Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Yakinkan Aku

dari http://123greetings.com

Boleh aku bertanya padamu, sayangku? Maaf, jika pertanyaan ini begitu tiba-tiba. Dan justru pertanyaan ini aku ajukan beberapa saat sebelum kamu menjadi perempuan yang halal aku sentuh. Pernahkah kau merasa menyesal telah mengucapkan kata “ya” ketika aku memintamu menjadi istriku? Entahlah, kenapa tiba-tiba justru pertanyaan ini yang muncul dipikiranku. Jujur, aku takut. Takut jika kelak, aku tak bisa membahagiakanmu. Aku takut, kalau nanti ketika kita telah halal, kau yang menyesal memilih aku. Bahkan aku takut, jika nanti justru aku yang menyesal.

Kau tau kan, bagaimana aku? Aku tak menyembunyikan sedikitpun diriku darimu. Aku adalah aku ketika dihadapanmu, hanya ketakutan ini yang aku sembunyikan. Lain tidak. Ketakutan yang terbentuk dari segala rasa yang menghantui pikiranku ketika hari demi hari semakin dekat. Ketika garis waktu seolah dipercepat.

Kita akan meninggalkan banyak hal dibelakang. Masa lalu, masa muda. Kita telah melewati itu. Kita pernah mencipta kenangan pada berbagai  tempat dan mahluk. Kita juga pernah meninggalkan jejak pada segala waktu. Tapi masa depan? Itu adalah bentuk misteri yang benar-benar asing dan menakutkan untukku. Aku tak pernah membayangkan, bahwa kelak kaulah yang menjadi ibu anak-anakku. Tapi kini, semakin dekat aku diberitahu bahwa kau pemilik tulang rusukku, semakin keyakinan itu menjauh. Arrgh, Tuhan. Jangan kau turunkan ribuan setan dan jin untuk menggoyahkan janji yang telah terucap. Aku laki-laki, dan harus setia pada janji.

Perempuanku, pemilik rusuk yang kucari jauhnya ribuan kilo. Tolong kuatkan aku. Yakinkan aku dengan hatimu, bahwa kita akan melewati segala rintang bersama. Apapun yang terjadi. Jangan sebut ini rayuan. Meski aku laki-laki, aku lemah jika berhadapan denganmu. Maka, pegang erat tanganku, agar aku tau bahwa jika sesuatu terjadi, kau tetap ada di sana. Menguatkanku, memberiku keyakinan bahwa kita adalah satu.

Dan untukmu, Rabb penentu segala takdir. Mohon mudahkan segala urusanku, jaga hatiku dan dia, beri segala berkah dan rahmat dari langitMu. Agar aku menjadi imam yang pantas untuknya dan untuk anak-anakku.

 

 

PS : untuk seorang sahabat yang akan melangkah lebih jauh kedalam kehidupan. Selamat, akan melewati fase itu. Selamat untuk keberanianmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: