Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Mari Menulis

Menulislah, maka engkau akan abadi

Seruan seorang bijak itu akhirnya menggugah hati saya kembali untuk tetap menulis apapun yang terjadi. Meski tulisan-tulisan saya kemudian dicaci maki, dihinadina dan dikritik habis-habisan. Saya tak peduli. Saya akan tetap menulis. Untuk meninggalkan jejak pada segala tempat. Untuk mengingatkan pada orang lain, bahwa saya pernah ada didunia ini.

Sore itu, ketika sedang mengawas ujian tengah semester kelas yang saya asuh, saya membaca sebuah jurnal ilmiah yang dipinjam seorang kawan. Kawan yang merupakan junior almamater saya dan sekarang kawan sesama pengajar di almamater yang kami cintai ini.

Lembar demi lembar saya membalik halaman jurnal ilmiah yang diterbitkan kampus tempat saya mengabdikan diri selama 5 tahun ini. Menelusuri kalimat demi kalimat tulisan ilmiah yang ditulis rekan-rekan pengajar yang lain. Mencoba belajar dan meyakinkan diri bahwa pada jurnal terbitan yang baru, nama saya juga akan tercetak pada covernya.

Ketika saya kembali membaca judul-judul tulisan ilmiah itu, mata saya tertumbuk pada suatu judul “Metafisika Dalam Perspektif Manusia Paripurna – U.N. Lukman Hakim”. Tulisan seorang dosen saya yang telah berpulang sebulan yang lalu. Jurnal volume 4 yang terbit pada bulan Juni itu merupakan jurnal terakhir yang menerbitkan tulisan beliau. Dosen yang saya kagumi karena pengabdiannya pada kampus dan ilmunya yang luar biasa tentang Metafisika. Ah, bapak. Bahkan sepertinya engkau mengerti akan segera pergi. Buktinya, Bapak sempat menerbitkan sebuah tulisan lagi sebagai tulisan terakhir yang akan kami kenang. Dan memberikan saya pecutan, bahwa saya juga bisa menulis secara formal, ilmiah, bahkan dengan segala keterbatasan ilmu yang saya punya. Terima kasih untuk mengingatkan kepada saya melalui cara yang unik, bahwa saya juga bisa menulis, seperti Bapak.

Dan saya akan berusaha, pada jurnal terbitan berikutnya, nama saya akan ada disitu. Saya akan terus menulis meski ilmu saya terbatas. Dan saya tak akan pernah berhenti untuk menulis, meski anda berhenti membaca tulisan-tulisan saya.

 

 

Illustrasi dari sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: