Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Hiduplah Untuk Saat Ini

perjalananPernahkah terpikir, saat ini, pada waktu yang sama dengan kau membaca ini, dibelahan bumi lain banyak manusia yang sedang meregang nyawa untuk mempertahankan sepetak kecil wilayahnya yang dia sebut rumah dan keluarga. Aku tidak. Sampai seorang kawan menyampaikan padaku, bahwa ditempatnya bertugas nyawa tak lebih seperti nyamuk yang kau tepuk mati ketika mengganggu tidur nyenyakmu. Begitu juga keberadaan mereka didaerah konflik. Nyawa adalah satu-satunya milikmu yang bisa direnggut kapan saja mereka mau jika kau tak bisa menjaganya dengan baik.

Aku tak pintar berorasi politik seperti pejabat yang mempertahankan kekuasaannya. Aku cuma manusia yang tak memiliki apa-apa di negara yang luas dan bumi yang bulat ini. Tapi, ketika kalimat demi kalimat tentang betapa murahnya nyawa manusia itu terbaca, jantungku menciut. Betapa di bumi yang dirahmati ini masih ada manusia-manusia yang mengambil keuntungan dari setiap tetes darah yang tertumpah. Mengambil keuntungan dari ketidaktahuan dan ketidakmampuan. Dan aku, disini masih menikmati fasilitas yang diberikan Rabb-ku. Udara yang aku hirup setiap pagi, hujan yang turun yang aromanya masih bisa kubaui, petir dan kilat yang keindahannya bisa aku nikmati, nafas yang berhembus, kedipan mata, semua fasilitas yang diberikan Rabb-ku dengan cuma-cuma tanpa pernah aku syukuri.

Pernahkan terpikir kawan, bahwa hidupmu ini adalah benar-benar anugerah yang tak akan bisa kau hitung. “Nikmat yang mana lagi yang kan kau dustakan?” begitu seru Rabb-ku mengetuk-ngetuk hatiku yang beku. Dan aku tetap berlalu tanpa tau itu peringatan bahwa aku harus bersyukur atas segala nikmat yang aku reguk setiap hari.

Tak pantas rasanya, bersyukur diantara penderitaan manusia-manusia lain yang sedang berjuang dengan gagahnya untuk bertahan hidup. Tapi, jika hanya itu yang bisa mengingatkanku untuk bersyukur, aku minta maaf. Hidupku, kau memang harus dirayakan setiap saat, merayakan dengan cara kita masing-masing untuk bersyukur pada Sang Pemilik Raga. Maka, nikmati itu. Nikmat yang tak patut kita dustakan.

Dan untuk saudara-saudara hebat yang tertakdir hidup di daerah konflik dan bencana, berjuanglah untuk hidupmu. Jangan pernah takut, karena Tuhan kita menciptakan kalian dengan takdir yang berbeda karena Tuhan tau kalian sanggup menghadapi itu dan melewatinya. Aku disini, hanya mampu menguntai doa untuk kalian, manusia-manusia hebat.

Hiduplah untuk saat ini, disini. Ketika  Rabb-ku menganugerahkan padaku segala nikmat yang tak akan mampu aku ukur dengan apapun.

 

 

 

PS : Untuk seorang kawan yang berada digaris konflik. Semoga Allah mengkaruniakan kebaikan untukmu dan keluargamu dimanapun berada. Terima kasih menginspirasiku untuk menulis ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: