebar aku membukanya. Dari dia. Kekasihku. Yang akan memberikan kejutan hari ini. Berjanji untuk menjemputku 10 menit lagi. Tak sabar.

Sepanjang perjalanan berlalu dalam diam. Tapi aku tak berhenti tersenyum. Meyakini bahwa kejutan kali ini benar-benar spesial.

Dan benar saja. Kejutan kali ini benar-benar spesial.

Sebuah cincin melingkar di jari manisnya. Cincin pertunangan. Ikatan perjodohan dari orang tuanya.

“Tapi aku tak suka kejutan ini,” ucapku. Kemudian membuka pintu mobil yang sedang melaju kencang.

Gathering Nulis Buku dan NBC Medan

3 Komentar

Setelah cerita tentang behind the story of gathering nulis buku, kali ini saya mau cerita tentang Gathering Nulis Buku dan NBC Medan bersama Ollie dan Ika Natassa. Setelah segala kepanikan karena peserta yang datang tidak memenuhi quota yang seharusnya (50 peserta) dan hanya setengahnya yang hadir, acara itu berlangsung juga. Nggak mengurangi asiknya acara juga kok. Karena, Mba Ollie dan Mba Ika tetap semangat untuk berbagi tips menarik tentang menulis.

How To Write In 30 Days – Ollie

Tantangan Mba Ollie kepada seluruh peserta yang hadir. Diharapkan, kami setelah mengikuti gathering ini terpacu untuk bisa men-setting waktu untuk menulis. Apalagi kalau bisa menjadwalkan menulis dalam 30 hari menjadi 1 buku. Wuih. Itu pasti lebih hebat lagi. Padahal, mengingat draft-draft tulisanku yang teronggok dalam folder dan berdebu itu, jadi malu.

Mba Ollie share tips menulis

Padahal, menurut tips yang diberikan oleh Mba Ollie, kita tetap harus menulis walaupun sedang tidak mengikuti project atau deadline menulis. Dan akan lebih baik lagi kalau kita membuat target waktu dan setia pada deadline. Karena MENULIS ITU YG PALING PENTING! @salsabeela #gatheringNBCMEDAN. Dan Mba Ollie juga dengan baik hati membagi slide hari itu di slide share.

 

 

Just Write What You Know – Ika Natassa

Mba Ika Natassa yang kebagian sesi kedua membagikan tips nya dengan sangat santai. Sambil duduk, mba Ika mulai bercerita tentang prosesnya menulis buku. 2 buku pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia, proses penerbitannya dilakukan dari Medan. Via email. Kesibukannya sebagai banker di salah satu Bank Swasta Terbesar di Indonesia nggak memungkinnya untuk bolak balik Medan – Jakarta sesuka hati. Maka, bergantung penuh pada koneksi internet, dua bukunya terbit dari Medan. Bukan tanpa tujuan, mba Ika cerita tentang ini adalah untuk mengingatkan, bahwa dari kota manapun kita (meskipun jauh dari ibukota negara) kita tetap bisa menerbitkan buku. No matter what.

Gaya santai mba Ika Natassa bercerita tentang proses kreatifnya

Dan untuk yang sibuk bekerja, dengan waktu yang 9 to 5, hobi menulis tetapi nggak sempat riset, mba Ika menyarankan untuk “Just write what you know!” Karena dia sendiri, tokoh-tokoh di novelnya selalu yang berhubungan dengan banker, tentu saja karena profesi mba Ika juga seorang banker. Dia juga sempat bercerita tentang John Grisham (My Favorite Writer) adalah seorang Pengacara, itu sebabnya hampir seluruh buku-bukunya bercerita tentang pengacara dan dunia hukum (A Time To Kill, The Client, The Pelican Brief and more). Maka, jika kita memang tak sempat untuk melakukan riset, “Just write what you are, and make it fiction!”. Lalu, ada sebuah tips lagi, mba Ika menyebutnya “anchor event”. Anchor event adalah tentang sebuah peristiwa penting dan berkesan dalam hidupmu, lalu tuliskan. Ah tips yang cocok untuk kuli seperti saya yang memang masih harus bertanggung jawab dengan segala urusan client itu. :)

Ah iya, satu lagi pesan mba Ika. Jangan jadikan menulis itu sebagai BEBAN. Just let it flow. Mudah-mudahan kita akan bisa menulis dengan baik. Dan bisa menerbitkan buku best seller juga. *Amiiiinnn….*

Gathering yang menyenangkan. Pengalaman luar biasa. Bertemu penulis-penulis best seller, mendapatkan tips menulis semoga memacu peserta yang hadir untuk bisa terus menulis dan konsisten untuk tetap menulis (terutama saya).

Gallery Peserta Gathering Nulis Buku dan NBC Medan Bersama Ollie dan Ika Natassa

 

 

Ketika Firmware Error pada Ubuntu 10.10

2 Komentar

diambil dari sini http://www.mazumam.web.id/

SiS adalah chipset yang luar biasa untuk Linux, khususnya Ubuntu. Jika kita menginstall Ubuntu pada chipset Intel, jarang menemukan kesulitan untuk install hardware-nya. Karena Intel pada Ubuntu akan langsung mengenali hardware-nya di Ubuntu dan sejurus kemudian, taadaa… kita langsung bisa bermain-main di terminal, install sesuka hati bahkan bikin pameran di Compiz-nya. Tapi, jangan harap itu bisa terjadi pada laptop atau komputer yang berchipset SiS.

Dan Axioo tercinta saya, yang memang ber-chipset SiS (thank God!) selalu bermasalah kalau urusannya adalah Upgrade Ubuntu. Seperti kali ini, ketika akhirnya mulai install ulang lagi Ubuntu 2 bulan yang lalu, langsung bermasalah dengan wifi dan monitornya. Berkat bantuan Hengky, Technical Support terhebat di kantor, masalah wifi selesai. Dan setelah mencari tau lewat ahlinya melalui Google, tampilan monitor sesuai dengan aturan yang berlaku.

Tapi, ketika saya ingin mendownload beberapa aplikasi untuk melengkapi Ubuntu 10.10, Maverick Meerkat saya yang luar biasa ini, terjadi error. Berulang kali saya coba install beberapa program, hasilnya sama. ERROR. Program tak terinstal dengan sempurna. Saya tak langsung mencari tau. Mendiamkannya beberapa saat, sampai akhirnya gemas sendiri.

Dan hari ini, thanks to Uncle Google, saya mencari tau, apa yang terjadi dengan chipset SiS saya. Kenapa setiap kali saya install program selalu muncul pesan error.

dpkg: error processing firmware-b43legacy-installer (--configure):
 subprocess installed post-installation script returned error exit status 1
configured to not write apport reports
                                      Errors were encountered while processing:
 firmware-b43-installer
 firmware-b43legacy-installer
E: Sub-process /usr/bin/dpkg returned an error code (1)

Ok, baiklah. Kali ini harus serius. Saya mulai mencari-cari dan akhirnya sampai disini. Forum yang berisi tentang masalah yang sama. Saya telusuri satu persatu, dan akhirnya ada yang memberikan solusi.

  • Pertama, uninstall firmware-b43-installer dan firmware-b43legacy-installer.
  • Restart.
  • Kemudian install firmware-b43-lpphy-installer.
  • Pada daftar Debian Package, pilih Squeeze.
  • Ketika paket Squeeze muncul, pilih/klik : dep: wget
  • Dan akan diantarkan ke halaman http://www.gnu.org/software/wget/
  • Pilih http://ftp.gnu.org/gnu/wget/ pada bagian Downloading
  • Dan silakan download wget versi terbaru. Ketika memperbaikin ini versi yang saya download adalah wget-1.12.tar.gz

Oke, kita sudah mendownload file-nya dalam bentuk tar.gz. Selanjutnya adalah giliran meng-ekstraknya dan menginstall filenya. Harap maklum kalau kali ini postingnya agak panjang dan membosankan.

  • Login ke root melalui terminal
  • Masuk ke Folder tempat kita mendownload file wget-1.12.tar.gz tadi.
  • Lalu ekstrak file tersebut
    root@weirdaft-N-A:/home/weirdaft/Downloads# tar xvzf wget-1.12.tar.gz
  • Kemudian masuk ke folder wget-1.12
  • Lakukan konfigurasi dengan mengetik
    root@weirdaft-N-A:/home/weirdaft/Downloads# ./configure
  • Kemudian, mulailah menginstall wget tersebut
    root@weirdaft-N-A:/home/weirdaft/Downloads# make install
  • Reboot
  • Coba mulai mendownload program

That’s it. Saya mulai mendownload beberapa program dengan Ubuntu Software Center dan Alhamdulillah berhasil menginstall program tanpa error pada firmware lagi.

Selamat mencoba

WW

Install VGA SiS 771/671 di Ubuntu 10.04 Lucid Lynx

11 Komentar

Akhirnya, setelah mendapat info dari berbagai tempat di “blue nowhere” ini, akhirnya saya beranikan diri untuk upgrade Ubuntu Jaunty Jackalope saya ini menuju sebuah tampilan ungu Ubuntu Lucid Lynx. Terlepas dari apakah tampilan monitor saya akan bermasalah atau tidak, terlepas dari apakah saya akan mencoba membiasakan diri selama beberapa hari dengan tampilan resolusi yang sebesar layar tancap, saya nekad-kan diri untuk meng-click upgrade pada Update Manager ubuntu Jaunty saya.

Saya mulai pada jam 11 lebih sedikit. Dengan asumsi bahwa upgrade ini memakan waktu yang cukup lama (pernah ada pengalaman upgrade Karmic Koala selama 6 jam lebih), akhirnya saya membiarkan laptop dan modem speedy saya menyala sampai pagi :D

Dan akhirnya memang benar seperti prediksi saya. Jam 7 lewat 20 menit keesokan paginya, Jaunty Jackalope saya berubah warna dari violet ke ungu menjadi Lucid Lynx. Dan seperti biasa, karena VGA saya berbasis SiS, dan harus menginstall drivernya karena Linux susah mengenali driver SiS secara otomatis, maka untuk sementara saya iklaskan dulu menggunakan Linux baru saya dengan tampilan resolusi 800×600 :P

Berkali-kali saya googling mencari bantuan dari para pakar Linux, untuk mengecilkan resolusi monitor saya yang sebesar gajah ini (lebayyy…), dan berkali-kali juga saya cuma berputar-putar di terminal dan reboot tanpa hasil.

Dan malam ini, setelah pulang kerja yang kehujanan, dilanda rasa penasaran yang masih menumpuk, akhirnya saya mulai lagi mendeteksi ulang, kesalahan apa yang saya buat ketika saya berulang kali gagal mengikuti langkah-langkah dari ubuntu forums. Satu persatu saya ulang lagi dari awal.

Ketika sampai pada pesan VESA BIOS Extensions not detected, saya kembali mengutak atik Sypnatic Package Manager dan mencari VESA BIOS. Saya bertemu dengan grub-pc dan memperbaiki grub yang memang membuat saya menemukan banyak pesan error yang memberitahu bahwa Ubuntu tidak bisa mounting hard disk saya secara normal. Lalu saya ikuti lagi satu persatu langkah-langkah dari ubuntu forums, termasuk memperbaiki plymouth-nya.

Oke, VESA terdeteksi, tapi resolusi tak berubah sama sekali. Saya googling lagi dan menemukan ubuntu geek. Saya perhatikan satu persatu kalimat demi kalimat dan akhirnya menemukan satu pesan yang membuat saya bisa tersenyum lagi.

Pablo Ignacio says:

If after doing this your screen resolution is a mess yet, then you should do this:

~# sudo gedit /etc/X11/xorg.conf

And check in the device section if you have configured the correct driver:

Device

Driver “sis671″

If you don’t, then change it. It’s a detail, just then it worked for me.

Saya masuk ke gedit, mengganti

Driver “fbdev” dengan “sis671″.

Lalu masuk ke terminal dan mengetik

reboot

Menunggu beberapa detik, dan akhirnya resolusi Axioo TVW intel celeron saya ini normal juga. Malah, kalau sebelumnya pada Jaunty Jackalope hanya bisa sampai pada resolusi 1024 x 768, kali ini malah lebih keren. LCD Axioo saya bisa mencapai resolusi 1280 x 800. Keren juga.

tampilan setelah diperbaiki

So, thanks buat para pakar di blue nowhere yang benar-benar membantu saya menormalkan tampilan resolusi layar pada Ubuntu Lucid Lynx saya. *menjura*

PS : blue nowhere diambil dari istilah seorang hacker di novel Jeffery Deaver – Blue Nowhere

My First KUBUNTU

1 Komentar

logo2Virus menghajar komputer kantor yang sengaja saya setting dual boot. Semua cara dilakukan untuk menyelamatkan OS-nya Bill Gates. Tapi memang tak terselamatnya. Jadi satu-satunya cara harus diinstall ulang. Dan setelah back up data-data yang memang urgen (termasuk semua master software untuk lab), akhirnya diintall ulang lah OS-nya Bill Gates itu. Dan resikonya adalah, UBUNTU JUGA HILANG TOTAL!

Dan Ubuntu-nya juga mesti diinstall ulang. Rrrrgghh….VIRUS!!! Itu sebabnya saya mulai malas melakukan transfer data antar media fisik kalau pakai XP, rentan virus, meskipun saya sudah pasang SMADAV terbaru yang memang terus update. Dan akhirnya, hari ini saya putuskan untuk menginstall ulang Ubuntu.

Ah, tapi bosan juga ya pakai Ubuntu. Biarpun saya belum terlalu mahir, terpikir untuk mengganti distro. Akhirnya pilihan saya jatuh ke KUBUNTU, hehehe…masih satu keluarga juga. Lagipula bulan lalu saya dapat kiriman gratis KUBUNTU 9.04 dari Belanda. Kenapa nggak dicoba aja hari ini di komputer kantor. Dan mulailah tadi saya langsung install KUBUNTU.

Pada dasarnya sih, karena masih satu keluarga dekat dengan Ubuntu, cara install-nya juga nggak beda. Jadi nggak susah, karena saya sering install Ubuntu. Setelah instalasi selesai, agak kaget juga dengan hasilnya. Karena KUBUNTU basic nya KDE, maka tampilan desktopnya juga jauh lebih keren dari Ubuntu, itu menurut saya ya. Dan agak kagok juga menggunakan KDE ini. Saya pernah sih, pakai KDE sebelumnya, waktu komputer Arif diinstall SuSe yang juga berbasic KDE. Tapi itu juga cuma beberapa kali. Selanjutnya saya lebih akrab dengan Ubuntu yang berbasic GNOME, dan akhirnya memang menurut saya lebih gampang pakai GNOME daripada KDE yang agak ribet ini. Tapi bukan berarti saya nyerah, nggak lah. Ini baru dimulai nih.

Selesai instalasi, yang pertama sekali dicek adalah wireless-nya. Karena memang dari awal saya kenalan dengan linux, memang selalu VGA dan wireless yang jadi masalah buat saya. Tapi karena komputer kantor ini pakai Intel untuk VGA dan chipsetnya, jadi nggak masalah. Saya juga tinggal mengaktifkan wireless-nya aja.

Application –> System –> Hardware Drivers
dan pilihan wireless-nya juga udah langsung ada disitu, karena saya pake Dlink 520, maka udah tertulis “Alternate Atheros madwifi drive”, dan langsung klik Activate.
Beres, wireless udah aktif. Selanjutnya tinggal cari sinyal wireless yang aktif.

Di taskbar-nya ada icon Network Management, saya klik aja langsung disitu, dan klik di sinyal yang aktif. Dan muncul kalimat “notification from network management”. Udah, saya langsung bisa cari tau soal KUBUNTU ini di google.

Saya belum tau apa-apa nih soal KDE ini, karena terbiasa pakai GNOME jadi kok ngerasa lebih gampang di GNOME ya, daripada KDE. Tapi gak apalah, di laptop saya masih setia pakai UBUNTU dan di komputer kantor saya pakai KUBUNTU, jadi saya bisa tau sekaligus soal KDE dan GNOME. Yang jelas, harus belajar lagi lah, biar nggak mesti install ulang kubuntu karena file yang ada terhapus :D

pengen banget bisa bilang “Go Open Source”, tapi karena saya juga masih dualisme, saya cuma bisa bilang, “I Wish I Can Go Open Source” :D

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.