Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

K a r ma

Jika melepaskanku akan membuatmu menjadi lebih baik, maka itulah yang harus kau  lakukan.

Taukah kau, perempuanku, apa yang akan aku lakukan ini tak semudah seperti pesan yang kau tulis pada emailmu siang tadi. Sebuah email yang ku terima setelah bertahun tak ada kabar darimu. Hanya sebuah email samaran. Bukan sebenarnya. Bahkan setelah bertahun, kau masih tak ingin aku tau keberadaanmu.

Taukah kau, perempuanku, saat ini, ada seorang perempuan yang akan aku klaim sebagai perempuanku dalam waktu beberapa bulan lagi. Seorang  perempuan yang akan mengikatku dalam sebuah ikatan suci. Tapi kau, bahkan hingga kini masih lekat dalam ingatku. Entah apa yang ada dalam otakku, sehingga hanya kau yang ada didalamnya.

Aku laki-laki. Seharusnya melepaskanmu bukanlah sesuatu yang sulit. Mestinya, semudah aku mendapatkan siapa saja, semudah itu pula aku melepasmu dalam semua jejak hidupku. Menjadikanmu masa lalu yang tak berarti. Tapi kau, begitu istimewanya kau bagiku, sehingga aku betah berlama-lama memelihara luka yang kau gores dengan senyum lembutmu itu.

Seharusnya, keberadaan dia yang jauh berbeda darimu mampu membuatku meminggirkanmu dari hatiku dan meletakkan dia ditempat itu, sebagai satu-satunya perempuan dalam hidupku. Tapi saat ini, justru kau yang merajai hatiku, tanpa pernah dia tau isi hatiku sebenarnya.

Taukah kau, perempuanku, jika ingatanku kembali pada tahun-tahun kita bersama, ketika itulah ingatanku menyiksa diriku sendiri. Itu adalah tahun-tahun terbaikku bersamamu. Tahun-tahun yang tak akan pernah bisa kembali lagi, ketika satu kesalahan yang aku lakukan tak mampu membuatmu memaafkanku.

Luka yang sekarang aku pelihara, masih tumbuh dengan begitu suburnya. Dengan harapan kau yang akan menyembuhkannya kelak, bukan dia. Seharusnya bukan dia yang ikut memikul beban yang aku buat ini. Bukan dia yang tak pernah mengetahui cerita cinta kita dulu, yang bahkan para pangeran akan iri jika mengetahuinya.

Perempuanku, jika kau ingin aku melepas segala ingatan tentangmu, aku akan mencoba untuk melepasnya. Bukan demi membuatku lebih baik lagi. Bukan pula demi dia yang akan mendampingi hidupku kelak. Tapi, demi agar kau bisa berbahagia dengan siapapun dia, yang mampu membuatmu tersenyum bahagia, bahkan ketika luka meraja.

Dan kini aku berada di ujung tebing, sosokmu ada di belakangku seolah -olah terus membayangiku, sementara perempuan yang ada kini di hadapanku telah menunggu di seberang dengan jembatan yang telah ia bangun. Memang bukan salahmu jika saat itu kamu ragu padaku, karena aku pun tidak punya nyali untuk menetapkan hati di ikatan janji selamanya denganmu. Ah, akan kusesali malam itu, malam terakhir yang seharusnya kugunakan untuk terus meyakinkanmu untuk terus maju bersama langkahku.

Kini tidak ada lagi penyesalan yang bisa membawaku kembali padamu, tak sedikitpun jejak yang bisa membuatku berbalik, janji telah kuikat bersama dengannya, sebentar lagi, di ujung pelaminan itu, aku dan dia akan menyatu, cincin yang indah telah terpatri di jemariku dan ketahuilah sayang, terlebih lagi cintamu, cinta kita telah kupelihara selama kau pergi di ruang jiwaku, diam – diam kutaburi subur dengan rindu, tiap kali kupupuk dengan memori indah tentang kita, tak terlihat, tak tersentuh oleh siapapun, namun lihatlah indah taman yang kubangun disana.

“Maafkan aku sayang, aku tidak bisa melepaskannya.” bisikku berulang kali di kedalaman hati, setiap kali dia menatap wajahku dengan matanya yang penuh cinta. Dan setiap kali kita bercinta, aku selalu menangisi diriku dan dirimu, maafkan aku perempuanku, aku pun tidak bisa melupakan cinta kita. Sesungguhnya aku tak pernah berhenti mencintaimu, selamanya, bahkan jika jiwa ini sekarat, perempuanku, tahukah kamu itu?

 

Tulisan untuk project #20HariNulisDuet dengan @dreamofmay hari ke #5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: