Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

pintaku padamu

dari internet, googling

Sayang, tenang saja. Tak perlu memperhatikan air mukaku ketika kita berada ditengah meriahnya pesta pernikahan teman baikku sore tadi. Ketika candaan yang mereka lontarkan atau pertanyaan yang tak mampu kita jawab tentang, “Kapan nyusul?”.

Tenang saja sayang. Ini adalah tawa bahagia untuk pasangan baru itu, yang lebih berani dari kita untuk melangkah didepan kita lebih dahulu. Memasuki hidup yang sesungguhnya. Tak perlu cemas ketika aku tertawa, itu bukan untuk menutupi sedihku. Kita toh sudah sepakat, bahwa kelak, jika Tuhan sudah menentukan segalanya dengan waktu yang tepat, maka kita juga akan mengikuti jejak mereka. Tenang saja sayang, aku baik-baik saja.

Tak perlu cemas, apakah uang yang kita kumpulkan akan cukup untuk membiayai pesta pernikahan kita nanti. Apakah tabungan yang kita kumpulkan sedikit demi sedikit tak akan membuat keluargaku memandangmu rendah. Kita akan berusaha sampai waktunya tiba.

Aku toh tak ingin meminta seperti yang mereka pinta pada pasangannya. Aku tak meminta pesta pernikahan di hotel mewah atau gedung yang tak sanggup kita sewa. Aku tak meminta pesta pernikahan dengan 2000 undangan yang harus kita jamu dari pagi atau malam. Aku tak meminta pesta yang megah seperti orang-orang terkenal membuang-buang uang mereka untuk sebuah prestise. Tak perlu pesta yang mewah jika kita tak nyaman dalam pesta itu. Karena kita memang tak begitu suka dengan pesta dan suasana hingar bingarnya.

Sayang, kita sudah sepakat tentang permintaanku. Aku hanya meminta hakku sebagai mas kawin yang harus kau berikan kepada istrimu kelak. Seperangkat alat sholat dan Al Qur’an, agar kelak kita bisa menjalani dan menghadapi segala sesuatu dengan iklas, menciptakan kenangan indah kita berdua dengan sholat berjamaah dan diakhiri dengan mencium tanganmu. Setelah itu kita akan membaca Al Qur’an bersama. Menambah perbendaharaan hafalan surat-surat kita, sehingga ketika kita berjamaah, kau tak hanya melantunkan surat yang itu-itu saja😀.

Kau juga sudah sepakat, bahwa mas kawin untukku kelak adalah sebuah laptop Apple, MacBook. Untuk memenuhi hasrat-keingintahuan-rasa penasaranku dalam dunia yang sedang aku geluti sekarang.

Ah, iya. Aku juga memintamu sebuah perjalanan ke Lombok, untuk menikmati pemandangan yang sebelumnya hanya aku lihat dari televisi.

Kita sudah sepakat, jika itu saja bisa kau penuhi sebagai mas kawin, aku tak peduli dengan segala tetek bengek tentang pesta pernikahan itu.

Dan satu lagi, apakah kita juga sepakat bahwa itu akan terwujud setelah lebaran?

Love,

Me

2 responses to “pintaku padamu

  1. littleucrit 28 Juni 2010 pukul 5:53 am

    OMG…. undangannya ya sis….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: