Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Sederet kata untukmu

Bisa tolong aku, ajarkan aku untuk menghalau cemburuku. Atau paling tidak meredamnya, agar kau tak bisa melihatnya dari kilatan mataku ketika rasa tak mengenakkan sedunia itu datang? Sungguh, aku ingin meredamnya, agar kau bisa melihat hanya cinta yang ada dimataku, tak ada yang lain. Tapi, aku tak mampu meredam segala rasa itu, segala cemburu yang membuat rasa laparku menguap pergi ketika kau menyebut satu judul lagu yang mengingatkanmu tentangnya.

Aku berusaha untuk mempercayaimu ketika kau bilang, saat ini hanya ada aku, tak ada yang lain. Tidak juga dia, yang pernah mengisi penuh relung hatimu, dulu. Bertahun yang lalu. Tapi yang ada dikepalaku adalah, posisi kedua dalam hatimu, yang aku tau masih menyisakan tempat untuknya. Aku tau, ada hal-hal yang masih ingin kau simpan tentangnya, tapi itu menyakitkanku.

Ketika kau mulai memetik gitarmu, memulai menekan kunci F untuk memulai lagu kita, aku menahanmu. Kubilang, aku tak ingin kau menyanyikan lagu yang pernah kau nyanyikan untuknya. Saat ini, aku tak ingin mendengar lagu tentang dia ada dalam ruangku denganmu. Karena ada yang teriris perih disini.

Ah ya, aku memang tlah terbiasa dengan perih. Bahkan menikmatinya. Aku menyimpannya dengan rapi, setiap tangisan yang kadang memenuhi malamku, setiap perih yang menyelubungi hari-hariku, dan kerapuhanku yang membuatku begitu lemah.

Terkadang, tanpa sadar kau akan memetik gitarmu, melantunkan melodi demi melodi Joe Satriani, yang dulu pernah menemaniku ketika jarak masih berkuasa atas kita. Tapi sekarang, melodi itu mengingatkanku bahwa kau juga pernah memetik melodi ini untuknya. Tak tau kah kau, aku begitu cemburu? Karena kau masih mengingatnya. Masih mengintip halamannya, masih mengingatnya dalam matamu, masih memainkan lagu-lagunya. Sementara kau sama sekali tak tau, bahwa musik John Rzeznik, Rob Takac dan Mike Malinin – Goo Goo Dolls – adalah yang terbaik buatku. Bahwa IRIS adalah lagu yang menemaniku ketika aku begitu merindukan pelukmu!!

Jadi, haruskah kubiarkan cemburu ini menguasai benakku sekarang? Menafikan segala kalimat-kalimat yang pernah kau katakan, bahwa kau mencintaiku. Aku percaya kalimat itu, tapi sedikit ragu juga menyergapku.

Kumohon, tinggalkan dia dan segala masa lalu kalian dibelakang. Tolonglah, aku lelah menahan sesak ini. Lelah sekali. Aku perih jika melihatmu menerawang jauh, seolah kau masih mengingatnya meski tlah jauh. Jujur, aku akan rapuh jika tanpamu, tapi bagaimana aku bisa bertahan jika cemburu terus merasuki benakku. Paling tidak, ketika kau bersamaku, yang kau ingat adalah bagaimana harus merangkai nada demi nada untuk memainkan melodi IRIS. Hanya untukku.

2 responses to “Sederet kata untukmu

  1. lowell 2 Juni 2010 pukul 3:09 am

    tweet tweet… lucu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: