Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

temanku mendatangiku

Belakangan ini, entah kenapa aku sering dijadikan tong sampah segala curhat kawan-kawan yang sepertinya sedang bermasalah. Ada yang datang dengan wajah yang ditekuk. Ada yang datang dengan sedikit berbasa-basi untuk kemudian berurai airmata. Dan ada juga yang yang datang, langsung menyuguhkan wajah yang menganaksungai. Termasuk juga seorang kawan dari jauh yang curhat melalui SMS sambil mabuk. Beeeuuhh…. kalau ditarik bayaran per jam nya, mungkin bisa buat seminggu gratis makan siang nih. πŸ˜€

Padahal, menurut kawan-kawan, aku adalah perempuan yang sepertinya nggak punya hati, nggak pakai hati, kasar, jalannya seperti bodyguard, malas senyum, bikin palak, hobi membentak, berteriak, ah pokoknya nggak ada bagus-bagusnya. Makanya, agak heran juga mereka waktu tau ada yang datang ke ruanganku, sekedar bertanya apakah aku terlalu sibuk untuk mendengarkan curhat mereka. Takjub mungkin. Beuuhh….bisanya perempuan ini dijadikan tempat pembuangan masalah? Diragukan sepertinya.

Dan aku juga bukan orang yang bisa dengan gampang mencurahkan isi hati, menceritakan masalah dengan orang lain, dengan kawan sendiri. Lebih nyaman untuk menyimpannya sendiri dan menyelesaikannya sendiri. Jikapun aku menceritakan sesuatu, orang itu harus teruji terlebih dahulu. Tapi, herannya, kenapa pula orang-orang bisa dengan gampang curhat denganku? Apapun masalah mereka. Masalah hubungannya dengan pasangannya (yang pacaran atau sudah menikah), masalah pekerjaan, mau ditinggal kawin (eh, tapi soal yang ini kayaknya aku punya pengalaman deh) πŸ˜€

Ah, tak mengapalah. aku suka juga mendengarkan mereka bercerita sedikit tentang hidup mereka. Tentang orang-orang terdekat mereka. Tentang pekerjaan mereka. Tentang apa saja yang bisa mereka jadikan objek untuk membuat lega hati dan perasaan dengan masalah yang bertumpuk. Terkadang, mereka tau bahwa bercerita padaku mungkin tak akan mendapatkan solusi apapun. Karena aku juga sering bilang, bahwa mungkin aku juga tak akan bisa memberikan solusi setiap masalah mereka. Tapi, jika mereka butuh telinga untuk didengar, datang padaku, kapan saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: