Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Kau, kesalahan yang terindah

Aku tau, mencintaimu adalah suatu kesalahan, membuat begitu banyak orang marah. Aku juga tak membantah, siapapun yang membeberkan betapa tak akan ada bahagia yang bisa kudapat darimu, dulu, kini, dan sampai entah.

Bertemu denganmu, sudah takdirku. Dekat denganmu, adalah pilihanku. Tapi kini, mencintaimu, sungguh di luar kendaliku, benar-benar diluar kendaliku.
Aku mencintaimu, bukan demi kebahagiaan dan kemudahan hidup, seperti yang mereka pikirkan. Tapi sungguh, karena tak bisa kutemukan siapapun yang lain, menjadi tempat rasa ini kuberikan.

Dan kalian, jangan lagi ingatkan aku, bahwa mencintainya adalah sebuah kesalahan. Aku sudah tau, terlalu tau.

Dan kamu, jangan lagi tanyakan aku, apakah seluruhku akan kuberikan. Aku pasti mau, terlalu mau. Karena aku mencintaimu, dengan segala yang ada, yang belum ada, dan yang akan ada pada diriku.

Tapi…
Setelah menaklukkan hatiku setunduk-tunduknya, jangan merasa telah memenangkan sesuatu, bisa saja, ini awal sebuah kutukan. Karena akan kubasmi siapapun yang menghalangimu dariku, walau dialah sebenarnya orang yang paling kau impikan.

Maafkan aku, tapi ini takdir yang harus kutuntaskan.
Karenanya, terimalah, dan cinta ini akan membuatmu menjadi ratu yang diagungkan. Tak ada pilihan, atau kau akan jadi korban, dari luapan api rasa yang tak bisa lagi kukendalikan.

Cinta, aku telah terbakar apimu, jangan biarkan aku sendirian. Mari ikut bersamaku menjadi abu, menabur di laut luas keabadian. Menemui genangan sejarah cinta yang terdahulu, dan menunggu arus kisah indah yang akan datang kemudian.

*(lagi) tulisan kegalauan seorang kawan*

Iklan

6 responses to “Kau, kesalahan yang terindah

  1. maureen80 15 Januari 2009 pukul 6:10 pm

    hmmhh… sebuah cinta yang sulit…

  2. weirdaft 15 Januari 2009 pukul 6:56 pm

    @maureen

    yup right. he loves she so much. jd, gak bisa gak harus bisa.
    memaksa, tapi katanya, dia tak bisa ke lain hati

    benar2 rumit sist

  3. safero 15 Januari 2009 pukul 11:28 pm

    yah, itulah cinta..
    cinta itu memang gila, kadang gak bisa dimengerti oleh kita sendiri.
    ikutin saja kata hati, kemana cinta kita ini akan kita bawa..
    karena hati tidak pernah salah..

    nampaknya kawan yg sedang galau tsb terlalu optimistis dgn cintanya itu..

    salam kenal

  4. weirdaft 16 Januari 2009 pukul 8:20 am

    @safero
    sangat optimis
    gak ada yg bisa bikin dia mundur
    gak bisa pindah kemana2 lagi

    thanks safero, kunjungannya

    salam kenal

  5. irvan 18 Januari 2009 pukul 10:41 pm

    cinta seperti kita menggenggam pasir jgn terlalu erat jgn terlalu renggang,, bawalah dngn tenang dan dngn perlahan lewat hati yg terdalam.
    cinta ini membunuhku,, cinta ini mencabik perasaanku,,

    setuju sih bro
    tapi menurut si empunya tulisan yg nitipin tulisannya, katanya sudah tak bisa ke lain hati
    ‘dia’ adalah ratu di hatinya, bagaimanapun
    tak bisa diganti dengan yang lain

    ntahlah,,,,sudah sebegitu tercabik, tetap tak mau kemana2

    cinta, dari dulu saya tak terlalu paham dengan ini

    salam kenal bro, thanx 4 visit

  6. Nesia! 20 Januari 2009 pukul 5:15 pm

    cinta emg kadang membuat membuat orang jadi bodoh. contohnya, liat aja temenmu yg buat tulisan itu…

    😛

    wekekekekekek….bisa ngamuk dia klo baca komen bang toga kyk gini…huehehehheehehehe,,,,

    sayangnya dia gak pernah peduli dibilang bodoh, tetap aja dia menganggap bahwa “dia” adalah ratu di hatinya..

    komen saya…..”BAAAHHHHH!!!!!!”

    hwhwhwhwhwhwhwhwh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: