Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#WriterChallenge ~ Bendera

Kembali aku melipat susunan bendera merah putih berbagai ukuran yang terbentang disepanjang tali yang kuikat. Bendera merah putih yang dijahit istriku sebulan sebelum Agustus datang. Hari ini tanggal 16, dan belum ada setengahnya dari 55 helai bendera yang terjual. Sudah seharian aku membentang bendera-bendera ini dengan berbagai ukuran, tapi hanya laku terjual sebanyak 5 helai. Terpana aku memandang selembar uang lima puluh ribu rupiah. Padahal, kami berharap, tahun ini seharusnya lebih beruntung dari tahun kemarin, yang hanya menyisakan 47 helai bendera dari 85 helai yang dijahit istriku.

Helai demi helai bendera yang telah terlipat aku susun dalam kardus bekas rokok. Aku menghela nafas, begitu berat untuk menjual bendera-bendera ini. Tak usah bendera besar yang biasa digunakan di perkantoran, bendera kecil yang bisa dipasang di kaca spion kendaraan pun susah lakunya. Dan esok, sudah tanggal 17. Sudah sangat terlambat untuk menjual bendera-bendera ini. Seharusnyalaha hari ini aku bisa menjual lebih banyak. Tapi apa daya, dari 55 helai bendera yang dijahit istriku, hanya laku sebanya 18 helai selama sebulan ini.

“Ayo, nak. Kita pulang,” ajakku pada anak lelakiku yang berusia 8 tahun, sambil menaikkan kardus ke atas sepeda.

Tak tega rasanya ketika aku menyerahkan selembar lima puluh ribu rupiah ke tangan istriku. Dua hari lagi lebaran, dan benderaku hanya laku 5 helai hari ini.

“Maaf, dik. Hanya 5 helai yang laku,” ujarku, lalu menyibukkan diri dengan kotak berisi bendera yang aku turunkan dari sepedaku. Menghindari tatapan kecewanya pada selembar uang lima puluh ribu.

“Alhamdulillah, bang. Tak apa. Kata Bapak dari DKM, kita akan dapat bagian zakat fitrah nanti. Insya Allah besok. Uang ini bisa kita simpan untuk uang sekolah Arif. Tapi, lebarannya hanya makan nasi putih dan sambal telur. Tak apa ya, bang,” jawabnya, membantuku menyusun kembali bendera-bendera itu.

Betapa hebatnya negara ini. 67 tahun merdeka, tapi mengapa pada tahun ini, kami tak bisa menikmati opor ayam untuk hidangan lebaran? Mengapa justru aku yang menerima zakat fitrah? Seharusnya aku yang mengeluarkan zakat fitrah. Betapa hebatnya orang-orang yang mengatur negeri ini. Mereka bisa dengan leluasa mengatur pemerintahan sekehendak hati mereka, mengambil uang yang bukan hak mereka dan membagi-baginya hanya pada teman-teman mereka. Betapa liciknya mereka memanfaatkan negara ini, yang dulu diperjuangkan ayahku dengan tetes darah dan keringatnya, dan kehilangan keluarganya.

Tanganku terkepal, geram. Betapa tak adil orang-orang yang mengatur negara ini. Apakah mereka merasa bahwa posisi mereka terlalu tinggi, sehingga tak bisa melihat, bagaimana seorang penjual bendera merah putih, yang berharap pada hari Kemerdekaan negaranya, akan mendulang banyak rezeki. Hanya untuk membuat keluarganya merasakan kemeriahan Idul Fitri?

Esok. Ya, esok. Esok adalah hari peringatan Kemerdekaan negeriku. Terlambat sudah untuk menjual habis bendera-bendera ini. Waktu tak bisa menunggu. Maka, aku yang akan mengejar waktu.

Medan, 17 Agustus 2012.

Seorang lelaki berusia tiga puluh lima tahun diamankan oleh petugas kepolisian, ketika kedapatan mengarahkan senjata tajamnya dan melukai seorang wakil rakyat daerah pada peringatan hari Kemerdekaan Indonesia di halaman Gedung DPRD. Belum diketahui apa motif yang dimiliki lelaki tersebut…

Tulisan hari ke #3 untuk #WriterChallenge dengan tema Merdeka

Iklan

4 responses to “#WriterChallenge ~ Bendera

  1. Teguh Puja 17 Agustus 2012 pukul 11:39 pm

    Di balik kemerdekaan negeri ini, memang masih banyak kemiskinan dan juga kekurangan materi di berbagai sisi kehidupan masyarakatnya. Satu ironi untuk negeri yang sudah lama merdeka.

    • weirdaft 17 Agustus 2012 pukul 11:43 pm

      begitulah. penjual bendera tadi siang diwawancarai di tv. Penjualan mereka mengalami penurunan sebanyak 50% dan bersamaan dgn itu, kasus korupsi semakin terbuka lebih banyak. ironis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: