Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

kenapa harus dipaksakan?

Kadang-kadang aku nggak ngerti dengan jalan pikiran orang-orang yang sedang punya suatu hubungan katakanlah pacaran. Ada begitu banyak pemaafan dan pemakluman. OK, kalau itu bukan sesuatu yang prinsip yang masih bisa dimaafkan dan dimaklumkan, aku masih bisa menerima itu. Tapi kalau sudah begitu menyakiti, kenapa harus dipertahankan?

Dua hari yang lalu, Maya datang ke ruanganku dengan muka yang suntuk berat. trus curhat tentang Ade, pacarnya yang amat sangat posesif terindikasi selingkuh dengan mahasiswa dari fakultas yang sama dengan Ade tetapi berbeda jurusan. Dengan dalih hanya berhubungan seperti abang kepada adik. Bah, apa masih ada hubungan seperti itu jaman sekarang ini? Sama sekali tak bisa dipercaya. Lalu, didepanku Maya telfon perempuan yang kerap dipergoki jalan bareng ade oleh kawan2 Maya, dan Maya nangis ketika meminta penjelasan dari perempuan itu.  Didepanku yang udah kayak orang bingung. Dan ini adalah kali kedua Ade seperti ini. Have an affair di tahun ketiga pacaran mereka. Tapi, brengsek!!! Sorenya, mukanya udah sumringah lagi, sambil cerita kalau itu cuma salah paham doang. Dan Ade juga udah minta maaf dan menjelaskan semuanya. WHAT THE HELL!!!!!!!!!!!

Lalu besoknya, artinya kemarin, Maya cerita kalau salah satu mahasiswaku sedang nangis di pendopo, disamping parkiran. karena pacarnya Ari ternyata tak pernah bisa lupa dengan mantannya 4 tahun yang lalu sementara mereka udah jalan cukup lama. Dan ketika aku pulang, ambil motor di parkiran, masih aku dengar suara Reni yang menangis dan ditenangkan teman-temannya.

Dan tadi sore, ketika aku memulangkan CD ROM dan kabel data ke ruangan Fachrid, aku lihat wajah Reni udah sumringah lagi, sama seperti wajahnya hari kamis kemarin ketika aku memberikan kuis Pengantar Komputer di kelas mereka, dan ketika itu dia duduk disebelah pacarnya.

Bener-bener gak bisa dimengerti. kenapa sih perempuan selalu saja memaksakan sesuatu yang mestinya harus sejak lama mereka selesaikan? kenapa ada begitu banyak maaf dan pemakluman ketika kesalahan yang terjadi sudah begitu besar dan bertumpuk-tumpuk? Dan apakah saat ini aku juga sedang berkubang dalam maaf dan pemakluman juga? Ada apa dengan cinta? kenapa jadinya harus seperti ini? membingungkan!!!

Iklan

One response to “kenapa harus dipaksakan?

  1. maureen80 22 November 2008 pukul 8:00 pm

    ahk, selalu saja perempuan ini gampang banged di rayu dengan kata-kata…
    anehnya, pria selalu punya kemampuan untuk menaklukkan kaum yang lemah ini.. 🙂
    salam kenal…

    yup itulah yang sering terjadi dgn ku sbg tmpt curhat mereka. tapi, tiap kali dikasih solusi, ujung2nya ceritanya masih cinta…tp tiap kali disakiti nangis2 didepanku. bikin bingung aja. apa memang perempuan diciptakan dengan sejuta maaf dan maklum? aneh…. 😀
    salam kenal kembali maureen….terima kasih sering berkunjung 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: