Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Chapter One

What happens when everything is lying on the ground?

Do you pick up the pieces all around?

And if the world should fall apart hold onto what you know

Take your chances turn around and go

Reffrain Chapter One milik Lifehouse mengingatkan saya, bahwa telah setahun ini saya kembali mengutip mimpi demi mimpi yang sempat terserak. Hari ini, tepat setahun saya, Maulida dan Coky telah melewatkan hari demi hari dengan label PT. Buana sebagai BVKers. Dan pastinya yang lain akan menyusul untuk merayakan first anniversary ini.

Saya pernah membiarkan mimpi-mimpi saya terserak. Membiarkannya tanpa pernah peduli, apakah kelak mimpi-mimpi itu akan sempat terwujud atau tidak, kelak. Ketika saya pernah memutuskan untuk keluar dari comfort zone dan memasuki satu dunia yang baru, bertemu orang-orang baru, suasana baru dan segala hal yang masih baru, saya tau bahwa kelak saya akan bertemu orang-orang yang akan membuat hidup saya kembali penuh warna.

Dan benar, bertemu kalian semua, para BVKers. Dengan berbagai karakter, membuat saya kembali mewarnai hari-hari saya yang sebelumnya hanya berwarna hitam, putih, abu-abu dan biru. Tapi kalian menambahkan banyak sekali warna dan bahkan menciptakan warna-warna baru yang saya tau, tak akan memudar oleh apapun.

Time will tell us if we’re out of answers, When it stops –

Climb back down to the beginning take it from the top.

Whos to say where the wind will blow

Tapi, beberapa dari kita akhirnya memutuskan untuk kembali keluar dari comfort zone yang pernah perlahan-lahan saya masuki. Dan kembali, akan ada yang akhirnya akan keluar dan memiliki seragam dinas. Waktu telah memberi jawaban kepada David dan Yusnar atas pertanyaan dan pengharapan yang diberikan kepada mereka. David dan Yusnar akan kembali mendaki dari awal untuk menuju puncak mimpi yang telah berhasil mereka kutip satu persatu, keping demi keping. Mereka tidak sedang mengikuti arah angin, tapi mereka yang menentukan arah; arah angin dan arah takdir. Mereka sedang berusaha menciptakan bahagia mereka sendiri. Dan meski ada sedikit ketidakrelaan disudut sini, tetap yang terbaik yang saya harap untuk mereka berdua. Tentukan arah anginmu, kawan.

Hey, ini Chapter One kita. Kelak kita sendiri yang akan menentukan chapter-chapter berikutnya untuk menyusun satu jilid buku yang akan kita baca bersama-sama dengan senyum dan haru yang membuncah. Mengingat segala moment yang kita ciptakan.

Apapun label kita nanti, tetap sama atau tidak, kita tetaplah kita. Saya sudah meng-capture segala kenangan yang sulit untuk saya list satu persatu dengan kalian. Dan kelak, ketika saya membuka lagi kenangan itu, yang ada hanya jutaan syukur yang terucap pada Tuhan, karena telah menyatukan garis jodoh dengan kalian dan mempertemukan kita pada saat dan tempat yang tepat.

Carry on you say

Make the best of today

All I see is strugle along the way

Maybe when the sun passes through the grey

I can find the strength to make it through the day

2 responses to “Chapter One

  1. Sya 2 Maret 2011 pukul 3:32 pm

    So, sebelum jodoh itu berakhir puas-puasilah untuk menghabiskan waktu bersama🙂

    • weirdaft 5 Maret 2011 pukul 1:02 am

      tapi, sama seperti waktu, jodoh jg ternyata punya batas akhir. dan batas itu semakin dekat sekarang😀 thanks sudah berkunjung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: