Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Gaji Anggota DPR

Sedikit tergelitik untuk mem-post ini disini. Nggak punya maksud apa-apa. Hanya ingin mengingatkan kita semua, bahwa tanggal 9 April nanti adalah waktunya bagi kita untuk memilih  wakil rakyat. Dan sebelum memilih, atau memutuskan untuk tidak memilih, ada baiknya kita melihat hal ini dari berbagai sisi.

Email forward yang dikirim salah satu kawan kuliah ku dulu ini membuatku tercengang. Betapa tidak, gaji yang aku terima saat ini, dengan berbagai side jobs bisa dibilang 10 kali lipat perbandingannya dengan gaji pokok anggota DPR (ingat, hanya gaji pokok saja). Dan apakah ketika mereka duduk dengan anggun di salah satu kursi empuk di ruang dewan sana, pernahkah terpikir mereka bahwa saat ini betapa sulitnya mencari obat murah, pelayanan rumah sakit yang ramah pada pasien yang hanya berbekal selembar surat miskin, gedung sekolah yang hampir ambruk, mahalnnya pendidikan? Bukan tak ada sama sekali. Pasti ada, tapi hanya segelintir. Dan yang segelintir ini pula lah yang sangat susah kita cari.

Hanya ingin mengingatkan kepada para anggota dewan atau caleg yang terhormat (sama sekali tak bermaksud menggurui). Anda dibayar setiap bulan dengan pajak yang kami keluarkan. Dan itu adalah uang rakyat. Coba sekarang, anda tanya pada diri anda sendiri, masing-masing, apakah anda layak dibayar berjuta-juta, dengan segala macam fasilitas dengan kinerja yang anda lakukan selama lima tahun? Itu saja. Dan satu lagi, jabatan yang anda pegang adalah amanah. Kami tak pernah bisa meng-audit anda, tapi yakinlah, bahwa Tuhan diatas sana punya malaikat yang melihat apa yang anda kerjakan.

Subject:

Fw: Gaji DPR (woooww) keren – JANGAN SALAH PILIH !!!

From:

“Toto Kawai” <toto@kawainip.co.id>

Date:

Tue, 17 Mar 2009 08:27:17 +0700

To:

<Undisclosed-Recipient:;>

To:<Undisclosed-Recipient:;>

FYI….

Mungkin alasan ini kenapa org2 berlomba-lomba jadi caleg…..

Pemilu 2009 adalah pemilu terbanyak yang melibatkan caleg atau calon legislatif, sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR?

Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu

· rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi :

Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5.
496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.

Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:

Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU

Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.

Sumber:
www.kabarinews.com
http://warnadunia.com/rahasia-kenapa…i-anggota-dpr/


enak ya, kerjanya sambil tiduran di rapat, tapi digaji …

Padahal di Perusahaan tempat kita BEKERJA, kerja sampai pagi & tidur di kantor pula, diomelin anak – istri, gaji lembur belum tentu di bayar, he.he.he,hehe.he.he

SELAMAT MEMILIH WAKIL RAKYAT – 9 APRIL 2009 (PLEASE DO NOT MISS IT) – JANGAN SALAH PILIH

8 responses to “Gaji Anggota DPR

  1. kw 17 Maret 2009 pukul 3:39 pm

    wow.. fantastik………
    keren yah…..
    yuk nyaleg…🙂

  2. nunu 17 Maret 2009 pukul 4:29 pm

    Wah tahu gitu dulu aku nyaleg ….

  3. Nesia! 17 Maret 2009 pukul 7:01 pm

    note: belum lagi komisi proyek!

  4. weirdaft 18 Maret 2009 pukul 12:49 pm

    @kw
    gak mo ah, susah pertanggungjawabannya mas…..blm lg dihujat org2 banyak,,,bisa makin
    susah tidur nih

    @nunu
    hehehehe……..masak gak tau sih klo anggota dpr adalah pekerjaan yg paling enak😀

    @nesia
    klo itu sih, termasuk ke dalam pemasukan tak terduga, jadinya gak ikutan diaudit :))

  5. mending kita golput 18 Maret 2009 pukul 1:24 pm

    haha, blum korupnyaa… jadi bnyak benerr yhaa duit buat ngurusin perut mereka..

  6. weirdaft 18 Maret 2009 pukul 1:28 pm

    siapa yg bilang korup? itu kan bukan korup, tapi ucapan terima kasih, karena telah dibantu menggolkan proyeknya. dan (uang) ucapan terima kasih itu disalurkan kok ke yang berhak (anaknya, istrinya, gundiknya, keluarga dekatnya, teman-teman dekatnya)…..

    wkwkwkwkwkwkwkw……………

  7. aziza 20 Maret 2009 pukul 1:32 pm

    aku juga mau nyaleg aja, mumpung lagi booming caleg perempuan!
    btw, aku udah mampir ke blognya mas.. tapi situ belum kasih vote blog siapa yg terbaik?
    ditunggu… 🙂

  8. redaksi 1 Juli 2009 pukul 9:15 am

    AWAS!!! NUANSA POLITIK GAJI KE-13

    Pemerintah menyediakan anggaran Rp.143,8 triliun untuk gaji pegawai tahun 2009. Termasuk gaji ke-13 yang pencairannya akan dilaksanakan pekan ini. Seluruh Pegawai Negari Sipil, TNI, Polri, pensiunan, tenaga honorer dan 14 pejabat lain termasuk Presiden, wakil presiden beserta menteri-menteri akan menikmati gaji tersebut.

    Namun, ada nuansa berbeda dengan pencairan gaji ke-13 kali ini, yaitu saat mendekati pemilihan presiden dan wakil presiden. Benarkah ini bermuatan politis???

    Bagai udang dibalik batu, begitulah motif pemberian gaji ke-13. Sebagai bentuk upaya mensejahterahkan abdi negara, meringankan beban kebutuhan, selain itu, motif politik begitu kental mewarnai pencairan gaji tersebut. Surat edaran Dirjen Perbendaharaan Negara, yang menyatakan bahwa pembayaran gaji ke-13 dilakukan pada bulan juni dan paling lambat juli 2009, mendekati masa pilpres. Pernyataan itulah yang mengundang reaksi bahwa ada makna politis di balik pencairan gaji ke-13 tahun ini.

    Tidak bisa dielakkan lagi, pencairan gaji ke-13 akan mempengaruhi opini publik. Bisa jadi sebagian masyarakat menelan mentah-mentah kebijakan itu, sehingga mempengaruhi keputusan politiknya saat pilpres 9 juli nanti. 3,7 juta Pegawai Negeri Sipil se-Indonesia, belum lagi ditambah jumlah keluarga, anak-istri-suami dan lainnya kalau dirasionalkan dalam satu suara, akan menghasilkan keputusan yang signifikan.

    Dengan demikian, prosesi pilpres yang bersih dan transparan hanya tinggal impian. Kebijakan politik ini jelas hanya menguntungkan calon incumbent.

    tak peduli incumbent atau baru, yg sudah pernah menjabat atau belum, buat saya diantara tiga pasangan itu tak layak saya beri suara. jadi maaf, kali ini saya memilih warna putih lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: