Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Tentang Penampilan

Ada yang masih ingat tentang cerita Alm Bob Sadino yang disangka tukang sampah oleh calon pegawainya sendiri? Dan itu terjadi hanya karena Alm. Bob Sadino sedang memunguti sampah dengan pakaian yang sederhana. Kalau masih belum tau, bisa baca ceritanya disini.

Tapi, mungkin memang, sampai menjelang berakhirnya tahun 2015 ini, penampilan masih menjadi faktor utama ketika kita menilai seseorang.

Bukan begitu?

 

Nugget Tahu 

Saya adalah emak-emak pekerja yang sok ribet setiap pagi. Tapi dengan bayik 2 tahun lebih yang Alhamdulillah nggak bermasalah dengan nafsu makan bikin saya nggak bisa cuek. Jadilah saya tiap pagi harus masak khusus buat Yash. Sesekali saya stok nugget atau sosis di freezer, jadi kalau memang lagi buru-buru agak tertolong. Tapi belakangan saya baca kalau bahan makanan terutama daging olahan berpengawet itu adalah salah satu penyebab kanker, bikin saya mikir-mikir lagi untuk beli dan stok daging olahan pabrik.

Sebagai emak-emak masa kini (((MASA KINI))) yang berkawan akrab dengan Google, saya mencari-cari tau gimana caranya bikin daging olahan yang mudah dan bisa disimpan untuk beberapa waktu.  

Akhirnya bertemulah saya dengan bermacam-macam blog yang memuat banyak sekali berbagai macam resep untuk nugget. Minggu lalu saya berhasil membuat nugget ayam yang tahan disimpan di freezer selama seminggu. Dan minggu ini saya mencoba membuat nugget tahu berdasarkan beberapa resep yang saya modifikasi sedikit. 

Untuk nugget tahu, cara membuatnya seperti ini :

3 buah tahu besar dihaluskan

250 gr udang dibuang kulitnya dan dicincang halus

2 batang wortel diparut

1 batang daun bawang diiris

3 siung bawang merah + 3 siung bawang putih dihaluskan.

4 butir telur ayam

3 sdm tepung terigu

Semua bahan dicampur dan diaduk rata. Kalau sudah tercampur rata semuanya kukus lebih kurang 15-20 menit. Sesudah matang, angkat dan dinginkan. Potong sesuai selera dan gulingkan diatas telur lalu balur dengan dengan tepung panir. Simpan didalam freezer.

Jadi deh nugget tahu ala ala. Lumayanlah buat pemula. Resep aslinya sih pakai ayam, tapi balik lagi ke sesuai selera masing-masing.

Saya sendiri memang jarang masak, kecuali buat makan Yash aja. Kalau buat ayahnya Yash sih sesuai request aja pengen dimasakin apa. Karena masih tinggal bareng ayah saya, soal makan sehari-hari kita dimasakin sama adik saya yang tinggal serumah. Ternyata memasak itu asik juga ya. 

Sekarang sih lagi ngumpulin resep-resep. Biar nanti ketemu ide lagi buat masakin Yash minggu depan. 

    
 

Tentang Crossposting

Disadari atau tidak, pengguna internet akhirnya akan memiliki akun di beberapa social media. Apakah social media yang seragam ataupun berbeda. Ketika muncul salah satu social media baru, maka netizen akan mengamankan akunnya pada media sosial baru tersebut.

Yang kemudian menjadi masalah adalah, dengan adanya akun di beberapa media sosial, malah justru akan membuat sampah akun semakin banyak. Karena tak jarang, ketika pada awalnya niat kita adalah menyelamatkan akun yang menjadi brand kita, ujung-ujungnya media sosial tersebut tidak akan terurus seluruhnya. Tak jarang, dari 5 akun di media sosial yang berbeda, kita hanya akan bertahan pada satu atau dua akun saja. Sisanya, tidak aktif dan menjadi sampah akun.

Kemudian, solusi  masalah muncul. Kita bisa membagikan posting langsung ke beberapa media sosial dengan hanya menuliskannya pada satu saja dari media sosial tersebut. Crossposting. Fasilitas untuk melakukan lintas posting ini memang disediakan oleh hampir semua media sosial, termasuk blog. Contoh, dengan posting sebuah foto di instagram, maka kita juga sekaligus bisa membagikannya ke banyak sosial media sekaligus dengan sekali klik saja. Maka, seluruh media sosial kita akan mem-posting foto yang sama.

Apakah kemudian fasilitas crossposting akhirnya menjadi sebuah solusi? Bagi sebagian orang mungkin iya. Apalagi tipe orang pemalas macam saya yang lebih suka menyelamatkan akun daripada memeliharanya. Tetapi, bagi yang lainnya, mungkin saja crossposting itu menjadi sangat mengganggu. Ketika kita berteman dengan satu orang di hampir semua media sosial yang kita ikuti, lalu kemudian posting tersebut muncul pada semua media sosial tersebut, mungkin akan membuat kita bosan dengan posting yang itu itu saja. Sehingga, kemudian kita tergerak untuk unfriend atau unfollow dan hanya berteman pada satu atau dua akun saja. Tentu saja itu akan menjadi masalah. Masyarakat kita belum terlalu pintar untuk menyikapi bahwa dunia maya tak seharusnya dibawa-bawa ke dunia nyata. Kita kadang berpikir, bahwa unfriend di media sosial, maka akan berperkara di dunia nyata. Padahal, alasannya hanya karena kita malas melihat sebuah posting yang sama pada banyak media sosial sekaligus.

Maka, cara saya untuk menyikapi crossposting yang mungkin bisa mendatangkan masalah bagi teman-teman di media sosial, saya akan menyaring mana posting yang kira-kira akan saya bagikan secara bersamaan, mana posting yang seharusnya hanya muncul pada satu akun saja. Dengan begitu, semoga saya tidak membuat teman-teman saya menjadi bosan berteman dengan saya di media sosial.

GoJek, Welcome To Medan

Akhirnya, GoJek yang fenomenal di ibukota negara tercinta ini menyambangi Medan juga. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Medan mungkin salah satu target untuk menjadi tempat beroperasinya GoJek ini.

Dengan begitu beragamnya moda transportasi di kota Medan, banyak orang yang pesimis dengan perkembangan GoJek di kota Medan ini. Sebagai pengguna jasa transportasi umum, saya termasuk salah satu yang mempertimbangkan untuk menggunakan GoJek disamping angkot dan becak motor. Tetapi, isu tentang belum ada ijin terkait dengan beroperasinya GoJek dan juga rasa kuatir  akan tidak diterimanya GoJek dari para supir angkot dan pengemudi becak motor, sambutan masyarakat Medan akan GOJek ini tidak sama seperti sambutan kawan-kawan di ibukota yang antusias dengan adanya GoJek sebagai salah satu jasa transportasi alternatif.

Tetapi, dengan semangat agar tidak ketinggalan atas aplikasi yang sedang kekinian, juga nggak mau kalah dengan Badia yang bahkan sudah mencoba untuk memesan dan menggunakan GoJek, akhirnya hari ini saya mulai meng-install aplikasi ini juga di smartphone saya. Dan mulai dilakukan uji coba untuk menggunakan aplikasi GoJek.

Sebenarnya sih belum sampai pada tahap pemesanan. Hanya melakukan pemeriksaan, apakah daerah kantor dan kampus, tempat tujuan saya sehari-hari sudah masuk dalam Location GoJek. Lalu, kemudian saya mencoba untuk menginput lokasi sekarang yaitu daerah kantor dan lokasi tujuan yaitu daerah kampus. Dengan jarak sekitar 5 km, total kerusakan yang harus ditebus jika saya akan menggunakan GoJek hanya sebesar Rp. 12.000,-. Ini memang lebih mahal 7000 daripada naik angkot. Tetapi, jauh lebih murah daripada kalau saya menggunakan becak motor. yang biasanya kalau jarak dari kantor ke kampus akan menghabiskan sekitar 30ribu sampai 40ribu rupiah.

Nah, dengan diketahuinya jarak, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali berangkat dengan GoJek, boleh juga nih sekali waktu, kalau saya nggak diantar jemput si abang suami, atau kalau saya nggak bawa kendaraan ke kantor, saya juga pesan jasa GoJek, seperti Badia.

Ah iya, semoga kalau nanti saya jadi pesan dan naik GoJek, nggak khilaf. Kemudian peluk pinggang dan pas turun malah cium tangan abang GoJeknya

Tentang Hari Ulang Lahir

Postingan ini tentu saja telat. Postingan yang terlambat. Karena hari ulang tahun saya terlewat beberapa hari. Tapi, lebih baik telat dari pada tidak sama sekali, bukan ? Bukaannnn!!!

Akhirnya saya menyentuh angka itu juga. 30 something, yang akhirnya dipertegas juga dengan rambut perak yang mulai menunjukkan eksistensinya helai demi helai. Rambut perak yang nggak saya cabut kalau nggak mengganggu sama sekali (baca : gatal).

Bersyukur atas limpahan rahmat dan berkah umur yang Allah berikan kepada saya. Berharap segala langkah yang akan saya jalani akan membawa kepada kebaikan dan kebahagiaan, bersama Yash dan ayahnya, Insya Allah.

Beberapa hari sebelum hari lahir saya datang, ayahnya Yash bertanya, “Mau dibeliin apa buat ulang tahun nanti?” Saya cuma jawab dengan senyum. Boro boro dibeliin kado, dari pacaran sampe ulang tahun kemaren, kelewatan terus. Malah pernah salah tanggal :D Makanya saya nggak berharap banyak dari ayahnya Yash.

Tapi, beberapa hari kemudian, tepat jam 00:00, waktu saya masih download materi kuliah, si ayah masuk, mengucapkan selamat ulang tahun, sambil cium ubun-ubun saya. Untungnya kemaren itu saya abis keramas. What a big surprise ini sih :D Pertama kalinya ini dalam sejarah kami, tepat waktu; tanggal dan jamnya.

Ah, nikmat apalagi yang hendak saya dustakan ? Apa yang harus saya keluhkan dari hidup saya yang luar biasa ini? Dikarunia begitu banyak kebaikan dan kebaikan. Maka, seharusnya saya meluangkan waktu lebih banyak untuk mensyukuri hidup, bukan mengeluhkannya.

Mengutip kalimat yang saya post di salah satu media sosial saya, “tentang 30 sekian ini, yang bikin saya menerima dengan iklas rambut putih yang mulai menampakkan diri. Sadar bahwa dalam bilangan angka, jarak saya dengan masa muda selangkah lebih jauh sekarang. Tapi, buat saya, kemudaan tak hanya terletak pada angka, tetapi juga pada jiwa dan pikiran. Tua itu pasti, sedangkan dewasa adalah pilihan. Maka, saya memilih untuk belajar menjadi dewasa menghadapi segala yang ada didepan. Belajar dewasa menghadapi Yash yang juga bertumbuh besar. Belajar dewasa untuk selalu mendampingi suami tercinta”.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.469 pengikut lainnya