Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Hari Untuk Para Ibu

Buat Emak dan Kak Purnama

Selamat hari Ibu hari ini. Mungkin Emak dan Kak Purnama tak bisa merayakan ini secara fisik lagi. Tapi, bagaimanapun, hari ini juga buat kalian. Yang tak akan pernah terganti.

Sejak kalian tak ada, rumah berjalan seperti biasa. Ayah, aku, Lei, abang dan wawa yang sekarang juga sudah punya ibu lagi baik-baik saja. Tak ada yang perlu dikuatirkan. We can handle this. Insya Allah.

Apakah kiriman-kiriman kami sampai? Semoga, malaikat tak pernah alpa mengirimkan kiriman yang kerap kami titipkan pada mereka. Selalu. Semoga bisa menikmati kiriman kami dengan bahagia disana. Tak ada yang kami inginkan, selain kalian berdua, berdampingan disana dan selalu berbahagia.

Setiap hari ini tiba, selalu menyisakan perih untukku. Bukan, bukan karena aku menyesali bahwa kalian sudah meninggalkan kami tanpa tanda, tanpa pesan. Bukan itu. Hanya, betapa aku menyesali bahwa aku tak pernah cukup membuat Emak bahagia. Membuat Emak merasa bangga akan aku. Tapi, aku harap Emak memaklumi keterbatasanku, kebandelanku, ketidakpedulianku ketika itu. Tapi, aku tetap sayang Emak sampai kapanpun. Karena buatku, Emak tak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun. Dan aku selalu yakin, bahwa langkah apapun yang aku ambil sekarang, Emak masih bisa melihatku disana, dengan senyum dan pemakluman, karena Emak benar-benar mengenalku.

Menjadi anaknya, menjadi bagian dari hidupnya adalah sebuah anugerah yang tak terhingga yang Allah berikan padaku. Mentakdirkanku tumbuh dalam belai kasih sayangnya, adalah hal yang sebenarnya tak pantas aku dapatkan, mengingat tingkahku yang selalu membuatnya merasa sedih. Maaf Mak, maaf. Aku berterima kasih pada Allah yang 28 tahun yang lalu menitipkanku dalam rahimnya, dan Emak mencintaiku dengan seluruh hidupnya. Tak berkurang meski kemudian adikku juga muncul dalam hidupnya.

Ah Emak, bahkan aku diwisudapun Emak tak hadir. Padahal Emak tahu betapa aku sangat ingin mempersembahkan gelar yang 4 tahun lalu aku dapatkan itu hanya untuk Emak yang tak pernah bosannya meyakinkanku bahwa keterbatasan yang kami miliki saat itu tak akan pernah membuatku gagal menjadi sarjana. Emak yang meyakinkanku bahwa aku bisa. Dan Emak juga yang membuatku meneruskan ini, ketika semangat untuk meneruskan apa yang Emak harapkan perlahan pupus ketika Emak pergi. Tapi, keinginan yang pernah Emak ucapkan dulu, terbukti sekarang. Benar-benar terbukti. Allah menunjukkanku jalan untuk meraih cita-cita yang Emak harapkan untukku dengan cara yang begitu berbeda, tak terduga dan menakjubkan.

Emak, terima kasih, beribu terima kasih untuk semua cinta yang Emak curahkan untukku, bahkan hingga hari ini. Terima kasih telah mempercayakanku sesuatu yang begitu Emak inginkan dari salah satu anak Emak dan mewujudkannya. Terima kasih telah menerima dan menjadikan aku anakmu. Terima kasih, karena memaklumiku.Terima kasih karena tak pernah menyesal menjadi ibuku. Terima kasih.

Untuk Emak dan Kak Purnama, Selamat Hari Ibu

Mencintai kalian

Aku

“Menulis ini diantara rasa perih dan tetes airmata”

Iklan

One response to “Hari Untuk Para Ibu

  1. Nesia! 24 Desember 2008 pukul 11:31 am

    kehilangan itu pasti perih. tapi masih jauh lebih perih kalau sama sekali tak pernah kehilangan, karena itu berarti dia tak pernah punya apa-apa, atau sesiapa yang berarti dalam hidupnya.

    yuk, senyum lagi 😉

    bener juga bang. setujulah dengan yang ini. karena sudah terlalu sering, jadi udah seperti kebiasaan, jadi ketika memiliki sesuatu selalu ingat bahwa kita gak akan punya itu selamanya. Jadi, masih bisa antisipasi.

    kalo sekarang, udah bisa senyum lagi lah, 🙂 walau agak sedikit perih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: