Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Pilihan Yang (tak tau apakah) Tepat…

Do her choose the right one?
Itu yang muncul dibenakku ketika seorang kawan menghubungi dari jauh disela curhatnya tentang pacarnya yang akan menikah dengan laki-laki lain yang baru dikenalnya 2 bulan. What the..?? Dan aku tertawa ketika dia mengabarkan berita itu. Satu kata aja yang terucap dari mulutku, “ISDL!” Hah?? Apa itu? “Itu Sih Derita Lo!!” hehehehehe…..

Kenapa justru aku bilang seperti itu, bukannya menghibur? Lah, hiburan macam apa yang harus aku berikan pada laki-laki yang udah mengkhianati calon istrinya 2 kali dengan perempuan yang berbeda. Dan perempuan yang terakhir malah berakhir dengan tidur siang bareng. Waktu itu (menurut cerita pacarnya, yang juga adalah kawanku), pembicaraan sudah tentang kemungkinan mereka akan menikah, tapi dia bisa aja gitu, ketemu dengan mantan pacar yang berkunjung ke kotanya, melepas kangen dengan makan siang bareng dan berakhir di kamar hotel. Aku masih ingat mata bengkak Ayu yang datang padaku suatu sore dan cerita tentang kelakuan pacarnya.

Beberapa minggu yang lalu, aku sempat ketemu lagi dengan Ayu. Dan pada saat itu dia sempat bilang, “Wir, kalau kau nanti dengar kabar kalau aku akan menikah dan bukan dengan dia, aku tau kau pasti akan anggap aku jahat.” Aku terdiam waktu dia bilang gitu. Tapi langsung aku jawab, “Setiap orang melakukan sesuatu, itu pasti punya alasan tertentu. Begitu juga denganmu. Apapun yang akan kau lakukan, pasti punya alasan yang tepat untuk itu.” Aku bilang seperti ini bukan karena mau menghibur. Jujur, aku bukan orang yang bisa menghibur kesusahan orang lain, tak bisa berbasa basi, lebih suka to the point (mungkin itu sebabnya bisa dibilang kawan perempuanku tak terlalu banyak, karena mungkin sering sakit hati dengan kata-kataku yang pedas πŸ˜€ ).

Dan memang, alasan dia memutuskan untuk meninggalkan pacarnya dan menikah dengan orang lain, adalah karena walaupun dia memaafkan tapi sama sekali tak bisa melupakan apa yang sudah dilakukan pacarnya. Dua kali dikhianati, siapa yang bisa lupa hal semenyakitkan itu?

Tapi, apakah dengan memilih orang lain, itu artinya dia juga sudah melakukan keputusan yang tepat. Apakah pilihannya sudah benar. Apakah dia benar-benar bertemu dengan the right one? Entahlah. Cuma Tuhan yang tau. Yang jelas dia sudah memilih. Dan Insya Allah, setelah Lebaran nanti mereka akan menikah. Aku cuma mengharapkan yang terbaik untuk kawanku. Semoga dia berbahagia, apapun dan siapapun pilihannya.

Dan untuk mantan pacarnya yang juga kawanku, waktu dulu aku maki-maki karena udah bikin pacarnya sebegitu terluka dan berdarah, dia sempat bilang (membela diri tepatnya), “Ya maklum to yo bu, orang buaya di kasi bangkai mana ada yang nolak!” dan jawaban itu akhirnya sekarang aku kembalikan lagi padanya, “Jadi, kau makanlah bangkai itu!!”

Berapa kali aku bilang, “pada akhirnya takdirlah yang menentukan segalanya”. Semua perbuatan kita, semua hal yang pernah kita lakukan, cepat atau lambat akan berbalik lagi pada kita. Dan seperti inilah dunia ini, ada yang mendapatkan sesuatu, tapi pada saat yang sama juga ada yang kehilangan sesuatu. Karena, memang hal inilah yang membuat hidup selalu pantas untuk dirayakan.

Iklan

2 responses to “Pilihan Yang (tak tau apakah) Tepat…

  1. starwrite 31 Mei 2009 pukul 1:04 pm

    Wuih, jadi cewe selingkuhannya diibaratkan bangkai..

  2. weirdaft 1 Juni 2009 pukul 9:55 am

    hahaha….setuju bro

    beruntung temenku sadar itu dan akhirnya memutuskan hal tepat untuk dirinya

    salam kenal πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: