Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Tentang Kenaikan Harga BBM

Sedari tanggal 26 Maret, demo terjadi di berbagai daerah. Berawal dari rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, yang tentu saja akan berimbas pada makin beratnya beban hidup masyarakat Indonesia. Terutama untuk mereka yang sehari-harinya kekurangan.

31 Maret 2012, Bundaran SIB, Medan

Pro-kontra tak cuma terjadi di tv, tempat para pejabat unjuk muka tentang siapa yang paling membela rakyat, berikut alasan-alasan yang diberikan, pro kontra juga terjadi di halaman Facebook dan timeline twitter. Begitu banyak yang peduli terhadap negara ini. Peduli bahwa harga BBM memang harus dinaikkan, agar cadangan minyak yang semakin berkurang tak cepat habis, karena mereka menganggap bahwa subsidi itu memanjakan, mengingat bahwa kendaraan transportasi yang ada dikota  besar sangat boros. Tak sedikit juga yang melihat keluar lingkaran dan menolak, bahwa jika BBM dinaikkan, maka kehidupan masyarakat kelas 3 yang sudah sulit, akan semakin sulit. Mengingat, bahwa selama ini subsidi yang digembar gemborkan pemerintah jarang sekali tepat sasaran.

Sidang Wakil Rakyat, yang entah mewakili rakyat yang mana

Tentu kita masih ingat, tentang nasib anak-anak Kampung Tanjing, Lebak, Banten yang harus bergaya ala Indiana Jones untuk pergi sekolah, dengan menyeberangi jembatan yang hampir putus. Dan Banten letaknya tak terlalu jauh dari Jakarta. Tentu saja kemudian jembatan itu akhirnya diperbaiki, tapi setelah pemberitaannya telanjur meluas hingga ke luar negeri. Atau, kita pasti masih ingat tentang Siti, bocah kecil berusia 7 tahun yang menjual bakso keliling kampungnya dengan upah Rp. 2000 jika baksonya habis, kalau tidak dia harus puas dengan upah Rp.  1000 setelah 4 jam berkeliling. Dan pasti ada begitu banyak cerita pahit yang hanya bisa mereka telan mentah-mentah, seperti mereka terbiasa menelan angin ketika jam makan tiba.

Lalu, jika beberapa dari kita berpikir, bahwa memang sudah seharusnya subsidi BBM dihilangkan, maukah sejenak kita berpikir, bahwa BBM tak sekedar kendaraan yang kita kendarai setiap harinya. Bahwa ada begitu banyak profesi yang dilakoni oleh masyarakat kurang mampu yang bergantung penuh pada BBM. Jika harga BBM dinaikkan, maka bagaimana nelayan harus menjual ikannya? Atau, bagaimana mereka melaut, sementara kebutuhan untuk biaya hidup dan sekolah sudah pasti akan meningkat?

Kemarin, seorang teman saya, @poetra, berkicau di timeline twitternya. Tentang penolakan kenaikan harga BBM dari sudut pandang lain. Tentang demo yang semakin vandal. Dia tak mendukung vandalisme yang dilakukan para pendemo, tapi mengingat bahwa pemerintah hanya bisa mendengar ketika terjadi kericuhan, mau tak mau itu yang dilakukan demonstran. Merusak fasilitas umum memang tak bisa dibenarkan karena itu dibuat dari uang pajak rakyat, memblokir jalan raya juga bisa disebut menyusahkan rakyat sebagai pengguna jalan, tapi, apakah dengan berdemo dengan damai seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, bisa membuka telinga pemerintah dan para wakil rakyat?

Saya, anda dan kita yang sehari-harinya hidup cukup, kenaikan harga BBM dan sejumlah bahan pokok lain mungkin tak terasa. Toh, kita masih bisa belanja buku dan menghabiskan puluhan hingga ratusan rupiah, masih bisa nonton dengan rutin di bioskop, masih bisa menghabiskan ratusan ribu untuk sekali makan malam di cafe mewah, masih bisa ngopi-ngopi cantik dengan beberapa kawan, masih bisa menikmati kehidupan nyaman. Tapi mereka, yang masih harus berpikir, “Apakah besok bisa makan? Apakah bulan ini uang sekolah anak-anakku bisa kubayar?” mampu melewati itu semua dengan harga BBM yang kian melambung tinggi, sementara entah, apakah subsidi yang dijanjikan pemerintah akan diberikan tepat pada sasarannya.

Maka, sebelum kita menghujat para pendemo, sebelum kita menyalahkan orang-orang yang menolak kenaikan harga BBM, mari melihat segalanya dari berbagai sisi. Bahwa suatu masalah, akan ada yang tidak sepakat itu pasti biasa. Tapi, sebelum kita memutuskan untuk mengambil sikap, mari kita lihat dulu, segalanya dengan sudut pandang yang luas.

Harga BBM memang sudah diputuskan untuk ditunda kenaikannya pada tanggal 1 April. Tapi, mengingat bahwa pemerintah mengikuti harga minyak dunia, bisa dipastikan bahwa SBY akan dengan leluasa menaikkan harga BBM, karena para anggota legislatif yang sejatinya mewakili rakyatnya, menyetujui bahwa harga BBM akan dinaikkan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: