Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Cinta itu

Dia tak benar-benar mencintaimu, kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga, tetapi bukan kesukaanmu. Digenggamnya jemarimu, tetapi tidak cukup mesra.
Dia mencium bibir indahmu, lalu cepat-cepat menyudahinya.
Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk disitu, menunggu dia berbalik menginginimu?
Berhentilah mengabaikanku.
Tak bisakah kau memberiku kesempatan juga? Lirik aku sebentar saja, Dengarkan aku sebentar saja.
Biar aku buat kau percaya, hanya aku yang bisa membuatmu bahagia. Hanya aku – bukan dia.
( Good Fight – Christian Simamora)

Saya menyodorkan sebuah buku dan menunjukkan tulisan di cover belakangnya, ketika kami sedang berada di balik rak Novel disebuah toko buku ternama di Indonesia. Tipis saya tersenyum, dan perlahan dia membacanya.

Bukan tanpa alasan saya memberikan buku itu padanya. Perjalanan yang kami lewati selama hampir 4 tahun ini tak bisa dibilang mulus. Bahkan ditahun-tahun pertama, begitu banyak tangis yang mewarnai dan begitu banyak protes dalam diam yang disampaikan dinding kamar, akibat pukulan demi pukulan yang saya layangkan hampir setiap malam. Pukulan yang tak hanya membuat tulang punggung tangan bergeser, tapi juga melegakan setiap rasa sakit.

Dia juga mengerti, mengapa saya menunjukkan sampul belakang buku tersebut. Kesalahan yang tak ingin diungkitnya lagi, kesalahan yang tak ingin diulanginya lagi. Kesalahan yang selalu berakhir dengan pertengkaran dan tangisan. Kesalahan yang membuat saat-saat itu begitu sulit untuk dilewati. Kesalahan yang perlahan kami perbaiki bersama. Dan hingga saat ini, ketika hitungan waktu mulai bergerak semakin maju.

Dia tersenyum. Membaca baris demi baris tulisan pada sampul belakang buku tersebut. Menggeleng pelan. Memandang saya yang sedang berpura-pura sibuk menatap judul demi judul buku yang berbaris rapi. Kemudian, dari ekor mata, saya melihat dia menarik salah satu buku, membacanya. Dan kemudian tersenyum lagi.

“Hey,” panggilnya. Saya menoleh dan menerima buku yang disodorkannya. Membaca baris demi baris sampul belakang buku.

Sekiranya cinta melukis kebahagiaanmu malam ini,
Aku inginkan ia setia mendampingi di setiap jejakmu.
Menjagamu dari setiap luka yang coba mengecupmu.

Kuasamu atas hatiku merambah belantara rindu yang tak putus-putus menciumi titik pengakhirannya. Merunduk malu dalam hasrat yang bergegas untuk mencintaimu selamanya.
Tak lelah menapak dalam jejak yang tertatih-tatih menuju rumah hatimu. Hanya padamu, kucari segala muara untuk bahagia yang kucercap di bibir yang tak lagi punya kata untuk memuji dan berjanji.
Aku cinta, ternyata!

Cinta itu bisa jadi apa saja. Cinta bisa berbalas, kadang juga tak terjawab. Cinta menyebabkan luka, tetapi ia juga meredakannya.

Cinta itu, aku. Cinta itu, kamu. Cinta itu, kita.

Akan membuat kita hanyut dan kembali berterima kasih karena telah diajari bagaimana cara mencinta yang sebenarnya
(Cinta itu, Kamu – Moammar Emka)

Saya tertegun membaca kalimat demi kalimat. Lalu memandangnya yang sedang tersenyum pada saya. Seolah ingin mengatakan, bahwa “Segala masa lalu telah terkubur bersama waktu. Yang tersimpan hanyalah kenangan yang hanya bisa diingat, tapi tak akan pernah terulang. Cinta itu buatku, adalah kamu. Yang mengisi lembar demi lembar masa depan yang kurajut dengan segala peluh dan tak pernah mudah”.

Saya tersenyum. Matanya sudah mengatakan segala hal yang tak harus diucapkan. Sentuhan lembutnya pada lenganku sudah memberikan keyakinan, bahwa cinta itu adalah aku.

 

PS : kutipan kalimat diatas diambil dari buku Good Fight – Christian Simamora dan Cinta itu, Kamu – Moammar Emka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: