Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Menjelang akhir 2009

Menjelang tutup tahun. Udah entah berapa orang yang bertanya, “Rencana tahun baru apa?” Dan biasanya saya cuma menjawab dengan nyengir sambil menggelengkan kepala. Dan memang belum ada rencana apa-apa, selain melahap sebuah novel 19th Wife-nya David Eberhoff yang baru saya beli kemarin, atau menonton VCD Great Expectation Charles Dickens. Tuan muda juga mengajak saya untuk menghabiskan malam tahun baru berdua, tapi saya masih belum mengiyakan ajakannya. Entahlah, dari dulu memang saya hanya menganggap bahwa pergantian tahun itu sama dengan pergantian hari, pergantian bulan dan yang pasti ganti kalender. Saya masih belum menemukan dimana istimewanya pergantian tahun itu.

Dan baru saja melihat iklan untuk merayakan pergantian tahun di sebuah hotel berbintang (tujuh??) yang baru dibangun disini. Yang menawarkan sebuah paket perayaan yang mewah dengan harga yang diluar akal sehat saya untuk sebuah malam yang dilewati manusia setiap tahun. “Hanya Rp. 4.800.000,-/nett”.  Gila!!! Hampir 5 juta untuk melewati sebuah malam yang masih saya pertanyakan, dimana keistimewaannya.

Berganti tahun menurut saya adalah kembali merefleksi diri kita setahun ke belakang. Melihat apa yang sudah dicapai dan apa yang masih tertinggal. Tahun-tahun sebelumnya, saya cukup rajin menulis tentang refleksi dan resolusi saya setahun kemarin dan setahun ke depan. Tapi sekarang, saya mencoba lebih realistis, karena terkadang apa yang saya rencanakan setahun itu baru bisa terpenuhi dua tahun kemudian 😀 Jadi sekarang mencoba untuk membuat resolusi pribadi, janji pada diri sendiri apa yang sanggup saya lakukan tahun depan, selain tentu saja memenuhi resolusi tahun kemarin yang tak terselesaikan.

Tapi memang, setiap orang memaknai pergantian tahun dengan berbeda-beda. Ada yang merasa harus melewati pukul 11:59 31 Desember 2009 menuju ke  00:01 1 Januari 2010 dengan perayaan yang mewah, musik hingar bingar, berkumpul bersama orang-orang yang juga memaknai pergantian tahun dengan cara yang sama. Tapi ada juga yang berpikir bahwa pergantian tahun tidaklah seistimewa itu. Justru sebuah tantangan yang pastinya nggak akan mudah. Kita akan meninggalkan tahun-tahun yang kita lewati dibelakang kita, dan artinya kita akan mendekati ke akhir perputaran bumi.

Ah, bagaimanapun cara saya, cara anda memaknai pergantian tahun kali ini, semoga kita masih bisa bersikap wajar mengingat masih begitu banyak orang-orang disekitar kita yang berpikir, apakah tahun berikutnya anak-anak mereka masih bisa melanjutkan sekolah lagi.

Iklan

2 responses to “Menjelang akhir 2009

  1. elia|bintang 30 Desember 2009 pukul 4:42 am

    setuju, makna tahun baru berbeda utk setiap orang. setuju juga, harga hotelnya gila2an.. pantesan aja MUI bogor ngelarang ngerayain taun baru, ngucapin aja ga boleh.. hahaa aneh yah 😆

    happy new year yah!

    • weirdaft 30 Desember 2009 pukul 8:01 am

      🙂 mudah2an MUI Medan jg baca iklan itu di koran hari ini, dan ngelarang perayaan taun baru yg mubazir dan gila2an kyk gitu.. eh tapi masih boleh jg lah ngucapinnya… hehehe 😛

      happy new year jg ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: