Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Meet the Friends

Kamis kemarin, Aulia, aku dan Yanthie conference di Y!M. bukan kebetulan mungkin, tapi memang berjodoh. dengan sinyal wireless yang putus sambung, akhirnya aku tau kalau Aulia akan back to Medan jum’atnya (artinya kemarin).

Dan Jum’at kemarin datang jugalah Aulia. Ketemu di musholla kampus, setelah aku selesai Zhuhur dan dia mau ke toilet. Waduuh…ini anak,,,,makin subur aja badannya….

And after that,,,,,teknologi dimanfaatkan. telfon teman2 yang bisa ketemuan hari ini di kantin kampus. Dengan terpaksa aku pun meninggalkan Bu Darmeli yang masuk lab hari itu. Di kantin, mbak Dian udah nunggu ternyata. ngobrol seru, lalu Roni datang dan kemudian Ade melengkapi. Eh, tapi bisa dibilang nggak lengkap jugalah. ini belum semuanya. Tapi, begini saja, berkumpul kembali 5 pemberontak kampus angkatan 2000 udah cukup bikin birokrat kampus yang sedang makan siang berkali-kali melihat ke meja kami. mungkin pikir mereka, “Apalagi nih yang mau dibikin pengacau ini ngumpul lagi di kampus.”

Hehehehe…jadi ingat jaman dulu. Setiap kali kami berkumpul, buka forum di kantin, pasti ujung-ujungnya aku dan Aulia dipanggil pihak fakultas. mencari tau, gerakan apa yang akan kami buat di kampus, apalagi yang mau kami kacaukan di kampus. Perubahan apalagi yang kami buat dikampus. Dan ujung-ujungnya, kegiatan apapun yang akan kami buat selalu dicekal…huahahaha….subversif. mungkin itu yang selalu ada dipikiran mereka. melihat kami berkumpul (lagi), seolah menebar ketakutan akan apa langkah yang akan kami buat. Padahal, hey, para bapak dan ibu, kami sudah menyandang gelar alumni 4 tahun yang lalu. Apalagi yang kami inginkan selain kemajuan kampus tercinta??? Apalagi aku dan mbak Dian direkrut untuk jadi pengajar dan bekerja di kampus. Apalagi yang ingin kami kacaukan, selain ingin melihat junior kami bisa berguna di masyarakat? Tenang sajalah,,,tak ada yang ingin kami kacaukan selain merombak Ikatan Alumni yang kami lihat sarat dengan kesalahan…hehehe….but wait, ini juga bukan mengacau. Ini sebuah perbaikan… Tugas ikatan alumni kan untuk merangkul seluruh alumni yang tersebar diseluruh Indonesia dan mungkin seluruh dunia. Jadi, kalau aku yang didalam kampus aja tidak terangkul, gimana mau merangkul seluruh alumni diluar sana???

Kenapa setiap pertemuan kami, yang dicap pemberontak (padahal kami membawa angin segar perubahan di kampus yang dulunya sarat birokrasi itu) selalu dicurigai akan membuat sebuah kekacauan?? Come on, open your mind bapak dan ibu yang kami hormati. Kalau kami nggak bikin kacau 5 atau 6 tahun yang lalu, kampus gak akan seramai waktu itu.

Lihat, betapa berbedanya suasana kampus 5 atau 6 tahun yang lalu dengan suasana kampus sekarang. Dulu, mahasiswa yang masuk ke kantin, bukan seperti mahasiswa sekarang yang cuma sekedar untuk makan, ngegosip gak penting, ngecengin mahasiswa fakultas laen (kakak kelas atau  adek kelas), pamer cantik, kaya atau ganteng, pamer gadget terbaru. Dulu, kami, mahasiswa 5 atau 6 tahun yang lalu ketika masuk kantin adalah mengerjakan tugas, diskusi tentang matakuliah yang rumit, diskusi tentang kegiatan yang akan dan sedang dilaksanakan, bahkan rapat untuk kegiatan kampus juga di kantin. begitu intelektual suasana kampus saat itu. di setiap sudut, selalu ada mahasiswa yang pegang buku, diskusi atau sekedar menyalin tugas (hehehe…). Tapi sekarang,,,,,tak ada lagi kan suasana itu yang akan bapak/ibu temui di kampus sekarang?

Ayolah, mengakulah, bahwa meskipun kami pemberontak, tapi angkatan 2000 jauh lebih berkualitas kan?? Ayolah, mengakulah…tak perlu malu.

Hahaha…terlalu narsis mungkin. tapi mau apalagi, memang itu kenyataannya. Kalau sekarang, bapak dan ibu melihat begitu banyak perbedaan yang terjadi. Sangat jarang dijumpai mahasiswa yang berbuat intelektual disini. Kampus bak arena peragaan busana yang memamerkan jajaran perempuan yang berpakaian seperti berada di mall. Pakaian yang menampilkan bentuk badan dan membuat laki-laki menahan nafas. Ini kenyataannya sekarang. Tak bisa dipungkiri. Itu yang terlihat sekarang.

Coba lihat, pak, bu, apakah masih ada mahasiswa yang berpakaian seperti saya dulu, yang tak pernah mempedulikan apakah saya akan terlihat cantik atau tidak. Dengan jeans yang robek dilutut, kemeja yang oversize, sepatu kets yang mungkin sudah 3 bulan tak tersentuh air kecuali kehujanan, ransel besar yang berisi buku, tugas, catatan kuliah, proposal dan bukan peralatan make up, duduk dikantin dengan kawan-kawan sambil mengerjakan tugas, menyalin catatan kuliah, diskusi, merencanakan kegiatan kampus, rencana demo, rapat kegiatan, bahkan berdebat. Masih adakah??? Jawabannya pasti tidak. Kalaupun ada, sangat jarang sekali.

Buat mereka, proses belajar hanyalah ada didalam kelas atau di lab komputer, lab kimia dasar atau lab elektronik.  Tapi buat kami, proses belajar ada disetiap sudut kampus. Kantin, sekretariat organisasi, lorong kelas, tangga, pinggir lapangan bola, pinggir lapangan basket, taman kampus, bangku beton dibawah pohon asam, parkiran,  pendeknya, disetiap sudut kampus. Dan kami mendapat banyak pelajaran tidak hanya dari bapak dan ibu dosen, tapi dari diskusi dengan kawan-kawan sejurusan, sefakultas bahkan seuniversitas.

Yakinlah, bahwa ketika kami dengan begitu kurang ajarnya menggoyang birokrasi kampus yang begitu kaku, bukan karena kami ingin merusak tatanan kehidupan kampus yang berjalan normal. Tapi kami ingin perubahan yang lebih baik untuk seluruh mahasiswa. Bahwa apapun yang kami lakukan dulu, tak lebih karena kami mencintai almamater kami dan merasa bangga berada didalamnya, berproses didalamnya, tumbuh menjadi manusia dewasa bersama teman-teman kami, belajar berorganisasi, belajar menghargai pendapat orang lain dan belajar berpendapat, belajar menentukan sikap dan arah hidup, belajar mencintai dan dicintai. Begitu banyak yang kami dapatkan sehingga kami bisa menjadi manusia yang seperti anda lihat sekarang. Apapun yang akan kami lakukan nanti, tak lebih karena kami mencintai almamater kami dan ingin agar para junior kami juga mencintai almamater ini seperti cinta kami dan merasa bangga berada didalamnya, tumbuh, kembang dan berproses didalam almamater tercinta.

Jadi, jangan pernah lagi curigai kami seperti ini.

Karena kami memang bukan pemberontak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: