Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

I Started Read Chicklit :)

Akhirnya, setelah sekian lama hanya melirik, membuka sambil lalu dan kemudian diacuhkan; akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai membacanya. Chicklit.*Chick Literature yang artinya  “bacaan cewek”, sebuah bacaan yang memang diperuntukkan untuk perempuan muda yang cerdas, mandiri, berani dan jujur pada diri sendiri. Dan seri Chicklit yang mendapat kehormatan untuk kubaca pertama kali adalah “Being Single and Happy”.

Yah, bacaan yang pantas (atau wajib?) untuk perempuan berusia 28 (nearly 29 for a couples month later) yang bekerja, (sok) sibuk, punya banyak referensi bacaan dan yes everybody, SINGLE. Entah kenapa, siang tadi tangan ini begitu saja terulur pada sebuah buku bersampul kuning itu. Sammy’s Hill. Dan begitu buku itu akhirnya sampai pada tanganku, membuatku begitu bersemangat membacanya.

Entah kenapa, kali ini aku berani mulai membacanya.  Mungkin karena ingin meyakinkan diri bahwa masih banyak single lain yang begitu menikmati ke-single-an mereka dan baik-baik saja.  Atau ingin mencari tau, bagaimana kehidupan para single lainnya yang menunda (atau takut?) nikah. Atau ingin memberi kesan bahwa there’s nothing wrong being single.  Atau apa mungkin karena ingin memberikan kesan bahwa, Hey, I’m Single and Very Happy no matter what. Atau ingin mengukuhkan eksistensi ke-single-anku? (ngomong apa sih??).

Yang jelas, entah kenapa aku begitu yakin bahwa buku ini bukan yang seri pertama dan terakhir yang akan aku baca. Akan ada judul lain dari seri ini yang menunggu untuk aku baca isinya.

Tapi, teringat percakapan dengan Pak Ratno yang hari Sabtu kemarin aku ikuti jalan sore mengelilingi lapangan sepakbola kampus sebanyak 10 kali.
“Umur Wirda sekarang berapa?” tanyanya ketika kami melewati jalan yang diapit lapangan sepakbola dan lapangan basket. Dan aku mengucap dalam hati, “here we go”.
“28 pak, dan akan 29 tahun ini.” jawabku sambil tersenyum, karena sudah bisa menebak arah pertanyaannya.
“28 ya. Jadi sudah bisa direncanakanlah, paling lambat 30 sudah harus menikah”. yeah…..that’s it.
Dan aku cuma bisa tersenyum mendengar “usulan” berikutnya. Lagi dan lagi. Baiklah.

Baiklah, kali ini urusan dan pertanyaan soal “kapan kawin” ini tak akan menyita pikiranku lebih jauh daripada bagaimana caranya menginstall wireless D-Link G520 di Ubuntu 8.10 Ultimate Edition yang baru aku install kemarin di komputer lab. Atau bagaimana mulai belajar php di linux. Masih banyak yang begitu ingin aku lakukan diusia “rawan” menjelang 30 ini. Usia yang masih ingin aku nikmati, segala kegiatanku, pekerjaanku, obsesiku, pembelajaranku akan banyak hal dan…kesendirianku.

Paling nggak, chicklit yang kali ini aku mulai memberanikan diri untuk membacanya, membuatku yakin bahwa memilih untuk single sementara waktu bukan suatu kesalahan, tapi kesempatan untuk menikmati diri dan mewujud mimpi-mimpi yang mungkin akan sulit tergapai ketika berstatus double. Jadi, sebenarnya masih ingin menikmati kesendirianku kali ini.

Hey, I’m single and very happy

*diambil dari sampul lidah Sammy Hill’s-Kristin Gore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: