Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Color Of Me

Sebelum bertemu denganmu, aku hanya punya 2 warna dalam hidupku, hitam dan putih. Aku menjalani hari-hariku dengan statis, dan cenderung membosankan menurut orang lain. Tetapi aku menikmatinya. Menikmati statisnya hidupku, seperti aku menikmati warna hitam dan putih dalam hidupku. Seperti para introvert yang lain, aku membangun kubah untukku sendiri, menciptakan dunia hanya untukku sendiri.

Setelah bertemu denganmu, sebuah warna masuk lagi. Abu-abu. Hey, itu tetap sebuah warna juga kan? Aku menikmati banyak ketidakpastian yang ketika itu aku temui dalam sebuah bentuk baru hubungan antara sesama manusia, hubungan antara lelaki dan perempuan. Ada banyak hal yang aku temui, ada banyak kejutan yang terkadang membuatku benar-benar terkejut. Hidupku tak lagi statis, mulai mengalami ritmenya, naik dan turun grafik. Gradasi emosional yang membuatku merasa aku bukanlah aku yang dulu. Dan kemudian, aku memang tak lagi sama.

Sekarang, kamu bilang aku punya banyak warna. Entah, kamu yang bisa melihat itu. Tapi yang jelas, aku merasa bahwa hidupku memang berubah. Banyak. Aku mulai membagi duniaku, denganmu. Aku mulai membiarkanmu memasuki kubahku. Dan aku merasa cinta ini begitu penuh untukmu. Begitu pekat. Hingga terkadang aku sendiri takut tenggelam dalam pekatnya cinta yang tanpa aku sadari tercipta begitu saja untukmu. Belajar mencintai, seperti cinta itu tak akan menyakitkan. Sekarang itu tak terlalu sulit untukku. Meski terkadang masih begitu menyakitkan, menyayat perih, tapi aku berusaha untuk tersenyum dan membiarkanmu berbahagia dengan segala keputusan yang terkadang begitu sulit untuk kuterima. Belajar menangis, padahal dulu aku adalah perempuan paling kuat yang sulit untuk menangis. Dan memang, hidupku tak lagi sama.

Berjalan disampingmu selama lebih 2 tahun ini, mengenalmu lebih dalam dan terkadang justru membuatmu semakin asing bagiku. Meski terkadang apa yang sedang tertempuhi ini sedikit pincang, karena cinta yang mengalir untukmu terkadang tak sama kuterima seperti yang aku alirkan. Aku tetap belajar untuk menikmatinya, belajar untuk bersyukur, belajar untuk iklas, belajar untuk pasrah, belajar untuk tulus. Karena aku tau, bahwa Tuhanlah yang akan menilai itu semua. Dan memang, aku akan kembali menyerahkan segala hal ini kepada garis takdir.

Sekali lagi, aku hanya ingin bilang, bahwa meski aku hanya manusia biasa, tapi aku punya cinta yang luar biasa untukmu. Meski caraku mencintaimu tak sesempurna yang kamu inginkan, tapi cintaku untukmu begitu sempurna.

Itu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: