Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Tentang PLN & Telkom kita

Beberapa malam yang lalu, sambil membereskan meja telfon, aku lihat secarik kertas terlipat disamping telfon. Aku buka dan aku baca. Disitu tertulis begini.

PEMBERITAHUAN PEMUTUSAN SEMENTARA

Nama : Xxxxxxx                                No. Kontrak : 000000000000

Alamat : Jl. Xxxxxxx No. 1X            No. Gardu/Tiang : XX0000000

Rekening : 000000                             Mengenai bulan : X00 X0X0

Tarip / Daya : R1 / 900                      Jumlah : Rp. 000.000

Dengan ini diberitahutahukan dengan hormat bahwa pada hari ini aliran listrik di rumah/alamat saudara terpaksa diputus untuk sementara karena rekening listrik seperti tersebut diatas belum dilunasi pada waktu yang ditentukan.

Penyambungan kembali akan dilakukan apabila rekening tersebut serta biaya administrasi/keterlambatan dilunasi di Kas PLN setempat setiap hari kerja pukul 7.30 – 15.00; kecuali hari Sabtu pukul 08.00 – 11.30

Apabila sampai 2 (dua) bulan sejak tanggal surat pemberitahuan ini belum juga dilunasi, maka instalasi milik PLN akan dibongkar dan penyambungan kembali dapat dilaksanaka setelah Saudara menyelesaikan Biaya Penyambungan yang diperlukan sebagai Sambungan Baru (dikenakan BP Baru), serta tetap diwajibkan membayar rekening-rekening yang belum dilunasi.

PADA WAKTU MELAKUKAN PEMBAYARAN DIMOHON MENUNJUKKAN SURAT PEMBERITAHUAN INI KEPADA PETUGAS LOKET PEMBAYARAN

PT. PLN (Persero) Wilayah SU

Xxxxxx, 24 – 12 – 2008

Supervisor Pendapatan

EXXXX X. PXXXXXXU

Surat itu bertanda tangan dan berstempel.

Jadi, aku tanyalah ayahku, ini tunggakan sejak kapan? Berapa lama kita nunggak rekening ini? Muncul rasa bersalahku. Terlihat sekali aku tak peduli tentang ini. Masak untuk membayarkan rekening listrik aja aku sampai tak mau. Padahal dirumah ini Cuma kami bertiga. Aku, ayah dan adikku. “Belum ada sebulan. Jatuh tempo kan tanggal 20, ayah telat bayar, kelupaan. Tapi hari Jum’at tanggal 26 udah dibayar.”

Lah, jadi ini telatnya baru 4 hari??? Udah diancam PEMUTUSAN SEMENTARA???? Mungkin memang seperti ini kebijakan PLN ya. Pelanggan dilarang telat bayar, kalau telat bayar sanksinya pemutusan aliran listrik sementara. Tapi, kalau pada saat ingin membayar rekening listrik terjadi kerusakan jaringan komputer, padam listrik atau hal-hal tak terduga lainnya, mohon maafkan kinerja karyawan PLN. Begitu juga kalau PLN menerapkan pemadaman bergilir, harap dimaklumi karena ada perbaikan.

Bah, inilah Indonesiaku. Selalu saja keadilan tak pernah berpihak pada rakyat kecil.

Dan, sekarang soal Speedy-ku dirumah. Juni tahun depan akan jadi tahun ke-2 ku jadi pelanggan Speedy. Tapi, entah kenapa sepertinya Speedy tak seperti dulu lagi. Sudah 2 hari ini jaringan Speedy-ku tak bisa dipakai. Entah kenapa. Aku tanya Hafiz, yang ayahnya pegawai Telkom Divre I juga gitu. Sudah 2 hari ini kami tak bisa akses internet melalui Speedy di rumah. Jadi, untuk bisa memantau desa-desaku di Travian,  terpaksa mengandalkan internet kantor. Bah, itu sih cuma sampai, paling lama jam 6 sore. Dan hasilnya, sudah 2 pagi aku mendapatkan berita serangan yang mengakibatkan sumber dayaku dirampok dan pasukanku tewas dengan sukses. 😦

Laporan ke 147? Sudah, bahkan tanggal 29 kemarin, 3 kali aku telfon ke 147. Tapi yang dianjurkan adalah penanganan yang aku sudah tahu. Mematikan modem, lalu tunggu 10 sampai 15 menit. Masuk ke web admin. Coba di ping. Bah, aku tau prosedur seperti itu. Tapi, tindakan lanjutan mereka tak ada sama sekali. Terakhir aku telfon malam sekitar jam setengah 9, kata seorang petugas laki-laki (aku lupa namanya) mereka akan menghubungi teknisinya dan meminta no hp-ku. Aku pikir akan dihubungi, tapi sampai tadi malam jam 11, tetap belum tersambung juga.

Para operator Speedy? payah!! Keramahan jauh dari nada suara mereka. Bantuan yang diberikan, tak membantu sama sekali. Malah pernah, beberapa bulan yang lalu ketika kejadian seperti ini  terjadi,  pernah seorang operator yang menerima pengaduanku menutup telfonnya ketika aku sedang memberitahu kerusakan jaringan internetku. Telfonku DITUTUP, dan ketika aku mencoba untuk menelfon lagi, telfonku  TAK DIANGKAT. Padahal, setiap bulan aku harus menyisihkan Rp.  220.000,- untuk pembayaran rekening Speedy. Tapi, sepertinya uang sebanyak itu harus terbuang sia-sia. Karena dari 50 jam jatah yang mestinya bisa aku pakai, karena 2 hari tak bisa koneksi internet, aku jadi rugi.

Speedy, committed to you dan Speed that you can trust, sepertinya tagline mereka sudah tak cocok lagi.

Inilah Indonesiaku, dengan BUMN yang pelayanannya mengecewakan.

*keluhan catatan akhir tahun

Iklan

One response to “Tentang PLN & Telkom kita

  1. umar 16 Juli 2009 pukul 1:38 am

    Salah satu solusi untuk memperoleh layanan gratis bayar listrik, selama 5 tahun…mudah-mudahan meringankan beban anda..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: