Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Fried Pete

Minggu malam, setelah menyelesaikan shift kerja, setelah belanja-belanja ala cewek bareng Dina, Kiki dan Fitri ketemu tuan muda saya. Nonton tv dan becandaan sampai lapar. Setengah 8 lebih kita keluar, cari makan. Perut udah mulai protes minta diisi.

Keliling-keliling cari tempat makan, akhirnya berhenti di satu warung yang memang tempat kita biasa makan.  Saya lagi pengen makan yang segar-segar. Akhirnya pilihan jatuh pada Sop iga dan lemon tea squash yang aseeemmm banget. Dan tuan muda dengan ayam bakar, lemon tea squash dan … pete goreng. What?? yup. Pete goreng.

pete goreng itu

Tak sampai setengah jam pesanan datang. Dan kita sempat ngakak lihat sepiring pete goreng. 7 potong yang tiap potongnya berisi 5 sampai 6 biji. Asli. Ini pete kebanyakan buat kita berdua. Dan pelayannya yang mengantar pesanan kita ketawa aja melihat pesanan aneh dari pasangan aneh ini. Mungkin baru kali ini ada orang pacaran yang makan pete berdua.😀

Mencium aroma pete yang aduhai itu, membangkitkan selera makan kita. Dan tanpa gengsi, malu-malu atau jaim, berdua kita santap pete dengan aroma yang menggoda itu. Saya menghabiskan 1 potong dan tuan muda sisanya. Hahahaha… Akhirnya saya percaya, kenapa pelayan itu setiap melewati meja kita selalu senyum-senyum. Karena kita memang pasangan aneh😀 Makan malam bareng pacar sambil menyantap sepiring pete goreng.

Menyantap dengan semangat

Dan memang, setelah makan semakin terasa aroma pete yang benar-benar aduhai itu.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: