Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Setelah Satu Semester

Ujian Akhir Semester Ganjil di kampus selesai hari ini. Seperti biasa setiap semester, saya diminta untuk membantu di Fakultas Teknik untuk mengawas ujian. Dan saya sanggupi disela-sela ujian mata kuliah yang saya bawa di Fakultas lain yang juga ujian pada minggu yang sama dengan FT.

Hari Senin, jam ke 3. Setengah 2 jadwal yang diminta Pak Ratno untuk saya mengawas mata kuliah Metafisika I yang merupakan mata kuliah muatan lokal di kampus. Metafisika ini sama seperti matakuliah Pengantar Filsafat yang mungkin juga diberikan di universitas yang lain. Buat saya (atau kami?) Metafisika ini adalah mata kuliah paling berat yang ada di kampus. Susah untuk bisa mengingat tentang penciptaan manusia, ruh Tuhan, mahluk gaib selain manusia, jalan menuju Tuhan (dibahas dari sudut pandang berbagai agama di Indonesia) dan segala hal yang berhubungan dengan Metafisika itu sendiri (CMIIW, saya sudah lupa total soal ini. Mungkin saya perlu belajar lagi soal metafisika ini).

Dan selama 1 jam lebih 10 menit itu, pemandangan yang saya lihat adalah satu kelas mahasiswa yang mengaku manusia berintelegensi kasak kusuk mencari jawaban dari kiri dan kanan. What the hell!!! Ini ujian guys! Ujian Akhir Semester, yang artinya anda hanya akan menemui matakuliah ini hanya pada semester ini. Jadi, selama satu semester ini, apa yang udah kalian lakukan? Nampang doang? Sibuk memperbaiki poni? GREAT!!! Kalopun ada yang ngerti 5 soal yang beranak pinak di lembar soal itu cuma 2 sampai 3 orang. Sisanya, tinggal menunggu durian jatuh. Sukur-sukur kalo durian itu nimpain muka mereka. Bonyok sekalian!!!

Jujur, saya juga bukan termasuk mahasiswa pintar dulu, tapi kalau setiap UAS bisa dipastikan saya dan kawan-kawan saya yang lain bukanlah sekumpulan orang bertitel mahasiswa yang cuma tinggal menunggu jawaban dari kiri dan kanan tanpa usaha sama sekali untuk menggunakan otak. At least, seperti yang pernah saya ceritakan ntah di postingan yang mana, saya juga salah satu pembangkang dulu waktu jaman masih belum sadar. Sampai hari ini beberapa dosen masih ingat gimana style ancur saya jaman kuliah dulu. Tapi, tetap aja ketika ujian nggak sekedar mengandalkan teman samping kiri, kanan, depan atau belakang. Atau mengandalkan contekan kecil-kecil. Saya juga pernah dapat E untuk satu mata kuliah yang paling gampang, Elektronika Dasar. Nilai C saya berserakan di transkrip nilai saya. Tapi, tetap aja dulu ketika masih kuliah saya juga mengandalkan otak yang tak seberapa ini.

Dan hari berikutnya, setelah saya mempelajari situasi dan kondisi, dimulailah sikap (sok) tegas + tampang sangar bin kejam saya keluar. Tanpa senyum! Bener-bener sok killer saya. Tempat duduk diatur, dari depan. Wilayah belakang nggak saya pake. Dan hasilnya, hehehehehehe……kegiatan contek mencontek pun bisa diminimalisasi.

Sebenarnya, saya bisa aja nggak peduli. Mau mereka saling contek, lihat catatan, nilainya bagus semua padahal jarang masuk kelas. Tapi, ada satu hal yang membuat saya berbuat sok tegas seperti itu. Bukan tanpa alasan saya jadi sok idealis kayak gitu. Perkuliahan ini bukan hanya 1 semester ini aja. Apalagi buat mahasiswa semester 1. Ini belum ada apa-apanya. Baru awal. Nah, kalau sekarang aja mereka udah bisa sesuka hatinya gimana nanti menghadapi Laporan Kerja Praktek dan Tugas Akhir? Masih mau enaknya juga? Bisa beli skripsi sama orang yang memang spesialis membuat skripsi? OK. Nah, gimana kalau suatu saat mereka dipanggil salah satu perusahaan besar dan harus menjalani tes?

Saya ada pengalaman soal ini. Kemarin, saya dipanggil interview oleh salah satu perusahaan di bidang komputer yang saya lamar melalui JobsDB. Nah, sampai disana, setelah menyerahkan Application Form yang dikirim melalui email, saya lihat pelamar lain yang menunggu diinterview sedang menjawab soal tes yang diberikan. Dan ternyata, apa yang dilakukan para mahasiswa yang sedang ujian di kampus saya, dilakukan juga dengan orang-orang yang bertitel sarjana ini. M E N Y O N T E K. Macam-macam caranya. Ada yang sms dan telfon temennya, minta dicariin jawaban. Ada juga yang lebih elit, browsing jawaban dari HP nya. Memang cuma 2 orang itu yang melakukan itu. Tapi, dari sini kan udah keliatan, gimana kualitas mereka ketika kuliah dulu.

Yah sudahlah, toh hidup itu pilihan. Semua orang boleh memilih ingin jadi apa mereka jadinya nanti. Disini, saat ini, ditempat ini, saya cuma akan melakukan apa yang bisa saya lakukan untuk mencoba sedikit membantu apa yang sudah telanjur. Kalaupun apa yang saya lakukan ini salah dimata mereka. Silakan saja. Setiap orang berhak berpendapat di negeri yang bebas merdeka dan berdaulat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: