Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

This Is My Story : Gelar Profesor

Mengajar buat saya adalah “passion”. Makanya, saya nggak pernah bilang mengajar adalah sebuah pekerjaan. Saya menyebutnya sebagai itu tadi, “passion”. Saya pernah 3 tahun mengajar SD, tanpa basic kependidikan. Menjalaninya dengan proses yang akhirnya membuat saya mampu berdiri dengan percaya diri didepan anak-anak murid saya waktu itu. Bahkan waktu itu, tak canggung lagi memeluk Alfin dan Hakeem, dua orang murid autis  saya yang istimewa. 3 tahun yang menyenangkan.

Dan sekarang, ketika saya akhirnya mengajar lagi di almamater saya, dengan honor yang bisa dibilang kurang, saya tak peduli. Asalkan passion saya terpenuhi. Berdiri didepan kelas, menyampaikan materi, berdiskusi, bersama-sama ngoprek dan coding, saling share ilmu. Itu adalah hal yang menyenangkan buat saya. Karena untuk memenuhi kebutuhan, saya bisa mendapatkannya dari pekerjaan saya sebagai kuli pada perusahaan konsultan IT selama setahun ini. Segala lelah seolah hilang ketika mendapati wajah-wajah penuh antusias ketika saya berdiri didepan kelas dan menyampaikan apa yang saya tau untuk mereka. Hal lain yang saya yakin, bahwa dengan mengajar, membagi ilmu, maka dengan perlahan ilmu saya juga bertambah. Mengingat dalam agama saya, hanya ada 3 hal yang bisa saya bawa ke alam kubur ketika kematian menjemput : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh. Paling tidak, saya sedang menyicil satu hal untuk tabungan saya kelak.🙂

Perlahan dan pasti, saya akan melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. S2 dan S3. Saya belajar lebih giat lagi sehingga saya bisa memperoleh beasiswa ke luar negeri. Bukan hal yang mudah memang, tapi jika saya punya kemauan, usaha yang lebih keras lagi dan belajar bahasa Inggris di EF (www.englishfirst.co.id) lebih intens, saya pasti mampu meraih beasiswa dan menyelesaikan pendidikan saya di luar negeri. Membuat inovasi dalam bidang teknologi dan informasi sesuai kompetensi yang saya dalami sekarang. Membagi segala yang saya punya kepada mahasiswa saya, memberi kebanggaan kepada keluarga dan membayar lunas kepercayaan yang diberikan almamater kepada saya, karena saya akhirnya bisa memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian masyarakat.

Dan pada tahun 2030, diusia yang ke 50 tahun, setelah gelar Doktor dalam bidang IT saya terima dari Karlsruher Institut für Technologie (KIT), Jerman dengan tesis yang merupakan inovasi teknologi komputer, almamater tempat saya menyelesaikan S1 saya, almamater tempat saya mengabdi selama puluhan tahun akhirnya mengakui keberadaan saya dan memberikan gelar sebagai Guru Besar kepada saya. Professor dalam bidang IT dari Universitas swasta yang diakui di Indonesia. Yang gelar dan ilmunya bisa dipertanggungjawabkan.

Dear judges,

This is not only a dream for me. I promise to myself, I will make it true one day. I would like to being inspire not only for my students, but for the youths in Indonesia. That we can make our dream come true if  we want to try hard. Never give up. And we will be whatever we want to be.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: