Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Test, Ujian, atau apapun itu

Seharusnya, test, ujian, kuis atau apapun itu dalam dunia pendidikan atau pekerjaan, tak menjadikanmu manusia curang.

Karena sesungguhnya, kelak kita tak bisa mencurangi hidup ketika ujian pada kehidupan akhirnya mendatangi dan menghempas hidup kita tanpa ampun.

Berlaku jujur memang tak mudah, tetapi seharusnya tak sesulit itu pula.

Akhirnya sebuah kejujuran memiliki arti penting, ketika akhirnya kita mampu menghadapi kehidupan ini dengan kepala tegak dan sebenar-benarnya hidup.

Jika untuk sesuatu yang seharusnya mudah saja kita tak mampu berlaku jujur, maka kita akan dengan mudah untuk membuat jalan keluar dengan segala cara. Apapun itu. Bahkan ketika kita harus menyikut dan menikung orang lain.

Saya tak sedang ingin berceramah. Tak sedang ingin menilai.

Hanya sekedar mengingatkan. Kepada diri sendiri.

Bahwa ujian adalah lebih dari sekedar mendapatkan nilai bagus.

Itu saja.

 

Tentang perubahan jadwal

Hari pertama semester ini, dan saya kebagian masuk kelas malam, yang selesai sekitar jam 21.45. Praktis saya meninggalkan rumah sedari jam 8 pagi sampai jam 10 malam.

Emak-emak macam apa saya ini yang menghabiskan lebih dari 12 jam diluar rumah.

Tapi, saya memilih untuk melakukan ini, dengan ijin suami tentunya. Beliau memahami keinginan saya untuk kegiatan yang membutuhkan waktu diluar rumah.

Lalu, Yash? Kesayangan saya yang dengan terpaksa harus saya tinggalkan dengan tantenya. Setelah libur semester sebulan lebih ini, Yash terbiasa dengan jadwal pulang saya dari kantor jam 5 sore. Paling telat jam 6 sore Yash sudah ketemu saya. Setiap pagi sebelum berangkat saya terbiasa menyuap sarapan untuk Yash. Gitu juga waktu makan malam.

Tapi hari ini mendadak jadwalnya berubah. Sampai jam makan malam, saya masih di kampus.

Pulang tadi  adik saya bilang, Yash ngamuk. Nggak mau disuapin. Manggil-manggil saya. “Mau Amah”, katanya.

Duh, nak. Maaf. Jadwal kita berubah drastis ya nak, semester ini. Semoga Yash nanti terbiasa dengan perubahan ini.

Maafin Mah, masih belum bisa jadi ibu yang baik buat Abang.

Tentang Penampilan

Ada yang masih ingat tentang cerita Alm Bob Sadino yang disangka tukang sampah oleh calon pegawainya sendiri? Dan itu terjadi hanya karena Alm. Bob Sadino sedang memunguti sampah dengan pakaian yang sederhana. Kalau masih belum tau, bisa baca ceritanya disini.

Tapi, mungkin memang, sampai menjelang berakhirnya tahun 2015 ini, penampilan masih menjadi faktor utama ketika kita menilai seseorang.

Bukan begitu?

 

Nugget Tahu 

Saya adalah emak-emak pekerja yang sok ribet setiap pagi. Tapi dengan bayik 2 tahun lebih yang Alhamdulillah nggak bermasalah dengan nafsu makan bikin saya nggak bisa cuek. Jadilah saya tiap pagi harus masak khusus buat Yash. Sesekali saya stok nugget atau sosis di freezer, jadi kalau memang lagi buru-buru agak tertolong. Tapi belakangan saya baca kalau bahan makanan terutama daging olahan berpengawet itu adalah salah satu penyebab kanker, bikin saya mikir-mikir lagi untuk beli dan stok daging olahan pabrik.

Sebagai emak-emak masa kini (((MASA KINI))) yang berkawan akrab dengan Google, saya mencari-cari tau gimana caranya bikin daging olahan yang mudah dan bisa disimpan untuk beberapa waktu.  

Akhirnya bertemulah saya dengan bermacam-macam blog yang memuat banyak sekali berbagai macam resep untuk nugget. Minggu lalu saya berhasil membuat nugget ayam yang tahan disimpan di freezer selama seminggu. Dan minggu ini saya mencoba membuat nugget tahu berdasarkan beberapa resep yang saya modifikasi sedikit. 

Untuk nugget tahu, cara membuatnya seperti ini :

3 buah tahu besar dihaluskan

250 gr udang dibuang kulitnya dan dicincang halus

2 batang wortel diparut

1 batang daun bawang diiris

3 siung bawang merah + 3 siung bawang putih dihaluskan.

4 butir telur ayam

3 sdm tepung terigu

Semua bahan dicampur dan diaduk rata. Kalau sudah tercampur rata semuanya kukus lebih kurang 15-20 menit. Sesudah matang, angkat dan dinginkan. Potong sesuai selera dan gulingkan diatas telur lalu balur dengan dengan tepung panir. Simpan didalam freezer.

Jadi deh nugget tahu ala ala. Lumayanlah buat pemula. Resep aslinya sih pakai ayam, tapi balik lagi ke sesuai selera masing-masing.

Saya sendiri memang jarang masak, kecuali buat makan Yash aja. Kalau buat ayahnya Yash sih sesuai request aja pengen dimasakin apa. Karena masih tinggal bareng ayah saya, soal makan sehari-hari kita dimasakin sama adik saya yang tinggal serumah. Ternyata memasak itu asik juga ya. 

Sekarang sih lagi ngumpulin resep-resep. Biar nanti ketemu ide lagi buat masakin Yash minggu depan. 

    
 

Tentang Crossposting

Disadari atau tidak, pengguna internet akhirnya akan memiliki akun di beberapa social media. Apakah social media yang seragam ataupun berbeda. Ketika muncul salah satu social media baru, maka netizen akan mengamankan akunnya pada media sosial baru tersebut.

Yang kemudian menjadi masalah adalah, dengan adanya akun di beberapa media sosial, malah justru akan membuat sampah akun semakin banyak. Karena tak jarang, ketika pada awalnya niat kita adalah menyelamatkan akun yang menjadi brand kita, ujung-ujungnya media sosial tersebut tidak akan terurus seluruhnya. Tak jarang, dari 5 akun di media sosial yang berbeda, kita hanya akan bertahan pada satu atau dua akun saja. Sisanya, tidak aktif dan menjadi sampah akun.

Kemudian, solusi  masalah muncul. Kita bisa membagikan posting langsung ke beberapa media sosial dengan hanya menuliskannya pada satu saja dari media sosial tersebut. Crossposting. Fasilitas untuk melakukan lintas posting ini memang disediakan oleh hampir semua media sosial, termasuk blog. Contoh, dengan posting sebuah foto di instagram, maka kita juga sekaligus bisa membagikannya ke banyak sosial media sekaligus dengan sekali klik saja. Maka, seluruh media sosial kita akan mem-posting foto yang sama.

Apakah kemudian fasilitas crossposting akhirnya menjadi sebuah solusi? Bagi sebagian orang mungkin iya. Apalagi tipe orang pemalas macam saya yang lebih suka menyelamatkan akun daripada memeliharanya. Tetapi, bagi yang lainnya, mungkin saja crossposting itu menjadi sangat mengganggu. Ketika kita berteman dengan satu orang di hampir semua media sosial yang kita ikuti, lalu kemudian posting tersebut muncul pada semua media sosial tersebut, mungkin akan membuat kita bosan dengan posting yang itu itu saja. Sehingga, kemudian kita tergerak untuk unfriend atau unfollow dan hanya berteman pada satu atau dua akun saja. Tentu saja itu akan menjadi masalah. Masyarakat kita belum terlalu pintar untuk menyikapi bahwa dunia maya tak seharusnya dibawa-bawa ke dunia nyata. Kita kadang berpikir, bahwa unfriend di media sosial, maka akan berperkara di dunia nyata. Padahal, alasannya hanya karena kita malas melihat sebuah posting yang sama pada banyak media sosial sekaligus.

Maka, cara saya untuk menyikapi crossposting yang mungkin bisa mendatangkan masalah bagi teman-teman di media sosial, saya akan menyaring mana posting yang kira-kira akan saya bagikan secara bersamaan, mana posting yang seharusnya hanya muncul pada satu akun saja. Dengan begitu, semoga saya tidak membuat teman-teman saya menjadi bosan berteman dengan saya di media sosial.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.534 pengikut lainnya