Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Should I answer YES? And YES, I’ve got confuse

Pembicaraan ini masih diseputar hal yang sama. Dan memang benar kata bang Toga, penolakan itu memang dianggap gila dan aneh untuk beberapa temanku. bahkan adikku sendiri. Stigma bahwa perempuan diatas 25 mendekati 28 tahun rentan dengan julukan perawan tua,  masih lekat dibenak tiap orang di Indonesia ini. Tapi sekali lagi, what’s wrong being single, masih itu alasanku yang terucap untuk komentar-komentar tentang keanehanku itu.

Siang tadi, pertanyaan itu terlontar lagi dari dia. tentang,

“Gimana? Udah dipikirkan soal married?” Dan dengan ekspresi yang aneh aku terdiam beberapa saat. Nggak ngerti harus menjawab apa.

Kalau ada yang bertanya apakah aku sayang dia, jawabannya tentu saja ya. Aku sayang dia. Mungkin mencintainya. Dan itu tersadar setelah 2 bulan resmi menyebut hubungan pertemanan itu berubah menjadi pacaran. Sebelumnya, aku pikir ini cuma perasaan yang numpang lewat saja. Karena aku memang tak pernah menyebutnya jatuh cinta. Tapi  kesandung. Belum benar-benar jatuh. Tapi kali ini, sepertinya memang jatuh cinta. Yup. Right. Apakah karena Semoga yang dengan manis dia lantunkan dari gitarnya untukku ditengah malam itu? Mungkin. Tapi lebih daripada itu, dia memang pantas dicintai, karena dia mencintai aku. Itu saja.

Pagi tadi, ketika tak sengaja bertemu bang Sulis, teman kuliahku dulu yang sekarang jadi guru Komputer di STM Yayasan yang sama tempat aku bekerja, dia sempat bertanya tentang perkembangan hubunganku dengan dia. yang memang pernah aku ceritakan. Dan katanya, aku perempuan beruntung, karena bukan aku yang meminta untuk dinikahi, tapi dia yang meminta aku untuk menikah dengannya. Nggak taulah. terlalu banyak hal yang ingin aku lakukan sebelum menikah. sebelum berlabel istri seseorang.

Dan lagi, dia memintaku untuk menikah dengannya. Adduuhh….what should I do now? Perasaan ini, debar ini, selalu untuknya. Tapi menikah dengannya, bisakah? Disaat aku sedang bersemangat dengan tiga pekerjaan yang saat ini sedang aku lakukan. Saat aku sedang bersemangat untuk berencana sekolah lagi. Saat aku keranjingan age of empire dan travian setiap hari di komputer kantor disela-sela pekerjaanku; membangun bangunan demi bangunan dan meningkatkan sumber daya untuk membuat pasukan, diantara persiapan bahan mengajar untuk mahasiswaku. Lalu menikah? game macam apa pula ini?

Pertanyaannya adalah, apakah memang benar dia jodohku yang Allah tetapkan untuk menemani perjalanan hidupku. Yang memang Allah berikan pada saat yang indah dan tepat? Yang memiliki tulang rusuk penopang tubuhku? Dia kah? Yang akhirnya aku akan menyerahkan hidupku untuk dipimpin seseorang. Diakah imamku?

Aku perlu istikharah…

Iklan

One response to “Should I answer YES? And YES, I’ve got confuse

  1. maureen80 30 November 2008 pukul 1:57 am

    hmmhhh… emg ini juga bukan ajang coba2 kan sista?? semoga kamu bisa membuat pilihan yang tepat…

    good luck dehh sista…

    yup, keputusan sekali seumur hidup. harus gitu sist. tp blom tau lah, still got confused. dijalani ajalah dulu, klo emang jodoh insya Allah g bakalan kemana2. toh klo emang tulang rusukku dia yg punya, lari kemana jg bakalan balik lg ke dia. gitu jg klo tulang rusuk ini bkn punya dia, diusahain gimana jg klo emang bukan ya g bakalan jadi.
    gitu aja lah mikirnya…. 😀
    thanx sist buat doanya ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: