Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Garuda Di Dadaku

garuda1Ini adalah tentang bagaimana bermimpi dan  mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Segala hal didunia ini terjadi diawali oleh mimpi. Dan mimpi seorang Bayu, bocah kecil kelas 6 SD adalah bermain bola dengan lambang Garuda tersemat di dadanya.

Untuk mewujudkan mimpinya itu ternyata tak gampang. Pak Usman, kakek Bayu sudah memvonis bahwa sepakbola bukanlah pilihan tepat untuk masa depan cucunya. Tak peduli bahwa darah dan bakat sepakbola Bayu diwariskan langsung oleh ayahnya yang juga mantan pemain sepakbola. Untuk membuat Bayu melupakan cita-citanya, Pak Usman mengikutkan Bayu ke sejumlah les pelajaran dan bakat. Tapi darah dan bakat tak bisa menipu. Buat Bayu, sepakbola tak lagi sekedar cita-cita, tak hanya sekedar mimpi, tapi tujuan hidupnya. Bersama Heri sahabatnya dan Bang Dulloh, supir Herry dibantu Zahra, anak perempuan yang mereka kenal melalui situasi yang tak biasa, Bayu berlatih disebuah kuburan tua untuk membuatnya mendapat beasiswa di sebuah SSB melalui jalur beasiswa dan itu akan semakin dekat menuju impiannya untuk bermain di Tim Nasional Indonesia, dan mengenakan seragam dengan lambang Garuda di dadanya.

Film ini premiere hari ini, serentak di seluruh kota. Sejak film nasional mulai bangkit, sangat jarang kita jumpai film-film yang berkualitas seperti ini. Film Indonesia terakhir yang aku tonton adalah Laskar Pelangi. Wajah Emir Mahira yang badung, Aldo Tansani yang cerdas, Maudy Kusnaedi yang mantan Zaenab😀 , Ikranegara dan Ramzi membuat film ini begitu segar ditonton. Dan Ramzi, two thumbs up for him.

Scene yang mengharukan buatku adalah ketika Bayu harus mengemas satu demi satu barang-barangnya yang berhubungan dengan sepakbola ketika kakeknya harus terbaring di rumah sakit, anfal, karena melihat cucu satu-satunya ternyata mewarisi bakat ayahnya. Itu membuatku teringat, ketika harus mengubur impian dan cita-citaku untuk menjadi dokter karena ketiadaan biaya. Dan, satu hal yang sama sekali tak boleh dilupakan. Bahwa anak-anak seperti anak panah. Ketika dilepaskan dari busurnya, itulah saatnya mereka menentukan jalan hidup dan keinginannya sendiri. Karena itu adalah hak anak-anak untuk menentukan apa yang mereka inginkan.

Sepertinya para capres dan cawapres, para anggota legislatif harus menonton film ini dan mengambil maknanya. Bahwa, nasionalisme dan idealisme harus dikedepankan ketika mengelola negeri ini. Dan seperti tamparan keras kepada kita semua, ketika Pak Johan menolak untuk memalsukan umur meski diiming-imingi uang. Lebih baik menjadi naif daripada berlaku munafik. Seperti inilah yang diharapkan bangsa ini tentang manusia-manusia yang akan memegang tampuk pemerintahan di Indonesia. Dengan bekerja keras tanpa pamrih, penuh rasa nasionlisme dan idealisme yang tinggi untuk membuat Indonesia lebih maju dan menuju cita-cita bangsa.

Senang rasanya melihat film Indonesia bermutu yang memberikan kesan puas ketika selesai menontonnya, dan menyisipkan banyak sekali pesan untuk penontonnya. Satu lagi, bikin merinding ketika melihat semangat di Gelora Bung Karno.

Jadi, film ini adalah salah satu film wajib tonton untuk seluruh keluarga Indonesia. Karena semangat nasionalisme mestinya tak pernah luntur, dan sematkan selalu Garuda dalam setiap dada kita.

Salute!!

lihat seluruhnya di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: