Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Ketidakadilan Pagi Ini

Akhirnya, saya dikecewakan oleh oknum polisi hari ini. Petugas yang mestinya menjadi pelindung dan penegak disiplin dijalan raya, akhirnya menunjukkan kearoganannya pada saya, seorang anggota masyarakat biasa yang tak punya uang, apalagi backing. Dan hari ini, seluruh rasa hormat saya pada pihak kepolisian, hancur. Mulai hari ini, seluruh respek saya hilang. Maaf,tapi saya sudah diperlakukan tidak adil oleh seorang oknum polisi bernama Briptu EP.

Pagi tadi, seorang tetangga meminta tolong pada saya untuk ikut membonceng motor saya sampai persimpangan yang biasa saya lewati untuk menunggu angkot. Kesalahannya memang sudah jelas, tetangga saya itu tidak memakai helm. Okelah, saya diminta memperlihatkan SIM dan STNK yang kemudian diambilnya. Tanpa menyebutkan hak saya, dia mulai menulis surat tilang, tanpa memberi saya kesempatan untuk menjelaskan alasannya. Sementara itu, ada 3 pengendara motor lainnya yang lewat tanpa menggunakan helm dibiarkan lewat dengan begitu bebasnya. Saya protes, kenapa saya ditilang sementara mereka tidak. Saya protes karena sudah diperlakukan tidak adil oleh oknum aparat berseragam yang mengaku aparat negara. Dan ketika saya meminta diperlakukan adil, BRIPTU EP malah marah dan dengan arogannya bilang, “Kalau kau tak mau ikut peraturan, keluar aja dari negara ini!!”. Ya Tuhan, dan pada saat itulah emosi saya naik. Dan saya tak mengambil surat tilang yang disodorkannya pada saya. Saya bersikeras, jika dia juga menilang pengendara yang lain dengan kesalahan yang sama, maka surat tilang itu akan saya ambil dan saya pergi. Tapi dia dengan lebih arogan lagi bilang, “Itu hak saya mau menilang siapapun!!” Dan saya menjawab, “Saya juga punya hak untuk diperlakukan adil di negara Indonesia ini!”.

Akhirnya, BRIPTU EP menyetop satu pengendara lain yang membonceng penumpang yang tidak mengenakan helm. Tapi, alih-alih mengeluarkan surat tilang, si pengendara malah mengambil hpnya dan mulai menelpon seseorang dan menyerahkan hpnya kepada si BRIPTU EP itu. Dan si polisi menerima hpnya dan berbicara dengan rasa hormat yang berlebihan sambil membungkuk-bungkukkan badannya. Tahulah saya, bahwa si pengendara menelpon backing-nya supaya dia tidak ditilang. Saya protes lagi, saya merasa diperlakukan tidak adil. Sementara kesalahan yang terjadi adalah sama. Dimana hak saya sebagai warga negara Indonesia yang setiap tahun membayar pajak kendaraan?

Memang, SIM dan STNK-nya ditahan, tapi surat tilang tidak diberikan. Malah, si pengendara pergi tanpa surat tilang. Saya bukan orang bodoh yang bisa terima begitu saja hal yang janggal seperti itu. Dan memang, setelah saya pergi dan kembali lagi, saya lihat BRIPTU EP menyerahkan SIM dan STNK-nya kepada pengendara itu.

Saya benar-benar telah diperlakukan tidak adil hanya karena saya tidak punya uang dan backing. Apakah Indonesia ini hanya milik mereka yang punya backing saja? Saya harap, SAYA JUGA DIPERLAKUKAN DENGAN ADIL, KARENA SAYA JUGA PUNYA HAK DI INDONESIA INI. DAN BRIPTU EP SUDAH MEMPERLIHATKAN KEPADA SAYA DAN MASYARAKAT WAJAH KEPOLISIAN YANG SEBENARNYA. TERIMA KASIH UNTUK KETIDAKADILAN PAGI INI.

HORMAT SAYA

WIRDA FITRIANI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: