Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Belajar Senyum

Dari dulu, saya nggak pernah paham dengan cara Tuhan menjalankan setiap kehidupan ini. Sangat luar biasa. Mengingat, apapun bisa terjadi. APAPUN. Dan bagaimanapun. Dengan cara-cara yang juga luar biasa. Saya begitu takjub dengan segala proses yang terjadi. Meski kadang kejutan-kejutan yang menyertainya, jarang saya terima dengan ikhlas. Saya harus berpikir dan berpikir ulang hingga akhirnya otak dan hati saya kompakan untuk bilang, “Ah, ini pasti yang terbaik yang harus saya terima dan jalani. Toh, usaha yang dilakukan juga udah maksimal.” Dan untuk selanjutnya belajar tersenyum.

Saya punya hak kok, untuk mengeluh. Saya tau itu. Tapi, dengan segala nikmat yang udah terlalu banyak saya terima ini, saya masih mengeluh juga? Nggak tau diri banget saya ini. Bisa-bisa nanti Tuhan sendiri yang langsung jitak saya kalau diantara segala keindahan bumi dan isinya ini saya masih juga mengeluh. Jadi, ya walau bagaimanapun datarnya hati saya, tetap saja saya harus belajar tersenyum. Belajar menerima segala takdir yang melingkupi diri. Ketika segala usaha sudah mencapai kata final.

Tapi, saya toh masih tetap dalam tahap wajar kan, kalau ingin menangis? Kadang-kadang sesaknya suka nggak tertahankan, loh. Kalian sudah pernah merasakannya, bukan? Ketika segala hal yang harus dikeluarkan malah disimpan dalam hati, rapat-rapat. Kerasa kan sesaknya kayak gimana? Nah, kalau memang menangis itu masih wajar, baiklah saya akan mencari tempat untuk menumpahkan segala yang terasa sesak dan menyesakkan ini. Dan setelah segala perih sudah menguap, waktunya saya untuk kembali belajar tersenyum. Dengan ikhlas, biar yang melihat juga enak.

Smile πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: