Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Buy An Extra Life

Tiba-tiba teringat ini ketika memainkan game Burger Rush dari GAMEHOUSE ketika ujian kompetensi SMEA sedang berlangsung diruanganku. Mencoba untuk cooling down karena entah kenapa koneksi internet diruanganku tak bisa hari ini. Padahal MAC Address dan IP sudah di cek ulang di Data Center. Atau memang ada sentimen pribadi kali ya…hehehehe…suudzon.

Tau-tau Arif datang, seperti biasa. Pengganggu. Mungkin karena diruanganku ada sekitar 20 siswi SMEA jurusan Sekretaris yang sedang sibuk mengetik , seolah mereka adalah sekretaris direksi. Game Burger Rush yang baru aku install kemarin memang seru. Kita disuruh jualan burger dengan pelanggan yang berbaris mengantri menunggu burger pesanannya datang dan ada target berapa dolar penjualan yang harus dipenuhi pemain per harinya.

Dan itu yang susah. Karena harus berpacu melawan waktu, beberapa kali target tak terpenuhi. Dan ketika permainan harus berakhir tanpa target yang terpenuhi, harus membeli Extra Life untuk melanjutkan permainan. Tiba-tiba Arif tertawa sambil bilang, “Bah, buy an extra life…” lalu ngeloyor pergi.

Dan aku langsung teringat. Iya juga ya. Gimana kalau hidup itu seperti game. Ketika kesempatan untuk bermain kembali berakhir, kita bisa mengulang permainan. Kalau life untuk bermain kembali sudah habis, bisa dibeli agar player bisa mengulang dan memenuhi target permainan.

Nah, sekarang pertanyaannya adalah “Gimana kalau kita bisa Buy An Extra Life?”

  1. Yang jelas, lalu lintas di Medan pasti akan semakin berantakan. Nyawa nggak dijual aja masih pada semangat menerobos traffic light padahal pada saat itu sedang lampu merah, menyalip dengan zig zag, berhenti sembarangan, u name it.
  2. Pembunuhan akan semakin sering terjadi. Karena pembunuh yang ketauan membunuh hanya akan dimintai ganti rugi untuk membayar pembelian nyawa baru.
  3. Bunuh diri akan jadi sesuatu yang biasa terjadi dan jamak. Ketika ada orang tua yang kehilangan anaknya karena bunuh diri, bisa membeli extra life untuk menghidupkan kembali anaknya yang sengaja bunuh diri karena mungkin permintaannya tak terpenuhi.
  4. Junkies akan semakin menikmati dunia mereka karena kekhawatiran akan mati karena OD akan teratasi dengan buy an extra life.
  5. Tak perlu takut terkena AIDS karena sering berganti pasangan atau menggunakan jarum suntik bergantian. Toh walaupun seumur hidup menyandang status AIDS kalau punya uang cukup bisa buy an extra life dan memperpanjang perjalanan di bumi ini.
  6. Bisa bertobat dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk not buy an extra life dan memilih untuk membeli tiket ke surga.
  7. Masih ada yang mau menambahkan?

Intinya, cuma mau bilang. Bahwa hidup ini cuma sekali. Tak ada nyawa tambahan yang bisa kita beli kalau nyawa yang diberikan Tuhan habis masa aktifnya. Nikmati hidup kita, tak perlu disia-siakan. Toh pada akhirnya” Takdir yang akan menentukan segalanya”. Bukan tentang kenapa kita hidup, tapi untuk apa kita hidup.

Just love your life. Menjadi hidup adalah anugerah. Manusia memang digariskan untuk menjalani hidup dengan dua sisi. Susah senang, sedih gembira, kaya miskin, hitam putih dan sebagainya. Tak perlu menyesali “mengapa ini harus terjadi pada hidupku?”. Tapi yakinlah bahwa, “Jika ini memang harus terjadi dalam hidupku, aku akan memperbaikinya.”

Bicara memang gampang, tapi yakinlah bahwa Tuhan tak akan menguji hambaNya diluar batas kemampuan mereka. Jadi, kalau ada pertanyaan, kenapa justru perang yang terjadi di Palestina melibatkan anak kecil? Pikirkan saja bahwa Tuhan lebih mengetahui dan Maha Mengetahui bahwa mereka lebih bisa menerima segala bentuk cobaan yang Tuhan kirim untuk mereka menjalani hidupnya. Jadi, kalau anak-anak Palestina saja bisa menghadapi hari-hari dengan bom diatas kepala mereka, kenapa kita harus mengambil jalan pintas dengan bunuh diri karena patah hati?

Cintai hidupmu, kawan. Karena, meski tak selalu berwarna (malah hanya didominasi hitam, putih dan kelabu), aku sangat mencintai hidupku dan segala aspek yang melengkapi hidupku.

Iklan

One response to “Buy An Extra Life

  1. Nesia! 12 Maret 2009 pukul 5:09 pm

    ahaa… philosophy of a gamer… ga usah extra life deh, an extra love jg bakal laris manis tanjung kimpul, kalo emg dijual.

    tulisan iseng tuh, tau2 muncul aja ide pengen nulis itu sambil ngegame hehehe…….keknya extra life dan extra love akan sangat laku keras klo ada yg jual…berminat buat beli salah satunya bang?? hehehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: