Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Jika kau bertemu dia…

masih disini,, mencair dan menikmati..

Aku adalah gemuruh kegelisahan. Di kesunyian malam, saat seluruh makhluk diselimuti rasa kantuk, aku justru terjaga dengan sesekali meratap dan menatap. Gelap adalah teman setiaku dari waktu-waktu yang hilang.

Alarm jam pun berbunyi di pagi hari. Tak seperti biasaya lelaki itu bangun tak lama setelah sang matahari fajar menyembul di ufuk timur. Segera keluar kamar dan membuka semua jendela-jendela rumahnya, membiarkan hawa baru menerjangnya. Pagi itu terlihat begitu semangat sekali lelaki itu, seolah ada janji untuk pergi ke suatu tempat yang indah dan menyenangkan bersama teman-temannya.

Bergegas mandi lalu menyempatkan untuk membuat sarapan seadanya, telur mata sapi dan segelas teh manis hangat pun cukuplah untuk menambah cadangan semangatnya. Lelaki itu pun segera beranjak dari rumahnya dengan langkah pasti. Detik menit pun berlalu dan berlalu mengiringi perjalanan lelaki itu.

Dari satu tempat ke tempat yang lain ia singgahi walau untuk sejenak, tempat-tempat yang tak asing baginya pada waktu itu, tempat-tempat dimana ia akan terus mengenangnya, tempat dimana ia duduk menyendiri meratap dan menatap pada waktu-waktu yang telah dilewatinya, tempat-tempat dimana lelaki itu menyendiri untuk sekedar membunuh jiwa-jiwanya dan membunuh segenap perasaan yang tak layak lagi bersemayam di dalam dirinya, lalu meninggalkannya di tempat itu.

Dari tempat-tempat itu pun ia kembali untuk mengingatkan dirinya, bahwa ia pun pernah di atas pernah juga tersungkur, pernah dipuja pernah juga dimaki, pernah ditusuk dari berbagai sisi lalu bangkit melawan, pernah dibuang, dipungut lalu di buang lagi, pernah bahagia juga pernah dikecewakan oleh teman, kekasih, dan orang-orang terdekatnya. Namun semua itu hanyalah alur nasib yang berputar di dalam hidupnya.

Segalanya akan bisa menjadi baik jika kita tak saling menyakiti. Bukankah jalannya hidup menjadi mudah bila kita bisa saling melengkapi?. Apa pun yang sudah terjadi, bilakah kita harus merelakannya?. Memaafkan itu tak seberat memindah samudera, tak ada yang paling sempurna selain sang maha kuasa, dan semua terjadi atas kehendakNya.

Usai sudah perjalanannya hari itu. Susah, sedih, senang, dan benci biarlah ia simpan sendiri. Ia bisa menjadi kekasihmu. Ia bisa menjadi temanmu. Ia bisa menjadi musuhmu. Ia juga bisa menjadi sahabatmu. Lelaki itu pun kembali menuju arah untuk pulang. Tibalah waktunya untuk ia kembali menikmati secangkir kopi manis di tengah kenyataan yang pahit di sudut ruang keremangan senja.

Tersenyumlah bagaikan masa silam
Saat masa depan tak pernah terbayang
Hilang dalam lamunan

Tertawalah sebelum ditertawakan
semua ini hanyalah guyonan

Samarkan kenyataan
Sampaikan padanya
Aku masih di sini
Mencair…
menikmati…

*tulisan seorang kawan, yang sedang menikmati galau*

Iklan

3 responses to “Jika kau bertemu dia…

  1. an9el 13 Januari 2009 pukul 7:53 pm

    sungguh perjalanan hidup ini tak bisa di tebak..segala rasa pun hadir tanpa di undang 🙂

    salam kenal

    yup sist, meski kawan saya itu tak mengakui, tapi saya tau dia sedang patah hati…
    hehehe….tapi dia selalu ngeles….dia bilang “gw bukan patah hati, gw sedang galau..”
    hehehe…..

    salam kenal kembali
    thanx kunjungannya 🙂

  2. pembawa pesan 15 Januari 2009 pukul 2:31 am

    hmm.. kasian sekali lelaki itu..

  3. badboy 15 Januari 2009 pukul 2:36 am

    hmm.. kasian sekali lelaki itu..
    tak pernah berhenti berhara, walaupun dirinya tak tahu apakah semua harapannya itu bisa terwujud atau tidak.
    teruslah berharap..

    yup, teruslah berharap, karena dunia jg masih terus berputar karena harapan
    tapi, harus ingat untuk gak terlalu percaya dengan harapan 😀

    anyway, thanks for coming

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: