Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Ironis

Miris.

Ironis sekali rasanya. Ketika kita merasa bertanggung jawab terhadap suatu hal, terhadap pekerjaan, tidak hanya memikirkan kapan gajian, tapi benar-benar merasa bertanggung jawab terhadap hasilnya tapi reaksi orang-orang yang seharusnya memperhatikan itu adalah kebalikannya, rasanya kok benar-benar ironis. Ribet ya?

Jadi gini, selesai mengajar di kelas semester IV sore tadi, saya istirahat di ruang dosen. Kegerahan. Apalagi ternyata, materi yang sudah saya siapkan terpaksa harus dirombak ulang hanya karena ternyata mahasiswanya belum mendapat materi yang seharusnya. Jadilah saya yang harus menyesuaikan. Lalu, akhirnya obrolan dengan seorang dosen senior membuat saya sedih. Hanya karena beliau concern dengan mahasiswanya, agar mereka belajar disiplin, beliau diberikan ultimatum. Bahkan parahnya, untuk kelas reguler tidak ada jam untuk beliau. Memang, dia terlalu keras untuk pelanggaran disiplin, tapi tentu saja itu untuk kebaikan mahasiswanya, bukan untuk gaya-gayaan. Tapi ternyata, pihak terkait yang mendapat laporan dari beberapa mahasiswa yang merasa bahwa mereka adalah donatur terbesar di kampus, malah menyalahkan beliau.

DAMN!! Gimana kita mau bicara tentang kualitas, kalau hal-hal seperti ini saja pihak terkait terlalu ikut campur, mendominasi. Seharusnya mereka mencari tau, mengapa beliau, sebagai dosen senior begitu keras terhadap para pelanggar disiplin. Bukan melulu menyalahkan. Hanya karena mahasiswa memang, apa sih sebutan mereka, stake holders ya. Entah, saya tak pernah mengerti tentang itu.

Saya berharap, pihak terkait sadar bahwa mereka keliru. Bahwa yang dilakukan si Bapak hanyalah ingin meningkatkan kualitas lulusan, bukan mempersulit. Bahwa seharusnya pihak terkait sadar tentang banyaknya penjilat yang tak berkualitas berkeliaran disekeliling.

Akhirnya, sebelum beliau masuk kelas, berpesan ke saya “Jadikan saya pelajaran. Bahwa dengan kritis seperti ini bukannya menjadikan mahasiswa berkualitas, tapi justru kita yang akan dipanggil dan bermasalah dengan pihak terkait. Jangan lakukan apa yang saya lakukan.”

Damn!! GOD, mau dibawa kemana anak-anak didik ini jika para pendidik pun dikalahkan oleh birokrasi?

Iklan

4 responses to “Ironis

  1. alfakurnia 22 Maret 2012 pukul 1:13 pm

    Mbak, kalau masih kuliah aja mereka memanfaatkan status sebagai stakeholder untuk memperoleh kemudahan-kemudahan, gimana nanti di dunia kerja ya?

    Do you realize kalau semakin ke sini generasinya adalah generasi instan yang nggak mau susah? Ah, moga-moga saya bisa mendidik anak untuk disiplin, kritis tapi tetap patuh pada aturan, for better future.

    Titip salam untuk pak dosen senior ya, semoga sabar dan nggak kapok menegakkan disiplin untuk mahasiswanya.

    • weirdaft 25 Maret 2012 pukul 5:57 am

      Itulah kesombongan yg kadang nggak pernah mrk pikirkan akan berdampak ke mana.

      Bener emang, generasi sekarang adalah generasi yg mau serba gampang.gak mau usaha.mereka berpikir bahwa uang bisa membeli apapun.termasuk disiplin.apalg hanya sekedar angka.

      sayang memang, yang berkualitas selalu tersingkir karena birokrasi yg bergantung pada kuantitas. saya jg berharap, semoga bapak dosen itu nggak kapok untuk melakukan yang beliau anggap baik

  2. Chici 23 Maret 2012 pukul 1:18 am

    Pernah kejadian gini juga nih kak sama dosen chi, padahal dosennya bermutu tapi karena teman-teman pada nggak suka dosennya jadi bermasalah. Heran juga, sekarang orang-orang pada suka gampangnya aja, nggak mau yang ribet-ribet dan berkualitas (–!!)

    • weirdaft 25 Maret 2012 pukul 6:00 am

      kalo udah kyk gitu, sedih ya chi.pdhl kita yg dpt dana dari orang tua seadanya maunya jg dapat pendidikan yg berkualitas. tp karena orang-orang yg merasa bisa menguasai apapun dgn uang, yg maunya serba gampang, apa yg kita dapat jadi sia-sia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: