Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Menjelang Pemilu Walikota

2 hari lagi, ada Pemilihan Walikota di beberapa daerah di Sumatera Utara. Dan di kota Medan sendiri, seluruh calon walikota yang bertarung di pemilu kali ini ada 10 pasang calon. Bayangpun!! 10 pasang calon. Apa nggak bikin seluruh pemilih akan kebingungan memilih calon mana yang paling tepat. Tapi, kalau saya yang ditanya saya pilih yang mana, sudah pasti kali ini saya juga akan GOLPUT. hehehe….

Ada sedikit yang mau saya ceritakan kali ini. Sedikit yang menggelitik saya, dan rasanya tak afdol kalau saya tak berbagi disini. Salah satu calon ada yang mantan petinggi di sebuah lembaga kesehatan. Dan lembaga kesehatan tersebut adalah yang paling sering dituju masyarakat. Sebuah lembaga yang sepertinya lebih tepat disebut lembaga keluarga daripada lembaga kesehatan daerah. Karena mayoritas pekerjanya direkrut dari anggota-anggota keluarga pegawai tersebut. Jadi, menurut informasi yang saya dengar, tak pernah ada pengumuman tentang perekrutan tenaga magang atau honor disana, karena siapapun yang ingin jadi tenaga honor disitu paling tidak punya saudara yang lebih dulu menancapkan kuku disana. Hhhh… dizaman reformasi sekarang ini, kolusi justru masih tumbuh dengan suburnya.

Nah, yang sedikit mau saya ceritakan adalah, ketika saya bertugas dari perusahaan yang menempatkan saya di lembaga tersebut, ada yang lucu. Seorang anggota masyarakat yang mengantar satu keluarga yang ingin mendapatkan perawatan darurat bilang pada salah satu anggota keluarga tersebut yang menggunakan jaminan kesehatan. “Nah, sekarang aku udah antar kalian. Pakai Jaminan Kesehatan Inu kan? Makanya, jangan lupa tanggal 12 nanti pilih Bapak Anu, No sekian. Kan udah diterima disini. Jangan lupa,” dengan serius dia menyampaikan hal itu. Dan setelah itu dia melirik petugas pendaftaran, “Aku selalu bilang ke orang-orang yang aku bawa, kalau mau pakai Jaminan Kesehatan Inu, jangan lupa pilih Bapak Anu.”

Jujur, saya yang dengar rasanya mau ngakak. Bukan apa-apa. Setau saya sih, soal jaminan kesehatan itu yang bertanggung jawab PEMKO atau PEMDA. Bukannya orang perorang, meskipun orang tersebut mantan petinggi lembaga tersebut. Dan rasanya wajar, kalau Jaminan kesehatan yang dikeluarkan PEMKO atau PEMDA tersebut yang melayani dikhususkan kepada lembaga Kesehatan Daerah atau Pusat, karena memang pajak rakyat sudah seharusnya digunakan untuk itu.

Yang saya tidak habis pikir adalah, apa hubungannya meminta pelayanan kesehatan kepada lembaga tersebut dan keharusan untuk memilih mantan petinggi lembaga tersebut? Sebuah ironi yang menyedihkan. Sampai pada tahap itu kekuasaan mempengaruhi. Sampai pada pentingnya untuk membohongi masyarakat yang sebenarnya hanya ingin keringanan biaya untuk mengobati kesehatannya.

Dan ketika saya mengetahui hal ini, maka semakin kuat keyakinan saya, bahwa kali ini pun saya akan tetap GOLPUT. Maaf.

4 responses to “Menjelang Pemilu Walikota

  1. wahyuseptiarki 10 Mei 2010 pukul 5:13 am

    Wah, masalah nyoblos-menyoblos, saya juga. ;))

    Moga-moga selalu ada seorang yang akan menjadi pemimpin dengan hati tulus. Bukan cuma pengen ‘jadi’ pejabat.🙂

  2. fnya_nedy 10 Mei 2010 pukul 6:27 am

    Astaghfirullah wieeee……knapa ada yang kya gitu..(Muka shock n lebay mode : on) hahahahaha…ditempat ku juga akan ada pemilihan gubernur.. okay lah wie…kyanya kita akan jd golongon putih…..golongan yang selalu ingin memilih kejujuran-niat baik-dan keinginan besar untuk membangun negeri…

    • weirdaft 11 Mei 2010 pukul 4:53 pm

      hahaha… salah satu alasan yg selalu ditentang orang2 yg katanya punya nasionalisme, idealisme dan demokratis yang tinggi

      tapi nyatanya, justru mereka2 yg bikin negara ini makin rusak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: