Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Tabrak Lari

Korban Tabrak Lari

Jum’at sore kemarin, saya ada janji untuk kuliah praktek di kampus. Maka, setelah selesai rusan di kantor, langsung absen pulang dan menuju kampus. Seperti sore-sore yang lain, tetap saja jalan yang kami lalui itu selalu macet. Mencari alternatif jalan yang lain, supaya nggak terlalu lama mahasiswa saya menunggu di lab. komputer.

Sambil bersms dengan Kiki, teman kantor, mendadak ada yang menyenggol motor, oleng dan brakk…!! Kejadiannya begitu cepat. Tau-tau kami (saya dan pacar) sudah tergeletak di jalan dengan posisi motor diatas kaki saya. Ya Allah, ditabrak lagi. Ini yang ketiga kalinya dengan motor. Spontan saya ingin bangkit, tapi tertahan dengan kaki yang susah untuk digerakkan. Panik, saya mencoba untuk bangkit. Ketika akhirnya ditolong, perlahan saya bangkit dan melangkah ke pinggir jalan. Masih sempat berteriak ke orang yang seharusnya bertanggung jawab. Tapi, dari atas motornya mereka hanya menoleh ke belakang, memastikan kami tidak mati ditengah jalan, kemudian lari. DAMN!!!!

Setelah selesai urusan di Rumah Sakit, saya telfon mahasiswa untuk membatalkan kuliah hari ini. Pasti mereka kecewa. Saya lebih lagi. Mestinya dihari-hari terakhir semester ini kami masih bisa melanjutkan praktek.

Mestinya saya tak perlu heran. Di Indonesia ini, nyawa manusia tak ada harganya. Tanggung jawab cuma ada di baris demi baris buku PPKN (atau apapun namanya sekarang). Prakteknya, NOL BESAR!

Mungkin pacar saya benar, ini hanya sebagian kecil dari cobaan. Tapi yang saya sesalkan, kenapa tak ada niat baik sedikitpun dari orang yang menabrak. Segala hal juga bisa dibicarakan. Kalau memang tak punya biaya untuk ganti rugi motor, juga tak apa. Sepanjang motor masih bisa dikendarai itu sudah cukup. Kalau pun biaya pengobatan mereka tak punya, Alhamdulillah ada asuransi dari kantor yang meng-cover dan juga tak rumit. Hanya sekedar maaf dan itikad baik, juga tak punya. Rendah sekali martabatnya sebagai manusia.

Saya kesal, bukan karena harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan dan perbaikan motor. Tapi kok ya, masih ada gitu manusia yang tak bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya. Sisi kemanusiaannya juga sudah hilang. Sudah jelas itu adalah kesalahan mereka. Mestinya mereka tak membawa barang-barang yang melebihi ukuran motornya, karena itu sama saja memang berniat untuk mencelakai pengendara yang lain. Dan kalau sudah tau bahwa barang-barang yang mereka bawa dengan motor itu melewati batas ukuran, mestinya lebih berhati-hati dengan jarak agar tidak terjadi senggolan dengan pengendara lain.

Semoga, dia hanya melakukan ini pada kami sadar bahwa ketika dia lari dari tanggung jawabnya, maka tanggung jawab yang lain juga pasti menunggu. Dan saya percaya, bahwa setiap manusia juga akan menerima hasil dari perbuatannya.

PS : Yang membuat saya lebih marah sebenarnya adalah jeans kesayangan saya robek akibat senggolan itu.

2 responses to “Tabrak Lari

  1. CEO Kota Medan 21 Desember 2011 pukul 5:58 am

    Ooo Gitu alur ceritanya.. Syukur tidak ada apa apa.. Tapi semoga lain kali bisa lebih lagi berhati hati yah..

    Masalah jeans.. Sebentar yah, Saya bikin campaign Coin For Weird Jeans. Gimana ? :mrgreen: :mrgreen:

    • weirdaft 21 Desember 2011 pukul 2:40 pm

      baiklah abang yg mengaku CEO di kota Medan ini. next time, berhati2 lah.skrg aja, klo ada kendaraan yg dekat-dekat dengan motorku,udah panik. deg-degan. wuiihh… Coin for me? bisa beli pabrik jeansnya sekalian kalo gitu 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: