Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

All About Lovin’ You

tanpa izin dari sini http://www.freakingnews.com/Living-Mannequins-Pictures---1184.asp

Kamu, masih disitu kan? Masih dengan secangkir kopi hitam tak terlalu manis dan sebatang rokok putih yang kau hisap dan hembuskan asapnya pelan. Kamu masih disitu kan? Entah menunggu siapa.

Aku juga masih menemanimu disini. Dalam diamku. Memperhatikanmu yang terkadang menjauhkan tangan dari tuts-tuts keyboard laptopmu, sejenak menggaruk dagu  atau cuping hidungmu. Memperhatikan sekelilingmu, terkadang menerawang jauh, seakan hendak menembus batas, jarak dan waktu. Aku masih tetap disini, menemanimu dalam diamku. Meski kau tak pernah tau.

Ah, sesekali ku lihat kau menatap gundah layar bercahaya didepanmu. Seperti sedang meratapi masa lalu. Atau sedang menyesali masa depanmu. Bagian yang ini, aku tak pernah paham. Tapi, aku sangat paham, bahwa dalam diamku, aku mencintaimu dengan kadar luka dan bahagia yang sama.

Mungkin kau pernah melihatku sekelebat. Atau mungkin kau sudah lupa keberadaanku sekarang. Tapi, aku tak akan pernah lupa mata elang yang sempat menatapku tajam, meski sekelebat. Mata yang membuatku jatuh cinta pada saat itu juga. Sayangnya, kau tak pernah tau.

Tapi biarlah. Kau tau, bahwa cintaku ini adalah cinta platonis. Yang aku rasakan sendiri, kunikmati sendiri. Meski begitu sering luka, tapi aku bahagia hanya karena melihat senyummu. Meski kau tersenyum karena dia. Mungkin, cinta ini hampir sama seperti cinta seorang perempuan yang mencintai hujan, dan kemudian mati. Aku tak peduli apapun sebutan untuk cintaku ini. Terpenting, aku mencintaimu. Meski kau tak pernah tau.

 

Hey, tunggu. Mengapa begitu tergesa? Kulihat kau melirik sekilas ke jendela dan  tersenyum. Kemudian membereskan laptop, charger, pda, hp, rokok dan korek apimu. Memasukkannya dengan asal ke dalam tas. Begitu tergesa. Aku melirik ke jendela. Tampak disitu, seorang perempuan melambai dan tersenyum manis ke arahmu. Ah, ternyata dia yang membuatmu tergesa dan meninggalkanku. Aku berteriak, memanggilmu. Tapi kau tak hirau. Kau semakin menjauhiku dan berjalan dengan langkah cepat ke arahnya. Perempuan berambut sebahu yang menyambutmu penuh cinta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAMN!! Andai saja jiwa ini tak terkurung dalam mannequin sialan ini, aku tak perlu mencintaimu dalam diam seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: