Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Everybody need somebody

Pagi, seperti biasa sampai kantor langsung nyalain komputer. Beresin ruangan, ngecek desa, trus sarapan. Selesai sarapan, beresin ruangan lagi. Ada yang masuk lab hari ini. sambil mempersiapkan ruangan, peralatan dosen yang mau mengajar, menyeduh kopi. Coffee morning, hal yang wajib. Walaupun harus diledekin setiap hari karena minum kopi, nescafe classic pula, bukan mix, tak pernah peduli. Pagi tanpa nescafe classic selalu kurang lengkap.

Sambil mencek kerusakan hardware yang mau di-anvraagh, tetap lihat desa, cek e-mail dan chat dengan beberapa teman dan browsing beberapa hal, Fahru teman chat yang sekarang sudah menjadi teman baikku telfon. Bertanya tentang i-pod dan i-tune. hehehe…. Terkadang buat dia aku ini seperti ensiklopedia berjalan. Karena, jauh-jauh dari satu kabupaten di Banjarmasin sana dia telfon sekedar untuk bertanya, “Wie, menurut lu Forrest Gump itu kisah nyata atau sekedar fiksi doang? karena disitu (dia menyebut suatu tempat) ada satu restoran yang bernama Bubba Shrimp, kan kayak perusahaan si Forrest kan.” Atau, “Eh Wie, siapa tuh aktor kulit hitam yang main di Collateral bareng Tom Cruise?” dan aku akan jawab “Jamie Foxx”. “Oh iya, iya deh, thanks yah.” Atau seperti tadi, “Wie, apa sih bedanya ipod sama mp3 biasa? gimana sih caranya nginstall i-tune di ipod?” hehehe…kalau dia tau yang ini masuk di sini, bisa ngamuk dia. Hehehe…sorry bro, but I have to. Heheheeee….

Dan kemudian bercerita tentang 2 orang perempuan yang saat ini sedang dekat dengan dia. Dan siapa yang akhirnya dia pilih untuk menjadi lebih dekat. Dan alasan-alasannya. Kami memang belum pernah bertemu sama sekali. Kontak selalu lewat e-mail, Y!M, sms atau telfon. Tapi, kami sering berbagi hal tentang hidup kami. Rahasia-rahasia kecil yang kadang tak terungkap pada orang lain, selalu menjadi mudah ketika masing-masing kami bercerita. Begitu juga dengan perempuannya dan tuan mudaku  *pinjam istilah bang toga 😀*.

Sampai akhirnya dia bertanya tentang tuan mudaku. “Jadi, gimana dengan si satria bergitar? Masih semangat ngajakin lu kawin?” Dan aku hanya akan menjawab, “Masih Rue,” sambil tertawa. “Dan lu masih tetap semangat juga buat nolak?” dan tawaku akan lebih keras dari yang tadi.

“Apa sih yang bikin lu berat?”

“Gw masih nyaman dengan safety zone gw. Dan gak tau gimana kalo ada orang yang masuk wilayah gw.” kataku.

“Nah , sekarang lu gimana sama dia?”

“So far gw baik2 aja. Tapi tetap, never trust anybody.” Dan dia akan tertawa mendengar tagline dari para don.

“Wie, seorang don juga akan mempercayai istrinya walaupun dia gak akan kasih tau semua hal yang dikerjakannya.” Dan giliran aku yang tertawa.

“Nggak tau lah Rue. Gw masih sangat nyaman dengan safety zone gw.Gw masih nyaman dengan hubungan yang sekarang. Justru gw gak bisa bayangin kalo dia sekarang ada disini. Atau gimana nanti kalau dia memang harus stay disini. Gw gak tau.”

“Tapi dengan berbagi safety zone dengan orang lain juga akan bikin kita lebih mandiri, honey.”

“Bukannya dengan sendiri kita akan lebih mandiri?”

“Tapi, everybody need somebody, hun.”

“Gw tau Ru.”

“Nah, lalu?”

“Gak taulah. Gimana jadinya. I’ll think about it.”

“Iya deh. Sori, gw harus balik kerja. Ingat pesan gw.”

“Pesan yang mana?”

“Everybody need somebody, ok.”

Dan aku terdiam ketika dia menutup telfonnya. I need somebody. Tapi sekarang? Aku nggak tahu. But, I know for sure that everybody need somebody.

Iklan

2 responses to “Everybody need somebody

  1. deliastrawberry 9 Januari 2009 pukul 11:26 am

    gw juga pernah ngerasa spt itu setahun yang lalu..emg enak sih..
    tapi ada saatnya kita butuh orglain disamping kita..
    salam kenal bro 🙂

    yup, tapi comfort zone itu menggoda sekali ya del. sangat. kalau sedang sendiri, rasanya duniaku tak akan terganggu. tapi temenku bener sih, everybody need somebody. mungkin, dan mudah2an aku segera sadar soal itu sista.

    salam kenal juga 😀
    thanks udah berkunjung 🙂

  2. Nesia! 19 Januari 2009 pukul 3:36 pm

    everybody need somebody… tp butuhnya untuk apa dulu? need somebody to fix my broken heart, need somebody else to serve me coffe… but nobody to enter and break my safety zone.

    :))

    When u really need it, ga usah disuruh2 jg, you’ll do hunting for it. but for now, don’t push urself to need somebody.

    Lama ga corat-coret di sini, huehehehe

    lama gak komentar, tapi sekali kasi komen waduuhh……ngena banget!!!

    I need somebody to serve coffee aja deh…hehehhee….
    to break and enter my safety zone…mmm…….I think later
    setelah saya merasa perlu berbagi safety zone.
    so far, I can share my nescafe classic with him
    hehehe…..

    thanks for coming again bang toga
    long time no see ….hehehehe…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: