Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

I love you for a sentimental reason

For my dear sistas : Littleucrit dan mayuuka (keep fight, gals)

Pernah ada kawan yang bilang, ketika hati terluka parah, maka inspirasi bermunculan entah dari mana. Seolah semua lagu yang melagukan patah hati memang diciptakan untuk menjadi backsound hari-hari yang harus dilewati. Bahkan lagu dangdut pun tak ketinggalan menyindir dengan suara penyanyinya yang sedih mendayu-dayu.

Ketika hati tak kunjung sembuh, semakin banyak saja lagu yang mewakili kepatahannya, keruntuhannya dan segala perihnya. Segala kata seolah berloncatan dari pikiran yang mendukung setiap kesakitan, mewakili segala rasa tak menyenangkan itu. Setiap syair menciptakan tetes demi tetes kepedihan yang walaupun dengan segenap kekuatan ditahan, tanggul itu akhirnya jebol juga dan membanjiri segalanya. Merengek, meraung, mencabik, atau hanya terisak dalam diam. Semua hal yang bisa dilakukan untuk melampiaskan kesakitan itu akan dilakukan. Tanpa ampun.

Setelah puas menangis, puas meratap, puas menyakiti tembok, akhirnya ada saatnya untuk berhenti. Life must go on, no matter what. Sedih yang berlebihan juga tak baik. Ada beberapa opsi yang bisa dilakukan. Mencoba memperbaiki diri dan mencoba melupakannya. Mengangkat kepala dengan tegak, menghapus airmata dan start to take a revenge. Atau, mencoba untuk kembali padanya. Yang pasti, apapun pilihannya, minumnya teh botol sosro, tetap harus ikhlas jika ternyata episode kali ini tak berakhir seperti kisah klasik Cinderella, happily ever after…

Lagi, memang tak semua yang kita mau bisa kita dapat. Tak ada pilihan yang sempurna, yang ada hanya keinginan yang sempurna. Jika kisah cinta memang tak harus seindah Snow White dan Pangerannya, lalu kenapa? Toh Snow White juga punya takdirnya sendiri, kan. Ariel si putri duyung juga cukup berbahagia ketika Pangeran tak memilihnya meski dia harus berakhir menjadi buih di lautan. Jadi, meski kita punya andil dalam setiap kisah cinta kita, tetap Tuhan yang akan menentukan segalanya sayang. Jangan sedih berkepanjangan meski dia yang kita harapkan menjadi soulmate, pemilik tulang rusuk, memilih untuk beranjak pergi dan melupakan semua cerita cinta yang sempat terajut indah. Meski akhirnya dia memilih untuk mengurai tiap jalinan rapi yang pernah dijalin bersama.

Aku juga sempat terpuruk selama beberapa waktu, ketika tuan muda setuju untuk kami mengurai jalinan itu. Sedih berkepanjangan, perih tak berujung, terluka lagi. Tapi toh waktu yang punya andil. Siapa yang bisa mengembalikan jalannya waktu? Tak ada. Amannya adalah berdamai dengan waktu. Minta dia untuk membantu kita melupakan uraian jalinan itu yang hanya tinggal benang-benang kusut yang susah untuk diluruskan lagi. Biarkan saja seperti ini. Karena memang harus seperti ini. Tak ada yang bisa disalahkan. Takdir, waktu, keadaan, tak ada yang bisa disalahkan. Jalani saja seperti ini.

Cinta mungkin masih bertahta dengan angkuh dalam hatimu yang rapuh. tak bisa dipungkiri juga itu akan semakin membawamu terpuruk dalam kubangan patah hati. Seolah tak ingin bangkit. Biarkan saja seperti itu. Karena memang seperti itu yang harus terjadi. Tapi, ingatkan pada hatimu. Bahwa kau tak boleh terlalu larut dalam setiap patahan yang membuatmu semakin tak berdaya. Setiap kali kau bertanya mengapa kau begitu mencintainya, tetap tak akan ada jawaban  yang bisa mewakili pertanyaanmu. Karena, semua hal itu begitu saja terjadi. Tak bisa direncanakan.

Cerita tentang patah hati memang tak akan berbeda jauh satu sama lain. Setiap kita pasti pernah merasakan hal yang sama. Sedihnya, perihnya, sakitnya, pedihnya, alurnya, semua sama. Tak ada yang berbeda. Tapi tak berarti semua harus jadi berlarut seperti garam yang melarut dalam laut. Itu cuma satu fase kehidupan yang memang harus dilalui. Karena percayalah, telah menunggu satu kebahagiaan dipersimpangan jalan yang akan kita tuju. Entah dengan siapapun kita nanti menjalaninya, percayalah itu yang terbaik yang Tuhan anugerahkan untuk kita.

Jadi, mulai sekarang berhenti bertanya-tanya, kenapa aku tak pernah bisa melupakan dia. Kenapa aku tak bisa berhenti mencintai dia. Karena, apapun alasannya, yakinlah bahwa aku mencintai tuan muda juga untuk alasan yang juga tak bisa aku kemukakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: