Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

When I Have My Pandora’s Box

pandoras-box-print-c10100758Sepertinya, belakangan ini Tuhan senang bermain dengan hidupku. Upss….bukan bermaksud menantang, tapi seperti itulah yang aku rasakan belakangan ini. Ini dimulai ketika seorang kawan mengirimkan pesan, tentang pandora’s box yang telanjur dibukanya dan akhirnya dia terpaksa harus menerima apapun yang sudah terbuka, bernegosiasi dengan hatinya.

Kalimatnya membuatku tercenung, sepertinya memang manusia ditakdirkan untuk memiliki Pandora’s box-nya sendiri. Untuk kemudian akhirnya memutuskan untuk membukanya atau tetap membiarkannya tertutup, meski didera rasa penasaran. Tapi, take a risk, with all “the risk”, good or bad, or even worst, siapa yang mau? Akan lebih aman untuk membiarkannya tetap tertutup.

Dan ketika dia menyinggung soal pandora’s box dalam hidupnya, aku bertanya padaku, “Should I open my pandora’s box and receive all the risks even worst?”. It’s not about my tuan muda, its definitely about me. ‘Bout my feeling toward him. Ada sedikit keraguan yang kemudian singgah dan membuat pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa terjawab dalam hatiku. Did I do the right thing this time? Aku tak punya jawabannya.

Seperti kata Bapak Yusuf “Joe” Kamdani, “Dunia ini panggung sandiwara, and I enjoy my role life”. Me too. So far, segala yang datang dalam hidup, segala rencana dan takdir yang Allah tentukan untukku, insya Allah bisa aku terima dalam setiap perjalanan hidupku. Dan ada hal yang memang hanya tersimpan disini, tak ingin diusik lagi, tak perlu membukanya lagi walaupun ingin. Tak ingin membahasnya lagi, karena tuan muda sudah begitu baiknya membagi waktunya denganku. Tak ingin membuat kesalahan dalam langkahku. Hanya kenapa rasa ini begitu kurang ajarnya mendera? Tak pantas rasanya membuka-buka sesuatu yang memang hanya pantas disimpan. Seperti Pandora’s box, ketika dia terbuka, semua akan hancur berantakan takkan ada yang bisa terselamatkan kecuali harapan. Aku sudah telanjur membukanya, tapi tak ingin segala hal buruk menyebar seperti virus. Biarlah, I’ll take this risk. And I’ll keep it myself.

Apapun yang ingin keluar, siapapun yang terlibat didalamnya, semoga tak akan membawa dampak sekecil apapun. Jika rasa sakit yang mendera, biarlah kembali aku nikmati lagi. Dan menikmati peran yang kali ini Tuhan ciptakan untuk karakterku, menjalani peran yang Tuhan ingin aku jalani. Tak apalah, kembali menikmati rasa sakit, agar bisa membuktikan bahwa aku hidup dan menikmati hidupku. So, I have my own Pandora’s box; I’ve opened it and I keep it myself, no matter what.

PS : Tentang Pandora’s box

Dalam mitologi Yunani, Pandora adalah seorang perempuan pertama yang diciptakan Hephaestus atas permintaan Zeus. Zeus ingin menetralkan rahasia tentang api yang dicuri oleh Prometheus dan diberikan pada manusia. Maka, dikirimkanlah Pandora untuk menjadi istri Epimetheus, saudara Prometheus. Penciptaan Pandora juga dipenuhi berkah dari dewi-dewi lain. Aphrodite menganugerahinya kecantikan, keanggunan dan gairah. Hermes memberikan kecerdikan, keberanian dan kemampuan untuk membujuk. Demeter menunjukkannya cara memelihara taman. Athena mengajarinya ketangkasan dan memberi roh pada Pandora. Apollo mengajarinya bernyanyi dan memainkan alat musik petik. Poseidon memberikan kalung mutiara dan kesaktian sehingga tak akan pernah bisa tenggelam. Horae menghiasi rambut Pandora dengan rangkaian bunga dan tumbuhan lain sehingga menambah daya tariknya dan membangkitkan ketertarikan para pria padanya. Dan Hera memberinya rasa ingin tahu. Zeus membuatnya nekad, nakal dan suka bermalasan. Selain itu semua, Zeus memberi Pandora sebuah kotak yang tidak boleh dibuka. Tapi, rasa ingin tahu akhirnya mengalahkan Pandora, dan dia membuka kotak itu. Maka keluarlah segala penderitaan, kesengsaraan dan kemalangan yang menyakiti manusia. Dan dalam ketakutannya, Pandora berusaha menutup kembali kotak tersebut. Satu-satunya kebaikan yang keluar dari kotak itu adalah Harapan. Dan pada akhirnya, Harapan juga yang melindungi manusia dari segala kemalangan.

dari berbagai sumber


Iklan

6 responses to “When I Have My Pandora’s Box

  1. depz 24 Maret 2009 pukul 12:05 pm

    always ready for the worst 🙂

    we have to. supaya nggak kaget klo memang akhirnya benar2 harus berhadapan dgn yg paling buruk diantara yg terburuk 😀

  2. tonosaur 24 Maret 2009 pukul 12:46 pm

    bukannya dengan menjalani hidup dia sudah membuka kotaknya sendiri..???
    hadapi saja..

    itu sebabnya, tiap orang punya kotak pandoranya sendiri. apa yg tersimpan dan apa yg ingin dikeluarkan, tergantung dari si empunya. jadi memang, harus dihadapi 😀

  3. Issaura 24 Maret 2009 pukul 2:36 pm

    hmmm…hmmm….hmmm…(gak ngerti ahh)

    mmm……….mksdnya….mmmm….apa ya……mmmm…….

    😀

  4. kuti 24 Maret 2009 pukul 2:51 pm

    hai…

    pernah suatu waktu, aku dihadapkan pada pilihan apakah harus membuka kotak pandoraku ato gak… aku memilih membuka, dengan memepertimbangkan semua resiko…

    untunglah semua berakhir baik….

    hai jg mas kuti
    thanks kunjungannya,,,,,

    klo saya yg buka kotak pandora saya, jaminannya adalah, bahwa semuanya akan jadi berantakan. jadi lebih baik, saya simpan sendiri, biar gak menyebar dan berakhir dengan buruk

  5. fianty 24 Maret 2009 pukul 2:52 pm

    hhhmm bingung niy.. maksudnya apa yaa..

    maksudnya…..mmmm……apa ya…..iya jg ya….bingung jg nih….hehehehe…..

  6. qorina almatien 6 Mei 2009 pukul 12:00 pm

    saya baru tahu tentang pandora’s box ketika (4 tahun lalu) dosen saya kelihatan mempunyai perasaan khusus terhadap saya. sampai akhirnya setelah setahun memendam perasaan itu, dia tidak dapat menyimpannya dan akhirnya membukanya dengan kata-kata pandora’s box (dia mengartikan itu sebgai Love). dan dari situlah mulailah kehidupan yang nggak pernah saya duga bahwa saya harus menjalani hidup ini ketika dia meninggalkan saya, bersikap cuek, jutek, dan seolah tak pernah mengenal saya ketika kita bertemu satu sama lain. saya sudah menjalani ini selama 4 tahun dan mengharapkan dia memberi Hope itu. segala usaha udah saya lakuin untuk bisa bersikap biasa seperti sebelum dia membuka kotak pandora itu, but it doesnt work… selama 4 tahun hidup saya nggak jelas, but never mind coz at least saya jadi dapet banyak pelajaran karena pandora’s box yang dia buka, walau kadang saya ngga ikhlas kenapa dia harus bersikap seperti itu ke saya tanpa memberi alasan yang jelas….

    speechless…….. tapi mungkin itulah sebabnya ada mitos tentang “kotak pandora”. karena apa yg ingin kita keluarkan atau apa yg mau kita keep ourself semua harus tau resikonya seperti apa. tapi, apapun yang udah kita keluarkan, selalu itu ada hikmahnya, selalu ada pembelajaran dibalik segala yang kita lakukan. yg jelas, apapun yg sudah keluar dari “kotak pandora” kita, tetap bikin kita kuat.

    salam kenal qorina, terima kasih sudah berkunjung. keep fight sist…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: