Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Adab dan Sopan Santun yang Mulai Terlupakan

Sejak dari jaman SD dulu sampai perguruan tinggi, bahkan setelah bekerja setiap orang pasti selalu belajar dan menerapkan sopan santun. Sopan santun dalam berhubungan dengan orang yang lebih tua, yang lebih muda, guru, orang tua, teman bahkan orang yang tidak dikenal. Di pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (sekarang PPKN) selalu ditekankan tentang moral dan etika. Dipelajaran Agama juga ditekankan tentang Adab. Tapi seringkali kita lupa, apa etika dan kesopanan itu.

Dalam pertemanan, akrab atau pun tidak, nggak jarang kita lupa menerapkan tentang adab dan kesopanan. Semua hal bisa jadi bahan candaan. Kita sering lupa bahwa kawan kita yang paling dekat pun punya sisi sensitif.  Kita sering lupa bahwa kawan kita punya saat dimana dia tak bisa menerima candaan kita, bahkan yang paling jayus sekalipun. Tak jarang candaan kecil bisa menimbulkan sakit hati. Ketika kita ingin serius, dibecandain. Tapi ketika kita becanda malah dianggap serius. Hal-hal sepele seperti ini yang sering kita lupa. Kita anggap bahwa karena dia kawan kita, dia bisa terima apapun yang kita katakan, bahkan ketika kita ambil barang dia tanpa permisi. Atau permisinya setelah kita pakai barangnya.

Mungkin hanya sekedar sebatang rokok. Tergeletak pasrah sebungkus rokok yang masih baru diatas meja si kawan yang sedang keluar ruangannya. Lengkap dengan geretannya. Dan karena  dia kawan kita, kita pikir tak akan marah dia kalau kita lebih dulu membuka plastik pembungkusnya, mengambilnya sebatang dan membakar ujung rokok tanpa permisi. Tapi, siapa yang bisa tau. Ketika dia kembali lagi ke mejanya, menemukan sebungkus rokok yang baru dibelinya sudah dibuka dan hilang sebatang, dan dilihatnya kita sedang duduk dimeja kita dan menghisap rokok yang diambil tanpa permisi. Dari seberang ruangan kita melihatnya dan bilang, “Oi, tadi rokokmu kuambil sebatang. Thanks ya.”

Pernah mikir nggak sih, kalau dia bisa aja tersinggung dengan sikap kita yang seenaknya itu? Nggak kan. Kita anggap karena dia kawan kita, dia bisa aja terima perlakuan kita yang tak sopan itu. Padahal nggak. Sedekat apapun kita berkawan, tetap harus punya etika dalam berkawan. Tak bisa seenaknya seperti itu.

Atau kebalikannya, kawan kita meminjam sesuatu yang lebih dari sekedar sebatang rokok. Waktu kita sedang tak ada diruangan, seorang kawan meminjam sesuatu. Permisi hanya lewat sms dengan nomer yang tak terdaftar. “Kak Wir, My pake motornya bntr ya. My ambil tadi kncny d laci, by my.” That’s it. Cuma itu. Dan ketika kita kembali lagi keruangan, dari jauh terlihat kawan kita itu sedang pegang helm, kunci motor dan karcis parkir, baru kita baca smsnya. Benar-benar tak sopan. Apa sih salahnya telfon, tanya ada dimana, lalu tunggu beberapa menit dan kemudian etika pinjam meminjam dilaksanakan? Marah, kesal, merasa disepelekan dan akhirnya status di FB dan messenger pun jadi berubah :)). Penuh amarah.

Dan ketika esok paginya dikonfirmasi soal pinjam meminjam yang tak sopan itu, eh malah dia yang balik marah. Kebalik. Apa harus ada seminar soal etika berkawan? Masih perlu? Kan udah sama-sama dewasa. Bukan anak SD lagi yang harus selalu diingatkan untuk bersopan santun. Diingatkan bagaimana caranya meminjam yang baik kepada kawan kita.

Jadi, tolonglah. Siapapun yang ada diluar sana. Didunia nyata. Bahkan etika untuk copas aja ada. Kenapa pula meminjam jadi tak beretika karena kita statusnya berkawan? Kalau kau memang mengikrarkan diri sebagai kawanku, jadikan teguranku pagi ini sebagai bahan introspeksi untukmu, supaya ketika kau meminjam barang orang lain lakukan dengan cara yang benar. Please, marah ini cuma sebentar. Tak ada dendam. Next time, kalau aku punya BMW X3 dan kau mau pakai, asal permisi dengan cara yang baik dan benar akan aku pinjamkan. Iklas. Walaupun tak kau isi bensinnya.

Iklan

One response to “Adab dan Sopan Santun yang Mulai Terlupakan

  1. vitriya 6 Maret 2009 pukul 11:58 am

    hmm .. saya baca yg ini dulu ya, lain kali yg puisi2nya ..baguss kelihatannya, hehe ..

    hehehhe…kunjungan balasan……thanks mbak vit, dah dikunjungin balik…silakan liat2 sepuasnya deh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: