Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Kelas saya

Selama saya ngajar di kampus ini, jarang ketemu dengan mahasiswa yang benar-benar serius belajar dan berpikir  tentang masa depannya. Apalagi perempuan. Biasanya, mereka lebih peduli dengan nilai apa yang harus mereka dapat. Tak peduli apakah mereka benar-benar mampu dan mengerti tentang mata kuliah tersebut. Yang paling penting adalah IP tiap semester bagus dan nilai di KRS maksimal A. Jangan ada C, lebih-lebih D.

Setiap kali semester baru, bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa baru, selalu saya sampaikan, bahwa skill itu jauh lebih penting dibandingkan nilai. Karena, ketika nanti mereka terjun dalam dunia kerja, nilai yang mereka dapat harus dipertangunggjawabkan dengan skill mereka. Selalu seperti itu. Tapi yang sadar, tetap saja hanya segelintir. Saya selalu membuka diri, sesuatu yang sebenarnya sulit saya lakukan. Tapi, saya tau, mereka butuh seseorang untuk tempat bertanya dan berbagi, maka saya selalu bilang, bahwa kapanpun mereka butuh bantuan silakan hubungi saya.

Ketika saya hopeless dengan mahasiswa yang kurang peduli dengan kuliahnya, datang seorang mahasiswa pada suatu akhir perkuliahan suatu sore. Curhat tentang kebingungannya dengan kuliah yang baru saja dia jalani selama 3 semester. Tentang kemampuan yang masih belum maksimal. Ah, saya seperti melihat saya sendiri 10 taun yang lalu. (iya, saya semester 3 itu taun 2001, saya tua, puass???) Dan akhirnya, saya pertemukan dia dengan satu orang mahasiswa yang memang selalu menyediakan waktu untuk teman-temannya untuk berdiskusi tentang matakuliah atau apapun. Saya harap, diskusi mereka nggak cuma berhenti pada sehari atau dua hari saja. Karena saya pikir, mereka-mereka yang peduli tentang masa depannya dan punya mimpi, pasti akan selalu ada jalan untuk mewujudkannya. Semoga.

2 responses to “Kelas saya

  1. MUXLIMO 25 November 2011 pukul 10:22 am

    Betul tuh, di negeri yang materialistis ini, setiap orang kebanyakan berpikir dengan nominal..kalo gak uang dan “kepemilikan”, ya angka nilai..

    Ke mahasiswa saya sering bilang gini: “Soal nilai A itu gampang, cuman yang patut kamu pikirin itu layak gak kamu dapat nilai itu?”

    wkwkwkwk..jangan ngerasa tua ah.. ane aja 2001 itu udah lulus kuliah gak ngerasa tua, tuh.. 😎 :mrgreen:

    • weirdaft 28 November 2011 pukul 12:26 pm

      😐
      waktu saya tanya juga, jawabannya begitu. ilmu itu bisa nanti,skill itu bisa diasah. yg penting nilai😦 jujur, sedih waktu tau kayak gitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: