Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Pain is not about suffer

Itu yang saya tangkap ketika menyaksikan satu jam bersama Pepeng di TV ONE. Presenter yang menderita multiple sclerosis itu. Padahal, dari yang saya baca, penderita MS itu pasti akan merasakan kesakitan jika mendapat sedikit getaran. Tapi hari ini, yang saya lihat justru bukan itu. Bukan penderitaan yang ingin ditampilkan Pepeng disitu. Tapi tentang bagaimana beliau bisa menikmati rasa sakit yang menghujam fisiknya selama 2 tahun lebih itu. Justru tawa bahagia yang saya lihat ketika beliau menikmati kunjungan teman-temannya disitu. Ternyata kuncinya cuma satu. Ikhlas.

Bagaimana bisa menerima rasa sakit dengan ikhlas. Menikmati rasa sakit secara fisik, tapi tidak menerimanya secara mental, mesti sampai hari ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan MS. Dan itu yang belum bisa dilakukan kebanyakan dari kita.

Hari ini, saya belajar untuk bisa menerima rasa sakit, tapi tak membuat saya terlihat begitu menderita. Sakit secara fisik, tapi tidak secara mental. Saya harus belajar untuk menikmati setiap langkah hidup yang telah Allah gariskan dengan segala perih dan suka yang tergambar dalam garis takdir saya.

Jadi, pain is not about suffer. Pain is about how you can take it in your life, make pain being part of our life.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: