Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Nice Day dan BMW X3

Pagi, suasana tak terlalu ramai, mungkin karena masih dalam suasana libur. Dan aku tidak libur. Mulanya agak mengutuk jugalah, secara banyak orang yang masih libur, eh ini malah liburnya dibatalkan. Tapi, waktu aku mengeluh soal ini ke Fahru, kawan chat-ku yang ada beribu kilometer jauhnya, dia malah bilang sesuatu yang membuatku serasa digetok kepalaku.

“Met kerja fren..haha…gak papalah…kan paling gak lu bs bsyukur gak perlu kerja diteror rudal kya di palestina…”

Dasar, memang tak pernah bisa bersyukur aku.  Fahru bener. Mestinya aku bersyukur masih bisa bekerja, dengan tenang, dikelilingi teman-teman yang asik-asik. Pekerjaan yang menyenangkan. Atasan kayak Ogenk yang bisa jadi kawan. Dan tempat aku bisa belajar banyak hal. Tak seperti saudara-saudara di Palestina, yang jangankan bekerja, untuk bernafas saja pun masih diancam dengan bom nuklir yang ditembakkan Israel k*par*t dengan tanpa rasa kemanusiaan. Jadi, walaupun week end, banyak orang masih libur dan jalanan sepi, tetap semangat.

Keluar dari rumah, sambil memanaskan mesin mio tercinta, aku lihat mobil impianku dari jauh. BMW X3. Gosh!!!! Seperti lihat laki-laki charming, bikin deg-degan. Langsung, aku ikuti X3 dari belakang sambil terus berdoa sepanjang jalan, “Ya Allah, semoga nanti aku bisa punya yang ini satu”.

Mungkin orang yang ada didalamnya juga heran, ada yang mengikuti dari belakang. Tapi bodo amat, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama  dengan simbol lingkaran berwarna biru putih itu. Sejak kapan aku sudah lupa. Yang jelas, BMW adalah merk mobil impianku. Apapun itu jenisnya. Sayang, ayah tak mau menukar Honda Accord ’82 tua miliknya dan diganti dengan BMW yang mungkin setua itu juga. Katanya, spare part nya agak susah dicari dan kalaupun ada harganya mahal. Bah, kalau begini, aku memang harus mulai menabung untuk bisa menuntaskan obsesiku yang satu ini. Ah semoga…

Di perempatan lampu merah, aku berhenti tepat dibelakangnya. hahaha…mupeng abissss…. Dan tak menjaga jarak, aku terus mengikuti sampai depan kampus, dan sayangnya aku harus belok. Didepan kampus, ketemu Ogenk, yang pas aku tunjuk ke arah X3, dia tertawa. Hehehehe….He knew well how much I love this X3.

Dan, BMW memang pantas jadi resolusi setiap tahunnya, sampai itu terwujud. 😉

Amiiinnnn….

Iklan

2 responses to “Nice Day dan BMW X3

  1. maureen80 7 Januari 2009 pukul 10:55 pm

    ati2 sista… awas nabraakk… tar repot urusannya… wk wk wk

    huehehehhe…..tenang aja….jaraknya lebih kurang 100 cm. soalnya udah mupeng kali
    hehehe…..

  2. deliastrawberry 9 Januari 2009 pukul 12:02 pm

    semoga ya mas….amin 🙂

    amiiiiinnnnnnnnnnnn……………….
    btw sis….hehehehe….saya bukan mas2 😀

    asli cewek :p

    sering2 datang, saya sediain kue2 nih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: