Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Out of the comfort zone

Bang Ardi, salah satu staff lab komputer bilang ke saya, “Orang yang berani menjauh dari comfort zone dan mengambil segala resikonya adalah orang yang berani untuk maju.” Kalimat itu disampaikannya sehari setelah saya mengajukan surat resign dari lab komputer.  Tanpa pikir panjang, saya langsung menjawab iya, ketika perusahaan yang 3 minggu lalu memanggil saya untuk interview, dari lamaran yang saya klik di jobsdb. Dengan gaji yang standar, tapi wilayah untuk menambah ilmu sangat luas, saya beranikan untuk keluar dari wilayah aman yang sudah setahun ini saya diami. Bersama dengan Ogenk, bos yang luar biasa dan Bang Ardi, Sugi dan Andre, kawan-kawan yang bertanggung jawab di lab komputer juga. Praktis Senin besok, hari dimana saya resign, lab komputer hanya akan dihuni oleh 3 orang itu saja, minus saya.

Sempat terpikir oleh saya, bukan ragu, hanya terpikir, apakah yang saya ambil ini benar? Menjauh dari comfort zone yang sudah saya bangun selama setahun ini. Dengan segala rutinitas yang sudah saya hafal, bahkan ketika saya mengerjakannya sambil memejam mata. Dengan segala lingkungan yang sudah saya kenal dan mengenal saya. Dengan resiko yang sedikit. Dengan kawan-kawan yang sudah menyatu dengan saya. Tapi, ketika bang Ardi mengucapkan kalimat itu, saya sadar. Bahwa kali ini saya memang harus mengambil resiko yang saya sudah tau apa. Dan apapun resiko yang saya hadapi nanti, tak sebanding dengan apa yang saya dapat kalau kali ini saya bisa lebih serius lagi.

Ah, apapun itu, memang terlalu banyak resiko yang menghadang ketika kita mencoba keluar dari comfort zone kita. Bahkan, langkah pertama pun sudah pasti menjadi tidak mudah. Tapi memang benar, hanya orang-orang yang berani yang bisa melangkah keluar dari comfort zone-nya. Untuk menjadi lebih percaya dan konsisten pada dirinya sendiri. Dan saya yakin, dengan dukungan dari orang-orang baik yang kenal dengan saya, saya pasti bisa melewati ini semua. Dan kali ini saya tak sendiri, saya tak mau sendiri lagi menghadapi segala resiko dan rintangan yang pasti nggak mudah ini.

Jadi, kali ini, dengan Bismillah saya mulai melangkah keluar dari comfort zone saya.  Perlahan tapi pasti melangkah menjauhi zona nyaman saya. Dan semoga, apapun rintangannya kali ini, tak akan membuat saya jatuh dan jera untuk bangkit.

So guys, thank you. So long and see you…

2 responses to “Out of the comfort zone

  1. pandaya 24 Februari 2010 pukul 3:37 am

    yah….hidup memang harus terus maju apapun rintangannya😀

  2. weirdaft 24 Februari 2010 pukul 4:17 pm

    bener, saya setuju. itu sebabnya kali ini saya harus berani keluar dari kenyamanan itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: