About Bernard Bear

Tinggalkan Komentar

Belakangan, setelah pulang kerja hiburan saya sebelum dan sesudah Upin dan Ipin adalah Bernard Bear. Beruang lucu yang punya tampang tolol banget. Pemarah, usil, periang dan kadang punya segudang ide yang jarang berhasil. Setiap kali melihat animasi pendek ini, selalu bisa membuat saya tertawa. Tampang tololnya yang jail dan ide-idenya yang selalu mengejutkan yang kadang nggak akan terpikir oleh siapapun selalu bisa membuat saya tertawa. Dan tuan muda juga. It’s one of our favourites.

Tapi, biarpun Bernard pemarah, gampang marah banget (kayak saya, persis :P ), dia tetap saja beruang lucu yang terkadang bisa seenaknya mengusili banteng yang jauh lebih pemarah dari dia. Atau, dengan pintarnya menjebak si Zack the lizard yang mencoba mencuri lukisan monalisa dari museum tempatnya bekerja sebagai petugas keamanan, atau dengan begitu baiknya menyelamatkan seekor anak burung yang baru belajar terbang.

Bernard Bear diciptakan oleh perusahaan animasi dari RG Animation Studios dan EBS Productions dari Korea, BRB Internacional S. A dari Spanyol dan M6 Metropole Television dari Prancis.

Bernard sudah memasuki season ke 3 dengan 156 episode. Dan seperti animasi pendek lainnya, Bernard hanya bisa dilihat setiap 3 menit. Tapi itu sudah cukup buat saya untuk menenangkan otak yang jenuh akibat pekerjaan dari pagi hingga sore.

Dan itu membuat saya berpikir, kapan ya animator di Indonesia punya ide secemerlang seperti animator Upin-Ipin dan Bernard Show. Membuat tontonan yang lebih membumi, mendidik dan jauh dari kesan berfantasi dan bermimpi.

Kami merindukan tayangan yang bermutu di televisi Indonesia. Bukan sekedar sinetron sampah dan pemberitaan video porno yang di blow up sehingga semakin mengundang penasaran abg dan anak-anak dibawah umur untuk mencari tahu dan akhirnya melihatnya.

Garuda Di Dadaku

Tinggalkan Komentar

garuda1Ini adalah tentang bagaimana bermimpi dan  mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Segala hal didunia ini terjadi diawali oleh mimpi. Dan mimpi seorang Bayu, bocah kecil kelas 6 SD adalah bermain bola dengan lambang Garuda tersemat di dadanya.

Untuk mewujudkan mimpinya itu ternyata tak gampang. Pak Usman, kakek Bayu sudah memvonis bahwa sepakbola bukanlah pilihan tepat untuk masa depan cucunya. Tak peduli bahwa darah dan bakat sepakbola Bayu diwariskan langsung oleh ayahnya yang juga mantan pemain sepakbola. Untuk membuat Bayu melupakan cita-citanya, Pak Usman mengikutkan Bayu ke sejumlah les pelajaran dan bakat. Tapi darah dan bakat tak bisa menipu. Buat Bayu, sepakbola tak lagi sekedar cita-cita, tak hanya sekedar mimpi, tapi tujuan hidupnya. Bersama Heri sahabatnya dan Bang Dulloh, supir Herry dibantu Zahra, anak perempuan yang mereka kenal melalui situasi yang tak biasa, Bayu berlatih disebuah kuburan tua untuk membuatnya mendapat beasiswa di sebuah SSB melalui jalur beasiswa dan itu akan semakin dekat menuju impiannya untuk bermain di Tim Nasional Indonesia, dan mengenakan seragam dengan lambang Garuda di dadanya.

Film ini premiere hari ini, serentak di seluruh kota. Sejak film nasional mulai bangkit, sangat jarang kita jumpai film-film yang berkualitas seperti ini. Film Indonesia terakhir yang aku tonton adalah Laskar Pelangi. Wajah Emir Mahira yang badung, Aldo Tansani yang cerdas, Maudy Kusnaedi yang mantan Zaenab :D , Ikranegara dan Ramzi membuat film ini begitu segar ditonton. Dan Ramzi, two thumbs up for him.

Scene yang mengharukan buatku adalah ketika Bayu harus mengemas satu demi satu barang-barangnya yang berhubungan dengan sepakbola ketika kakeknya harus terbaring di rumah sakit, anfal, karena melihat cucu satu-satunya ternyata mewarisi bakat ayahnya. Itu membuatku teringat, ketika harus mengubur impian dan cita-citaku untuk menjadi dokter karena ketiadaan biaya. Dan, satu hal yang sama sekali tak boleh dilupakan. Bahwa anak-anak seperti anak panah. Ketika dilepaskan dari busurnya, itulah saatnya mereka menentukan jalan hidup dan keinginannya sendiri. Karena itu adalah hak anak-anak untuk menentukan apa yang mereka inginkan.

Sepertinya para capres dan cawapres, para anggota legislatif harus menonton film ini dan mengambil maknanya. Bahwa, nasionalisme dan idealisme harus dikedepankan ketika mengelola negeri ini. Dan seperti tamparan keras kepada kita semua, ketika Pak Johan menolak untuk memalsukan umur meski diiming-imingi uang. Lebih baik menjadi naif daripada berlaku munafik. Seperti inilah yang diharapkan bangsa ini tentang manusia-manusia yang akan memegang tampuk pemerintahan di Indonesia. Dengan bekerja keras tanpa pamrih, penuh rasa nasionlisme dan idealisme yang tinggi untuk membuat Indonesia lebih maju dan menuju cita-cita bangsa.

Senang rasanya melihat film Indonesia bermutu yang memberikan kesan puas ketika selesai menontonnya, dan menyisipkan banyak sekali pesan untuk penontonnya. Satu lagi, bikin merinding ketika melihat semangat di Gelora Bung Karno.

Jadi, film ini adalah salah satu film wajib tonton untuk seluruh keluarga Indonesia. Karena semangat nasionalisme mestinya tak pernah luntur, dan sematkan selalu Garuda dalam setiap dada kita.

Salute!!

lihat seluruhnya di sini

Tentukan Takdirmu

Tinggalkan Komentar

” This is our destiny.”

Itu kalimat penutup yang diucapkan Jamal Malik ketika akhirnya bertemu Latika, cinta pertamanya diakhir film Slumdog Millionaire yang akhirnya bisa aku nikmati juga.

Film yang benar-benar menyentuh. Menampilkan sisi lain dari sebuah bentuk perjalanan nafas dan bumi bernama kehidupan.  Sisi yang tak pernah tersentuh olehku, jauh dari bayanganku. Tentang perjalanan takdir.

Mungkin di Indonesia sendiri kita pernah melihat film seperti ini di Daun Diatas Bantal, yang juga menampilkan perjalanan hidup anak jalanan. Hidup yang begitu keras yang harus mereka jalani. Bagaimana bertahan dalam kehidupan yang tidak mudah ini. Tapi, Slumdog Millionaire menampilkan lebih dari itu. Tentang bagaimana meyakinkan kita bahwa “hidup memang benar-benar pilihan”.

Berjalan dalam kerasnya kehidupan jalanan menjadikan sepasang saudara menempuh jalan yang berbeda. Ada begitu banyak pilihan didunia ini, tapi  pilihan yang berlaku untuk mereka hanya sedikit. Pilihan itu hanyalah, mengikuti alur kerasnya hidup dijalanan dengan arti menjadi bagian dari kekerasan itu, atau memilih untuk menghindar dan mengambil jalan lain, menjadi seseorang yang jauh lebih baik.

Dipersimpangan jalan itu, akhirnya Jamal Malik dan Salim memutuskan untuk berpisah, menempuh takdir yang mereka pilih. Salim memutuskan untuk terjun dalam kerasnya hidup, menjadi anggota Mafia India, tapi Jamal memutuskan untuk hidup dijalur baik-baik. Dan seorang perempuan, Latika, jugalah yang membuat mereka berpisah.

Dalam pencariannya pada Latika, cinta sejatinya, membawa Jamal duduk di sebuah kursi panas Who Wants To Be Millionaire. Sebuah kuis yang memberikan hadiah puluhan juta rupee jika peserta bisa menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh presenter.Jamal tak pernah tertarik pada uang. Dia menjadi peserta kuis itu hanya ingin agar Latika melihatnya, karena dia tau bahwa Latika menyukai kuis itu.

Latika, perempuan yang dijumpainya ketika dia masih kecil. Sampai akhirnya keadaan membuat mereka harus berpisah. Bertahun kemudian, Jamal tak bisa melupakan Latika, malah terus mencarinya. Pertemuan pertama mereka setelah terpisah ternyata bukan berakhir bahagia. Karena Salim yang kemudian memutuskan untuk menjadi anggota Mafia merebut paksa Latika dari Jamal. Dan hal itu membuatnya harus pergi.

Ketika Jamal berusia 18 tahun, hidupnya mulai lebih baik. Tapi tetap, tak bisa melupakan Latika. Dia bekerja sebagai Office Boy disebuah perusahaan call center. Disela-sela pekerjaannya, sebuah kesempatan datang untuk mencari saudaranya. Dan akhirnya mereka bertemu. Dengan membuntuti Salim, akhirnya jamal berhasil bertemu lagi dengan Latika, yang ternyata sudah menjadi istri dari bos Salim yang Mafia.  Tapi kali ini, Jamal tak mau menyerah. Tak akan menyerah untuk melepas cintanya yang sudah didepan mata.

Pertemuannya dengan Latika diketahui suami Latika dan Salim yang kemudian menyembunyikan Latika ke luar kota. Jamal tak putus asa. Kalau dia tak bisa mengetahui dimana Latika, dia harus membuat Latika tau dia ada dimana. Dan kemudian Who Wants To Be Millionaire menjadi jalan keluarnya.

Perjalanan hidupnya yang sulit membuatnya secara mengejutkan mampu menjawab hampir semua pertanyaan yang diajukan. Tapi presenter kuis merasa bahwa Jamal melakukan kecurangan dan kemudian dia memanggil polisi. Jamal diinterogasi, kemudian keluarlah seluruh cerita tentang hidupnya, tentang bagaimana dia bisa menjawab setiap pertanyaan itu. Akhirnya, setelah mendengar pengakuannya, Jamal diijinkan pulang dan mengikuti kuis lagi. Angka sudah mencapai 10 juta rupee. Tinggal satu pertanyaan lagi, maka hadiah utama akan dibawa pulang. 20 juta rupee.

Film ini bercerita tentang jangan pernah menyerah pada takdir. Memang, Tuhanlah yang menentukan takdir manusia sejak awal penciptaan dan masa kelahiran. Tapi, perjalanan takdirlah yang membuat kita sampai pada tempat kita sekarang. Perjalanan takdirlah yang membuat hidup ini menjadi penuh warna dan dunia ini menjadi begitu ramai.

Hidup ini adalah tentang pilihan, bukan keinginan (seperti kata seorang kawan). Kita punya banyak sekali keinginan yang begitu ingin kita capai dalam hidup. Berusaha keras untuk mencapai keinginan-keinginan itu. Tapi, terkadang kita berada jauh dari keinginan itu. Tak jarang memang ada yang berhasil mencapai keinginannya, tapi tetap tidak bisa sesempurna keinginannya. Selalu saja ada kurangnya.

Dan takdir, kendati pun Tuhan sudah menciptakan itu sebagai garis tangan kita, perjalanan takdir masih bisa kita ubah. Kita bebas menentukan pilihan untuk terus, belok kiri atau belok kanan untuk mencapai takdir kita. Kita boleh berjalan dari arah manapun, karena pada akhirnya takdirlah yang menentukan segalanya. Jangan pernah menyerah. Selama kita masih bernafas, selalu ada celah kosong yang bisa kita lewati untuk menentukan langkah kita, untuk meraih takdir yang kita inginkan. Jangan pernah berhenti. Karena hidup adalah pilihan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.