Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

30

It’s only when we truly know and understand that we have a limited time on earth — and that we have no way of knowing when our time is up — that we will begin to live each day to the fullest, as if it was the only one we had.

– Elisabeth Kubler-Ross

Ini tentang angka 30 yang akhirnya harus saya sandang dipundak ini. Dan tentu saja bukan sekedar angka, buat orang lain. Karena angka ini bukan angka yang mudah untuk saya, meski saya merasa bahwa ini hanya sekedar angka. Jam biologis saya memang terus berdetak, tapi segala takdir memang sudah ada yang menentukan, dan saya hanya sekedar mengikuti garis takdir.

Perempuan, 30, bekerja, single (but not available), bukan hal yang mudah yang saya lalui esok hari. Karena tentu saja pertanyaan-pertanyaan itu akan semakin sering saya terima. Saya menikmati hidup saya, tentu saja, tapi tetap tak bisa menafikan pertanyaan-pertanyaan yang akan semakin sering saya terima. Yah sudahlah, semua orang boleh berpendapat, tapi akhirnya memang saya yang memutuskan apakah pendapat orang lain harus saya dengar atau tidak. Itu saja 🙂

Tak ada perubahan signifikan yang akan terjadi esok dan esok. Saya tetaplah saya seperti yang pernah mereka dan kalian kenal sebelumnya. Berapapun angka yang menyertai langkah saya, saya tetaplah saya. Segala hal yang pernah dan akan terus saya jalani dalam hidup, berusaha saya hadapi dengan senyum. Meski tak jarang; perih, patah dan airmata lebih sering mendominasi. Saya hanya berusaha menciptakan bahagia versi saya. Dan saat ini dengan tuan muda, tentu saja. Karena kami (sekali lagi) hanya mengikuti garis takdir.

Berkurang satu angka dari janji yang pernah saya buat sejak awal masa penciptaan dalam rahim perempuan tercinta itu. Tapi hidup saya akan terus berlanjut, Insya Allah. Dengan segala senyum, bahagia, tawa, perih, duka, airmata dan segala hal yang akan menyertai hidup saya. Segala doa dan pengharapan yang saya buat hari ini, semoga akan terwujud kelak.

Hidup adalah tentang memilih, dan saya akan memilih untuk selalu bahagia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Happy Birthday, myself 

 

 

I work my whole life – I don’t apologize – to take care of my family, and I refused to be a fool, dancing on the string held by all those bigshots. I don’t apologize – that’s my life – but I thought that, that when it was your time, that you would be the one to hold the string. – Don Corleone

Iklan

2 responses to “30

  1. Prabu Dian Sori 13 Agustus 2010 pukul 4:07 pm

    sabar wir, semua indah pada waktunya..
    jodoh rejeki maut yang diatas yang nentuin.
    jalani aja n nikmati 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: