Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Menjadi Guru (Pengajar)

Menjadi guru (pengajar) bukanlah cita-cita saya. Hanya, nasib akhirnya membawa saya pada satu profesi yang akhirnya saya merasa bahwa mengajar bukan hanya sebuah pekerjaan, tapi profesi. Passion yang membuat saya ingin menggali lebih dalam lagi dan membagi lebih banyak lagi. Saya merasa ada sesuatu yang menyenangkan ketika saya berdiri didepan kelas, menyampaikan materi kepada didikan saya, membuat mereka lebih tau dan saling berdiskusi.

Menjadi guru SD mulanya hanya sebuah kegiatan iseng yang saya lakukan ketika kuliah memasuki semester akhir. Ketika seorang kawan meminta saya untuk menggantikannya mengajar di SD Panca Budi, saya mengiyakan. Kuliah hanya menyisakan beberapa SKS, skripsi hanya tinggal penyelesaian penulisan dan penyempurnaan alat dan praktis pagi hari saya tak punya kegiatan apa-apa.

Pertama kali masuk ke kelas 2, saya menemukan kelas yang luar biasa ribut. Guru baru. Jadi saya belum menguasai kelas. Dan mengajar seperti suatu siksaan buat saya. Melihat mereka yang ngobrol, teriak-teriak, lari-larian di kelas. Subhanallah, hanya Tuhan yang tau, bagaimana marahnya saya waktu itu. Perlahan tapi pasti, akhirnya saya mulai mencintai anak-anak itu. Mencintai bangku-bangku dan kelas-kelas itu. Mencintai pekerjaan saya. Ketika akhirnya saya bertemu dengan 2 orang murid istimewa bernama Hakeem dan Alfin, yang mempunyai Autisme, saya semakin mencintai pekerjaan saya. Menjadikannya profesi. Dengan bangga saya bilang, saya pengajar.

3 tahun kemudian, terjadi perubahan di sekolah tempat saya jatuh cinta pada dunia mengajar, yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk keluar dan mengobati perih hati saya. Ketika kebijakan sekolah akhirnya memutuskan bahwa anak-anak istimewa itu harus keluar dan tidak boleh lagi melanjutkan pendidikannya disana. Ketika tahun ajaran baru akan diimulai, ketika Hakeem dan Alfin tak akan saya temui lagi di kelas, saya memutuskan untuk keluar dan berganti pekerjaan.

Sepertinya, Tuhan memang ingin memberitau, bahwa mengajar adalah jalan saya. Pernah, almarhumah Emak bilang bahwa kelak saya harus jadi dosen. Dan, disinilah saya sekarang. Semakin mencintai apa yang saya lakukan sekarang. Bersyukur, bahwa dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki, saya masih bisa membaginya dengan orang lain.

Tapi, ada yang jauh lebih hebat lagi. Para pengajar muda. Mereka yang dengan ikhlas mengabdi kepada negara tanpa mengharap imbalan apapun, bergabung dalam sebuah komunitas Indonesia Mengajar , untuk kemudian mengajar ke seluruh pelosok negeri. Ke tempat yang bahkan kita tak pernah tau namanya dan sadar bahwa tempat tersebut ada. Para pengajar muda yang mengingatkan saya kepada guru-guru SD saya yang, meski bergaji rendah tapi tetap ikhlas memberikan ilmu yang mereka miliki. Anak-anak muda dari berbagai kota di Indonesia, yang terbiasa dengan fasilitas dan hidup nyaman, rela meninggalkan itu semua selama setahun untuk mengabdi pada Indonesia, menjadi guru SD di daerah terpencil. Mereka yang mestinya membangun karir cemerlang, rela meninggalkan itu semua, demi anak-anak yang belum mereka kenal. Dan saya merasa belum memberikan apa-apa pada profesi ini.

Belum lagi,guru-guru lain seperti Bu Muslimah. Yang tak pernah tau kapan gajinya akan datang. Saya tak ada apa-apanya dibandingkan guru-guru yang telah dengan ikhlas mengesampingkan materi hanya untuk anak didik mereka. Sungguh, semoga Tuhan melimpahkan segala rahmat dan berkah kepada mereka sepanjang hidup.

 Selamat Hari Guru, untuk para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang telah membangun jalan kebaikan menuju surga. Semoga Tuhan akan selalu melimpahkan kebaikanNya

 

 

PS : Terima kasih kepada Ayah dan Emak yang menjadi guru kehidupan kepada kami.

PS : PS : Dan, selama 4 tahun ini saya mengajar, berdiri didepan kelas disebuah universitas swasta, mahasiswa yang pernah saya ajar, dosen seperti apakah saya ini?

5 responses to “Menjadi Guru (Pengajar)

  1. MUXLIMO 25 November 2011 pukul 10:27 am

    buat saya, menjadi pengajar itu,,karunia.🙂

    “Jika Allah Swt. menghendaki kebaikan untuk seseorang, maka Allah Swt. akan menjadikannya sebagai orang yang menunjuki orang lain, dokter, pendidik, pembimbing, juru bahasa; lampu dan matahari bagi manusia.”
    (Syaikh Abdul Qadir al-Jaylani)

  2. putriutama 1 Desember 2011 pukul 12:08 pm

    bagi saya, guru itu orang hebat… karena semua profesi di muka bumi ini berawal dari mereka… kemampuan mereka membagikan ilmu dan membuat yang mendengarkan mereka menjadi mengerti, dan bersabar untuk mengulangnya kembali bila masih ada yang tak mengerti adalah suatu hal yang luar biasa karena tak semua orang memiliki kemampuan dan kesabaran yang tinggi…

    saya selalu ingin menjadi salah satu bagian dari mereka… namun mungkin jalannya masih belum terbuka…

    tapi, keinginan untuk berdiri di depan kelas, memberi materi atau pelajaran, melihat mereka mengerti apa yang saya katakan, masih melekat sampai saat ini… :))

  3. Pingback: #30HariNgeblog : Meski Bukan Superhero | Tentang Kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: