Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Pertanyaan yang sama lagi

Kemarin, disela-sela training perawat yang hampir selesai, Rika yang anggota SIRS bertanya. Mungkin ada sedikit penasaran buat dia setiap kali melihat saya, makanya kali ini dia harus bertanya soal itu. Apalagi kalau bukan tentang, umur saya yang menjelang 30 tahun Agustus nanti, tapi sepertinya tak ada gurat gelisah tentang status saya yang masih single, meski not available itu.

Dan sama seperti pertanyaan-pertanyaan lainnya, kenapa saya masih bisa santai padahal umur sudah mengejar-ngejar saya untuk mengubah status. Mengapa masih belum merasa bahwa menikah adalah hal paling penting yang harus segera dilakukan. Mengapa sepertinya masih begitu menikmati hidup, padahal teman-teman saya yang lain mungkin anaknya sudah 2 atau tiga. Dan menganggapi pertanyaan-pertanyaan penasarannya saya cuma tertawa.

Saya tau, menjelang umurnya yang ke 26 itu, dia pasti galau karena masih belum menikah. Tapi ketika dia melihat saya, bertemu dengan sosok seaneh saya yang begitu menikmati hidup dan seperti masa bodoh dengan segala hal tentang pernikahan, membuatnya berpikir ulang. Bahwa menikah memang tujuan hidup, tapi bukan satu-satunya. Saya yang setua ini masih bisa menikmati hidup meski masih berstatus single, kenapa pula dia yang dibawah saya harus cemas?

Upss, sepertinya saya malah ngajarin anak orang nih. Tapi nggak. Intinya, saya bilang ke dia, bahwa sesekali, jauh didasar hati saya, pasti ada sedikit rasa tak nyaman itu. Ketika pertanyaan demi pertanyaan yang sama muncul, bohong kalau saya bilang saya tak terpikir soal itu. Tapi, kalau saya trus menerus hanya berkubang pada pemikiran itu, ujung-ujungnya bisa stress lah. Dan saya nggak mau. Kalau saya stress, pasti saya nggak akan bisa menikmati hidup saya.

Toh, meski saya masih belum naik kelas (baca : menikah), tapi saya masih punya tuan muda, pekerjaan saya, teman-teman saya, mahasiswa saya, laptop saya… hehehe…. Dan dunia saya masih indah, meski tak selalu berwarna. Karena sesekali hitam, putih dan abu-abu mewarnainya.

2 responses to “Pertanyaan yang sama lagi

  1. Domba Garut! 4 April 2010 pukul 10:30 pm

    As life may takes a different course on each individual, it is often creates a new fatamorgana of seemingly inducing happiness and/or sets of values to a broad public, but may not necessarily fit to some.. hang in there, perhaps enjoying life ( at present) may not be a sin, but perhaps revisiting the idea of settling down may later becomes a necessity as more numbers added to the age.. just my two cents😀

    Kind regards from West Africa..

  2. weirdaft 5 April 2010 pukul 4:56 pm

    Thanks for that nice comment
    so far, I still enjoy my great life, no matter what. with all that single or else things, I still face everything with smile.

    I’ll think about that marriage thing, sometimes. but I’m sure, God has created a great path to me, including about that thing.

    thanks, so far away from our motherland

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: