Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Pedih

Meski masih bisa tertawa ketika dikeramaian, aku tau bahwa hatiku yang perih menangis didalamnya. Setiap kali mengingat dia, selalu saja melelehkan airmata. Aku tak suka ini. Betapa cinta menjadikan aku cengeng. Setiap kali aku melihat ke belakang, bayang masa lalu mentertawakanku. Betapa jauhnya perubahan yang telah dilakukan seorang dia padaku. Menangis karena cinta? Dulu akulah orang yang akan tertawa paling keras ketika ada teman yang mengadu tentang perjalanan cintanya yang tersandung dan membuatnya jatuh. Tapi kali ini, aku yang menggelepar menahan sakit dan akhirnya aku mengerti mengapa mereka tersedu ketika itu. Maka, tertawakanlah aku, karena aku tak peduli. karena aku hanya ingin dia….

Dan pengakuan itu meluncur juga padanya. Bahwa aku merindukannya. Tapi kami sudah tau, bahwa lebih baik memang seperti ini dulu. Jika memang Tuhan menuliskan takdir kami bersama, berada dijalan yang sama, bersisian, bergandeng tangan menuju tujuan yang sama, maka kami akan bersama. Tapi saat ini, kita nikmati saja dulu, setiap perih yang mendera dan menyiksa hati kita. Klise jika ada yang bilang cinta tak harus memiliki, tapi inilah yang terjadi sekarang.

Aku menangis lagi hari ini. Memukul tembok lagi. Tersayat perih lagi. Ingin berhenti sebenarnya. Tapi tetap, ingatan yang sering kali melayang padanya membuatku luruh. Begitu pedih kali ini sakit yang terasa. Mengalirkan darah dan airmata lebih banyak. Begitu membekas, tertoreh diatas luka lama. Aku tau tuan muda, bahwa kau juga merasakan perih yang sama. Tapi tak ada yang bisa kita lakukan. Jika kita kembali bersama, kita tetap akan stuck, tak akan kemana-mana dan itu akan membuat sakit yang jauh lebih terasa dari sekarang.

Kau, aku, kita pasti akan bertemu, suatu saat nanti, entah dimanapun. Itu yang kau bilang. Aku mengaminkannya dalam hati. Semoga kali ini Tuhan mendengar pinta hati yang sedang meradang perih.

Iklan

7 responses to “Pedih

  1. littleucrit 5 Juni 2009 pukul 11:36 am

    sekali lagi, tuilsan ini mewakili perasaanku 😦

    πŸ™‚ jangan nyerah sist. we can make it kalau Allah mengijinkan. ini cuma satu fase yg harus kita lewati. kalau kita lulus kali ini, insya Allah ktemu yg kyk gini lagi kita bisa sambil senyum2 menghadapinya. keep fight yak…. kita bisa kok πŸ˜€

  2. abi 10 Juni 2009 pukul 2:03 pm

    Luar biasa…meski sedih masih bisa nulis…n. bisa pula nasihatin teman…wow kerrreeen

    Wir, aku punya 177 pasien (kebanyak kalee klo 117), hampir seluruhnya wanita. Mrk minto tolong dicarikan jodoh, keluh kesah pacar, mo merit atawa masalah keluarga…

    ALhamdulillah semua bisa lancar

    slm ukhuwah elha
    021-92900184

    http://www.jangankedip.blogspot.com

    πŸ™‚ terima kasih kunjungan balasannya abi lukman. insya Allah, kalau saya benar2 mentok dgn masalah saya, saya boleh datang ke abi lukman kan??

  3. abi 10 Juni 2009 pukul 4:14 pm

    Mba Wirda, blh dunx kita saling link….
    silakan Mba Wirda nge-link ke ane di http://www.jangankedip.blogspot.com
    n’ sambungin blog ane ke Mba Wirda

    biasanya aku pilah-pilih nge-link…tp Mba Wirda tulisannya sik asik n se-Visi..cieeee

    lam ukhuwah elha
    021-92900184

    http://www.jangankedip.blogspot.com

    πŸ˜€ terima kasih udah mau nge link. saya link deh ke sana skrg

  4. abi 11 Juni 2009 pukul 3:30 pm

    Mba Wirda…..
    Silakan aja datang. Pintu saya terbuka )klo enggak di gembok..hehehehe)
    kita bisa berdiskusi dan silaturahiim

    Allah menjanjikan rezeki yg lebih utk mrk yg rajin bersilaturahim.
    & berukhuwah

    slm
    elha – 02192900184
    http://www.jangankedip.blogspot.com

    wuih,,,,sambutannya baik nih..baiklah terima kasih. smoga bisa tetap saling bersilaturahmi

  5. dila 9 November 2011 pukul 10:23 pm

    maju truz nich

    ^_^

  6. Imah 17 April 2012 pukul 2:39 pm

    😦 Menyentuh sekali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: