Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

cinta yang (bisa) membunuh

red-heart1Mestinya cinta itu menyenangkan, indah, berwarna, seperti cinta pangeran pada snow white. Bukan membunuh seperti ini.

Saya tau, ada ketidaknyamanan disini. Ada hal yang membuatmu menjadi tidak nyaman disini. Tapi saya nggak akan menyalahkan siapapun. Tidak mereka yang menentang segala yang mestinya terjalin rapi dan indah. Tidak juga kamu yang merasa bahwa apa yang kita jalin ini begitu rapuh. Kamu bilang perlu sesuatu untuk menguatkannya, tapi saya bilang, kita bisa menjadi kuat tanpa sesuatu yang lain itu.

Saya lelah menangis. Jika menahanmu disini hanya akan menjadi beban buatmu, maka pergilah seperti uap, karena jika suatu saat kau ingin kembali sebagai hujan, saya akan menerima setiap tetesannya. Jika memang inginmu untuk meninggalkan saya dijalan yang telah kita lewati bersama ini, saya tak punya hak untuk melarangmu pergi. Pergilah, karena kamu akan tau bahwa tak ada yang bisa mencintaimu seperti saya.

Saya tak akan menangis lagi, terlalu lelah mengucurkan airmata. Tapi saya tau, bahwa hati saya akan berdarah-darah. Membuka luka yang kali ini akan menghancurkan hati. Dan entah kapan akan memulai proses penyembuhannya. Karena saya hanya ingin membekukan hati saya. Tak ingin menyakitinya lagi.

Bukan ini akhir yang kita ingin, tapi jika kamu bersikeras memaksa saya untuk melanggar satu hal yang begitu saya pegang dalam hidup, maka pergilah dengan damai. Dengan segala kenangan yang pernah kita miliki bersama.

Satu hal yang ingin saya minta sebelum kamu pergi. Bisakah kamu mengembalikan satu barang saya yang tertinggal padamu? Hati saya. Hati saya yang utuh, bukan hancur seperti sekarang. Hati saya yang utuh, seperti pertama kali kita bertemu dan perasaan ini belum sedalam ini.

Kamu tau, mestinya cinta ini tidak membunuh

7 responses to “cinta yang (bisa) membunuh

  1. Lamunadi 13 November 2009 pukul 11:49 am

    Putus cinta adalah kenyataan yg paling menyakitkan. Tanggapilah secara positif agar beban terasa ringan. Luka hati yg berdarah-darah akan pulih seiring berjalannnya waktu.

    Salam.😎

    yup, cuma waktu yg bisa jd obat yg paling ampuh untuk segala sakit hati…semoga bisa begitu

    salam kenal, makasih udh mampir😀

  2. wongiseng 13 November 2009 pukul 2:13 pm

    Speechless, kalau di ngerumpi biasanya cuman saya rating megang banget terus ngeloyor🙂 Sebaiknya memang tidak membunuh dan tidak perlu syarat pengorbanan integritas. Apapun keputusan dirinya, semoga itu yang terbaik.

    Terimakasih sudah mampir ke rumah saya🙂


    mestinya memang cinta itu gak perlu negosiasi, tapi klo jln udh buntu dan harus memilih, semoga apapun yg dipilih memang yg terbaik🙂

    makasih mbah, dah mampir ke sini jg..

  3. ntieholic 13 November 2009 pukul 8:55 pm

    Satu hal yang ingin saya minta sebelum kamu pergi. Bisakah kamu mengembalikan satu barang saya yang tertinggal padamu? Hati saya. Hati saya yang utuh, bukan hancur seperti sekarang. Hati saya yang utuh, seperti pertama kali kita bertemu dan perasaan ini belum sedalam ini.

    sesuai saran bang toga, lain kali klo mo nyerahkan hati, pake tanda terima yaaa jadi bisa gampang urusannya ;))

    ah iya, tak terpikir sebelumnya olehnya. nanti saya bilang lah, laen kali klo mau urusan hati lancar, pake tanda terima, pake akad janji diatas materai 6000. jd klo nanti kenapa2 urusannya gampang hehehe…. thanks for coming ya😀

  4. cyraflame 14 November 2009 pukul 1:19 am

    cinta itu mestinya ndak membunuh kalo’ mata pisau nya ndak diasah..😀

    sepertinya, mata pisau si cinta itu punya a life time guarantee, jd biarpun g diasah tetap aja tajam membunuh😛

  5. Agus Suhanto 15 November 2009 pukul 4:27 pm

    hai, senang bertemu Anda melalui blog ini sy Agus Suhanto, tulisan yg menarik🙂
    lam kenal yee

    terima kasih udh mampir disini…salam kenal balik

  6. warm 17 November 2009 pukul 12:28 am

    mari saling bunuh🙂

    membunuh dgn cara yg paling halus, lembut, tak terasa tapi mematikan…. :))

  7. meiy 19 November 2009 pukul 8:58 am

    ketika cinta terasa membunuh, memang sulit sekali menerimanya…mungkin kesakitan itu harus dilewati mau tak mau.bagiku, mencari cara agar bisa menikmati sakit itu? impossible? gantilah setiap denyut sakit dengan nama Sang Cinta yg abadi…

    salam kenal ya fren, dr bang toga kesini

    waaahhh..komennya keren hehehe…..”mencari cara bagaimana menikmati sakit itu?” pernah dan sedang melakukan itu. perih memang, tapi memang kita gak selalu dpt apa yg kita mau kan, karena kita pasti akan selalu menerima apa yg kita butuhkan…. ah, semoga bisa

    salam kenal lagi mbak…sesama fans of nesia.wordpress ya hehehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: